Koranindopos.com, JAKARTA — Potensi pasar pusat perbelanjaan baru di Jakarta masih terbuka. Buktinya, sejumlah pemain di segmen tersebut berencana membuka mal baru mereka tahun ini. Pertama ada Holland Village Mall dengan area sewa 44.000 m2 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kemudian, Cornerstone (5.000 m2) dan The Sima (16.000 m2) di T.B. Simatupang, Jakarta Selatan.
Tidak mau ketinggalan entitas dari Agung Sedayu Group, yakni Agung Sedayu Retail Indonesia (ASRI). Mereka baru baru ini merilis K Mall at Menara Jakarta. Mereka mengklaim, K Mall adalah pusat gaya hidup dan tempat berbelanja yang dirancang sebagai simbol kehidupan baru di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kehadiran K Mall menggenapkan jumlah pusat perbelanjaan yang buka di kota yang kini statusnya berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) itu menjadi empat tahun ini. Pada semester kedua tahun lalu, juga ada dua mal baru launching. Sehingga, jika ditotal luasan area sewa mal di Jakarta sejak tahun lalu sampai saat ini mencapai 4.308.008 m2.
”Kami sadar bahwa pusat perbelanjaan kini telah banyak berevolusi lebih dari sekadar tempat berbelanja, tetapi sudah menjadi sebuah destinasi. Kami berharap K Mall at Menara Jakarta dapat menjadi pusat kehidupan yang mampu memperkuat hubungan sosial dan membangun komunitas yang solid, sekaligus simbol harmonisasi, kolaborasi, pertumbuhan, dan keberlanjutan,” kata Chief Executive Officer (CEO) ASRI Alexander Halim Kusuma dalam keterangan pers tertulis yang diterima koranindopos.com pada Rabu (16/7/2025).
Para entitas tersebut tentu bukan pemain baru di segmen pusat perbelanjaan di tanah air. Namun demikian, keputusan mereka melakukan investasi mal di Jakarta terbilang berani dengan kondisi strata retail masih dalam keadaan menantang. Itu ditandai dengan lemahnya okupansi dibandingkan ritel sewa dan adanya peningkatan harga sewa ruang ritel berkisar empat persen dibanding tahun lalu.
”Ritel kelas middle-up juga perlu mengadaptasi nilai yang sama untuk terus riding the wave. Akhirnya seluruh kelas ritel saat ini tidak hanya dapat mengandalkan model brick-and-mortar retail, namun multiply channel harus dilakukan untuk bertahan dengan memperluas pemasaran produknya,” ujar Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip dikutip dari kontan.co.id. (rls/why/mmr)










