Koranindopos.com, BOGOR – Truk-truk tambang bermuatan pasir dan batu masih melintasi Jembatan Leuwiranji, Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (2/9/2025). Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor telah mengumumkan pembatasan mobilisasi kendaraan bertonase lebih dari delapan ton untuk melalui akses tersebut karena kondisi jembatan yang rusak dan perlu perbaikan.
”Pantauan kami di lapangan masih ada truk-truk tambang yang melintas di jembatan ini. Padahal pemerintah telah menutup akses untuk kendaraan bermuatan per 2 September ini. Sebab jembatan mau direnovasi mengingat kondisinya yang memperihatinkan,” kata Danramil 0621-20 Gunung Sindur Kapten Sapto Andi saat memantau di lokasi kepada koranindopos.com pada Selasa siang.
Menurut Sapto, kondisi konstruksi jembatan yang telah usang dan rusak berpotensi membahayakan kendaraan yang melintas. Hanya satu sisi atau lajur yang masih dapat dilalui kendaraan di jembatan penghubung antara Rumpin–Gunung Sindur tersebut.
Sebelumnya diberitakan, para pelaku usaha tambang dikabarkan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor, segera mencari solusi terkait pembatasan akses armada muatan tambang di jembatan tersebut. Sebab, kebijakan penutupan itu otomatis membuat aktivitas mobilisasi muatan mereka terhambat. (*/mmr)










