Koranindopos.com, JAKARTA – Babak playoff Liga Champions 2026 telah berakhir pada Rabu (25/2/2026) malam. Itu menghasilkan daftar 16 besar. UEFA menerapkan format baru dengan tambahan satu ronde. Hal itu menghadirkan drama dan tekanan sejak awal fase gugur. Keputusan UEFA tersebut membuat sejumlah tim elite harus melewati jalur tambahan. Klub seperti Paris Saint-Germain dan Real Madrid tidak bisa melenggang mudah.
Sebagian tim tampil meyakinkan dan membuktikan kapasitasnya di panggung Eropa. Namun ada pula yang runtuh ketika kemenangan sudah di depan mata. Babak gugur kali ini menghadirkan kombinasi kejutan besar, penampilan individu gemilang, dan kehancuran yang menyakitkan. Berikut daftar pemenang dan pecundang dari fase krusial tersebut.
Sorotan tertuju pada Vinicius Junior saat Real Madrid menghadapi Benfica. Situasi panas di luar lapangan membuat laga ini semakin emosional. Absennya Kylian Mbappe karena cedera membuat Vinicius menjadi tumpuan utama. Ia memikul tanggung jawab besar untuk membawa timnya lolos.
Real Madrid sempat kesulitan menghadapi tekanan Benfica di awal pertandingan. Skor 2-1 pada laga tersebut dan agregat 3-1 terbilang menyanjung performa mereka. Gol penentu lahir dari kerja sama dengan Federico Valverde sebelum dituntaskan melewati Anatoliy Trubin. Selebrasi menari di sudut lapangan menjadi simbol kebangkitan performanya musim ini.
Wakil Italia mengalami malam kelam di kompetisi ini. Inter Milan kalah 1-2 di kandang dari Bodo Glimt setelah sebelumnya tumbang 1-3 di Norwegia. Kegagalan tersebut menyorot kondisi Serie A di level Eropa. Finalis musim lalu harus tersingkir lebih cepat dari perkiraan.
Juventus hampir membalikkan agregat usai kalah 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama. Namun skor akhir 5-7 memastikan mereka tetap tersingkir. Juara bertahan domestik, Napoli, bahkan finis di posisi ke-30 fase liga. Hanya Atalanta yang menjaga asa Italia setelah menyingkirkan Borussia Dortmund.
Bodo Glimt menjadi kisah paling mengejutkan di playoff musim ini. Klub Norwegia itu tampil tanpa rasa takut menghadapi nama besar. Kemenangan atas Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga membuktikan kualitas mereka. Inter akhirnya menjadi korban berikutnya dalam perjalanan sensasional ini.
Tim asuhan Kjetil Knutsen menunjukkan keseimbangan antara disiplin bertahan dan efektivitas menyerang. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan efisien. Keberhasilan ini membawa Bodo Glimt ke babak 16 besar. Mereka berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting CP pada fase selanjutnya.
Borussia Dortmund tersingkir bukan hanya karena kualitas lawan. Cara mereka kehilangan keunggulan menjadi sorotan utama. Setelah unggul 2-0 di leg pertama, Dortmund gagal menjaga konsistensi. Peluang emas dari Serhou Guirassy yang terbuang sebelum gol Karim Adeyemi menjadi titik balik.
Situasi semakin kacau ketika penalti dan dua kartu merah terjadi di akhir laga. Kekalahan agregat 4-1 dari Atalanta menjadi akhir pahit musim Eropa mereka. Musim domestik juga tidak berjalan mulus dengan jarak poin dari Bayern Munich yang cukup lebar. Kegagalan ini merangkum inkonsistensi Dortmund sepanjang musim.
AS Monaco sempat unggul 1-0 di kandang Paris Saint-Germain di Parc des Princes. Gol Maghnes Akliouche membuka harapan kejutan besar. Namun keputusan ceroboh Mamadou Coulibaly mengubah arah pertandingan. Ia menerima dua kartu kuning dalam waktu tiga menit.
PSG segera memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Gol dari Marquinhos dan Khvicha Kvaratskhelia memastikan kelolosan. Kerja keras Monaco kembali runtuh akibat kartu merah, seperti pekan sebelumnya saat Aleksandr Golovin diusir wasit. Kesempatan menyingkirkan juara bertahan pun menguap begitu saja. (bnt/mmr)










