koranindopos.com – Jakarta. Fenomena langit spektakuler kembali menyapa Indonesia pada awal Maret 2026. Tepatnya Selasa, 3 Maret 2026, masyarakat di berbagai wilayah berkesempatan menyaksikan gerhana bulan total atau yang kerap disebut sebagai blood moon. Peristiwa ini diprediksi menjadi salah satu tontonan astronomi paling memukau tahun tersebut karena bulan akan tampak berubah warna menjadi merah tembaga selama lebih dari satu jam.
Menurut penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), durasi keseluruhan gerhana bulan total kali ini berlangsung sekitar 5 jam 29 menit 48 detik. Selama rentang waktu tersebut, bulan akan perlahan memasuki bayangan bumi, dimulai dari fase penumbra hingga akhirnya keluar kembali dari bayangan.
Momen paling dinantikan terjadi saat bulan sepenuhnya berada di dalam bayangan inti bumi atau umbra. Fase totalitas ini diperkirakan berlangsung selama 1 jam 22 menit. Pada tahap inilah bulan akan terlihat berwarna merah gelap—fenomena yang dikenal luas sebagai blood moon.
Warna merah tersebut muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer bumi. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek seperti biru tersaring, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan ke permukaan bulan.
Salah satu keunggulan gerhana bulan dibanding gerhana matahari adalah keamanannya untuk diamati secara langsung tanpa alat pelindung mata. Meski demikian, penggunaan teropong atau teleskop dapat membantu melihat detail permukaan bulan dengan lebih jelas.
BMKG juga menyarankan masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya serta memiliki langit cerah agar pengalaman menyaksikan fenomena ini semakin optimal.
Selain menjadi tontonan menarik, gerhana bulan total juga kerap dimanfaatkan sebagai sarana edukasi astronomi. Peristiwa ini memberi kesempatan bagi pelajar, komunitas astronomi, hingga masyarakat umum untuk memahami lebih jauh tentang pergerakan benda langit dan dinamika tata surya.
Dengan durasi total hampir lima setengah jam dan fase totalitas lebih dari satu jam, gerhana bulan total 3 Maret 2026 menjadi momen langka yang sayang untuk dilewatkan. Jika cuaca mendukung, langit malam Indonesia akan dihiasi panorama merah tembaga yang memukau dan penuh makna ilmiah.(dhil)










