Koranindopos.com, Jakarta – Universitas Gunadarma kembali menjadi tuan rumah perhelatan akademik berskala internasional melalui penyelenggaraan The 7th APSMI International Conference yang resmi dibuka pada Rabu, 15 Oktober 2025. Tahun ini, konferensi tersebut mengusung tema “China and Digital Transformation: A Multidisciplinary Perspective in Social Sciences and Humanities”, serta dirangkaikan dengan kegiatan The 4th Congress of the Indonesian Higher Education Mandarin Program Association (APSMI) yang akan berlangsung sehari setelahnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Acara yang digelar di lingkungan Universitas Gunadarma ini menjadi ajang penting bagi para akademisi, dosen, dan peneliti dari dalam dan luar negeri untuk membahas fenomena transformasi digital yang tengah terjadi di Tiongkok. Berbagai perspektif sosial, budaya, dan humaniora dihadirkan untuk menelaah bagaimana perubahan teknologi tersebut memengaruhi kehidupan masyarakat modern dan dinamika global.
Ketua Panitia, Dr. Tri Wahyu Retno Ningsih, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tahun ini konferensi mencatat peningkatan partisipasi yang cukup signifikan. “Kami menerima dan mempresentasikan 165 makalah dari mahasiswa, dosen, dan praktisi. Partisipasi datang dari lebih dari 19 perguruan tinggi di Indonesia serta sejumlah institusi internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran berbagai peserta dari latar belakang keilmuan berbeda menjadi bukti bahwa isu transformasi digital telah menarik perhatian banyak kalangan akademik. “Kami berharap forum ini dapat memperluas pemahaman mengenai perkembangan riset dan teknologi terkini, sekaligus memperkuat jejaring profesional di tingkat nasional dan internasional,” ujar Dr. Tri Wahyu Retno Ningsih.
Selain menjadi wadah pertukaran ilmu, kegiatan ini juga berperan sebagai forum silaturahmi antarprogram studi Mandarin di Indonesia. Ketua APSMI, Dr. Herman, B.Ed., MTCSOL, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran asosiasi dalam menjaga sinergi antarperguruan tinggi yang memiliki program studi serupa. “APSMI merupakan wadah pemersatu program studi yang berhubungan dengan bahasa Mandarin, sekaligus jembatan persahabatan antar dosen program studi Mandarin,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa APSMI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. “Melalui penyelenggaraan kegiatan Tridarma perguruan tinggi, APSMI berkomitmen mendukung pengembangan program studi, dosen, dan mahasiswa, serta bersama-sama mendukung program pemerintah Republik Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia Emas,” tambahnya.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, S.E., M.M., yang secara simbolis membuka rangkaian konferensi dan kongres. Dalam pidatonya, Rektor menyampaikan rasa bangga karena Universitas Gunadarma kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan akademik berskala internasional ini. “Saya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerjasama akademik antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang sosial humaniora dan teknologi digital,” ujarnya.
Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi keynote speech yang menghadirkan empat narasumber utama dari berbagai negara. Mereka adalah Assoc. Prof. Lai Lindong dari Fujian Normal University (Tiongkok), Dr. Li Li dari Nanyang Technological University (Singapura), Muhammad Aiman Abdul Halim dari Universiti Teknologi MARA (Malaysia), serta Prof. Prihandoko, MIT, Ph.D. dari Universitas Gunadarma (Indonesia).
Kehadiran para pembicara lintas negara tersebut memperlihatkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga ruang kolaborasi internasional untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika teknologi dan sosial di era digital. Setiap pemateri membawa perspektif berbeda—dari inovasi pendidikan, perubahan budaya akibat teknologi, hingga dampak sosial-ekonomi dari digitalisasi di Tiongkok.
Forum internasional ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Universitas Gunadarma dan APSMI dalam memperkuat peran akademisi Indonesia di tingkat global. Melalui kolaborasi lintas negara, diharapkan hasil riset dan diskusi dalam konferensi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang sosial dan humaniora yang kini tengah beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital.
Dengan cakupan topik yang luas serta partisipasi dari beragam institusi, The 7th APSMI International Conference dan The 4th APSMI Congress menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan dan penelitian yang menjembatani hubungan antara Indonesia dan Tiongkok di era digitalisasi global. (Brg/Kul)










