Koranindopos.com, JAKARTA – KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. Itu dilakukan dengan dukungan dokter spesialis, teknologi medis modern, serta fasilitas pendampingan pasien.
Health Tourism Executive KPJ Penang Specialist Hospital Muhammad Shahir mengatakan, KPJ Penang Specialist Hospital merupakan bagian dari KPJ Healthcare Berhad, grup penyedia layanan kesehatan di Malaysia yang dimiliki dan dikelola Johor Corporation. Berlokasi di Bandar Perda, Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Malaysia. “Rumah sakit berkapasitas 270 tempat tidur, KPJ Penang memiliki layanan unggulan jantung dan ortopedi,” kata Shahir kepada Koranindopos.com di Central Park, Grogol Petamburan, Jakarta Barat pada Sabtu (17/10/2026).

Shahir menjelaskan, untuk layanan kardiologi, KPJ Penang didukung Consultant Cardiologist and Electrophysiologist dr. Mohanaraj Jayakumar yang menangani penyakit jantung koroner, pemasangan ring atau stent, gangguan irama jantung, pemasangan alat pacu jantung, hingga gagal jantung sesuai indikasi medis.
Selain layanan jantung, rumah sakit itu juga mengembangkan fasilitas ortopedi, termasuk penanganan pengapuran sendi lutut dengan dukungan teknologi robotik. KPJ Penang juga menyediakan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan Dual-Energy X-ray Absorptiometry (DEXA) serta fasilitas fisioterapi untuk mendukung pemulihan pasien.
Shahir menambahkan, dalam melayani pasien Indonesia, KPJ Penang menawarkan pendampingan penerjemah bahasa Indonesia selama 24 jam, fasilitas menginap gratis selama satu malam di hotel rekanan sesuai ketentuan program, serta transportasi antar jemput dari bandara ke hotel dan rumah sakit.
Sementara itu, dr. Mohanaraj mengatakan bahwa gangguan jantung dapat menyerang berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang berusia 20- 30 an tahun. Faktor genetik dan gaya hidup dapat memengaruhi risiko penyakit jantung. “Gejala yang perlu diwaspadai meliputi jantung berdebar tidak biasa, detak jantung tidak teratur, sesak napas, pingsan, serta keringat dingin yang disertai nyeri atau rasa tidak nyaman di dada. Nyeri dada menetap dan sesak napas berat memerlukan pertolongan medis darurat,” ujarnya. (rls/why/mmr)




