Koranindopos.com, Jakarta – Selama satu dekade, Prilly Latuconsina dikenal publik sebagai Risa dalam film horor Danur garapan MD Pictures. Sejak pertama kali diproduksi pada 2015, karakter tersebut melekat kuat pada dirinya. Kini, kisah itu memasuki babak akhir melalui film Danur: The Last Chapter yang digadang-gadang menjadi penutup perjalanan panjang tersebut.
Film terbaru ini bukan sekadar lanjutan cerita, melainkan momen perpisahan antara Prilly dan karakter yang membesarkan namanya di genre horor. Dalam proses panjang itu, Prilly mengaku mengalami banyak perubahan cara pandang, termasuk terhadap dunia yang selama ini identik dengan rasa takut, yakni makhluk halus yang menjadi inti cerita Danur.
“10 tahun jadi karakter Risa yang menempel di saya, itu saya jadi menganggap hantu itu baik,” kata Prilly Latuconsina di Mal Agora, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).
Perubahan cara pandang itu tidak terjadi seketika. Prilly menuturkan bahwa pada awalnya ia juga memiliki ketakutan dan prasangka negatif, sebagaimana kebanyakan orang. Namun, seiring pendalaman karakter dan proses syuting yang berulang, ia mulai melihat sisi lain dari sosok-sosok yang digambarkan dalam cerita.
“Saya tuh pas syuting Danur tuh selalu menganggap hantu yang jahat pun pasti dia ada ceritanya deh, pasti ada di baliknya deh kenapa dia kayak gitu,” ucapnya.

Keterikatan Prilly dengan Risa tidak hanya dirasakan olehnya, tetapi juga oleh para penggemar. Selama bertahun-tahun, publik kerap menyamakan gestur, gaya, hingga penampilan Prilly dengan karakter Risa. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya imej yang terbangun dari peran tersebut.
“Orang tuh langsung kayak, ‘Ini look Risa banget.’ Dan saya senang karakter Risa itu menempel sama saya. Posting apa ditanyain film Danur kapan lagi, kapan mainin Risa lagi,” jelas Prilly.
Dampak peran Risa juga merambah sisi psikologis Prilly. Ia mengakui karakter tersebut seolah hidup berdampingan dengannya. Bahkan, kedekatan itu kerap menjadi bahan candaan di lokasi syuting, terlebih saat Prilly bertemu langsung dengan Risa Saraswati, penulis novel Danur.
“Suka bercandaannya kalau di lokasi syuting, kita manggil diri kita tuh kembaran. Terus ada foto-foto kembar, kita pakai baju PNS. Dan itu mirip beneran,” ucapnya.
Tak hanya soal penampilan dan kepribadian, kebiasaan sehari-hari Prilly pun ikut terpengaruh. Ia menyadari ada perubahan selera yang sebelumnya tak pernah ia rasakan. Hal-hal kecil tersebut menjadi bukti betapa dalam karakter Risa meresap ke kehidupannya selama 10 tahun terakhir.
“Pas syuting tuh saya ngerasa jadi lebih suka makan bakso, kan dulu hobinya (Risa) makan bakso,” pungkas Prilly. (Brg/Kul)










