Koranindopos.com, JAKARTA – Kylian Mbappe nyaris meraih Ballon d’Or 2026 setelah menjalani musim luar biasa bersama Real Madrid dan Timnas Prancis. Namun, penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu akhirnya menjadi milik striker Bayern Munchen, Harry Kane.
Mbappe mencetak 42 gol untuk Real Madrid sepanjang musim 2025/2026 dan menambah koleksinya dengan 10 gol bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut membuatnya menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan Ballon d’Or.
Pemimpin redaksi France Football, Vincent Garcia, mengungkapkan bahwa persaingan antara Mbappe dan Kane berlangsung sangat ketat. Menurutnya, bintang Real Madrid itu bahkan sempat memimpin perolehan suara dalam waktu yang cukup lama.
Pernyataan Garcia dalam wawancara dengan L’Equipe setelah seremoni tersebut memberikan gambaran mengenai ketatnya persaingan tahun ini. Mbappe harus menerima kenyataan finis di belakang Kane meski tampil produktif sepanjang musim.
Garcia menegaskan bahwa selisih suara antara Kane dan Mbappe bahkan lebih kecil dibandingkan persaingan Rodri dan Vinicius Junior pada 2024. Saat itu, Rodri mengalahkan Vinicius dengan selisih 41 poin. “Selisihnya bahkan lebih kecil dibandingkan antara Rodri dan Vinicius pada 2024, yang mencapai 41 poin, dan itu saja sudah merupakan margin yang sangat tipis,” ujar Garcia.
Dia juga mengungkapkan bahwa Mbappe berada di posisi terdepan selama sebagian besar proses pemungutan suara. Namun, Kane berhasil menyalipnya menjelang akhir dan keluar sebagai pemenang. “Mbappe memimpin untuk waktu yang lama, tetapi Kane akhirnya menang. Mbappe menjalani musim yang luar biasa. Persaingan antara Harry Kane dan Kylian Mbappe untuk posisi pertama tahun ini benar-benar sangat ketat,” kata Garcia.
Garcia turut menyinggung pengaruh keberhasilan Spanyol di Piala Dunia terhadap persaingan individu. Menurutnya, dukungan untuk pemain Spanyol terbagi di antara Rodri dan Lamine Yamal. Yamal akhirnya menempati peringkat ketiga, sedangkan Rodri berada di posisi keempat. Pemain muda Barcelona itu sempat dipandang sebagai salah satu kandidat yang berpeluang memenangi penghargaan tersebut.
Namun, penjelasan Garcia menunjukkan bahwa persaingan untuk posisi teratas pada akhirnya mengerucut menjadi duel antara Kane dan Mbappe. Striker Bayern itu berhasil unggul tipis setelah sempat tertinggal dalam pemungutan suara. (bnt/mmr)




