Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, Yosua merupakan warga asal Merauke, Papua Selatan, dan saat ini sedang menjalani semester akhir perkuliahannya.
“Dia mahasiswa STIPAN. Dia itu semester akhir, sudah mau skripsi. Semester 6,” ujar Nurma saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Rabu (19/8/2026).
Yosua diamankan polisi di sekitar Stasiun Lenteng Agung setelah kepolisian menerima laporan melalui layanan darurat 110 terkait dugaan penganiayaan terhadap dua pengendara sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 23.45 WIB di Jalan Raya Lenteng Agung.
Saat diamankan, Yosua disebut masih berada dalam kondisi mabuk. Polisi kemudian menunggu hingga kondisinya sadar sebelum melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan mengenai kejadian tersebut.
Dari pemeriksaan awal, polisi mengetahui bahwa Yosua tinggal di rumah kos yang berada di sekitar kampusnya.
“Dia kost di STIPAN. Di situ ada kosannya buat orang-orang dari Papua, jadi ya memang di situ dia (tinggalnya),” kata Nurma.
Kepada polisi, Yosua mengaku mengonsumsi satu botol minuman beralkohol jenis Intisari di kamar kosnya sebelum kejadian.
Namun, ia mengaku tidak mengingat apa yang terjadi setelah mengonsumsi minuman tersebut. Termasuk ketika dirinya keluar tanpa mengenakan pakaian dan diduga memukul sejumlah pengendara di sekitar Stasiun Lenteng Agung.
Nurma mengatakan, berdasarkan keterangan Yosua, pria tersebut mengaku tidak mengetahui alasan dirinya melepas pakaian maupun melakukan tindakan yang terjadi pada malam tersebut.
“Dia bilang, ‘Ya saya karena tidak ingat. Saya lupa yang saya lakukan itu’,” tutur Nurma.
Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh rangkaian kejadian, termasuk kondisi Yosua sebelum berada di jalan serta tindakan yang dilakukannya terhadap para pengendara.
Yosua saat ini masih diamankan di Polsek Jagakarsa. Polisi memberikan waktu selama 24 jam untuk memastikan ada atau tidaknya korban yang membuat laporan resmi.
Hingga Rabu (19/8/2026), belum ada korban dugaan penganiayaan yang secara resmi melapor kepada polisi.
“Kita tunggu saja sih sebetulnya. Cuma kalau sekarang kita mencari korban, kita tungguin nih (untuk melapor). Kemarin sudah (cari korban). Tadi juga kita (cari korban) di medsos,” ujar Nurma.
Polisi juga berupaya mengidentifikasi pengendara yang diduga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan apakah terdapat korban yang mengalami luka atau kerugian akibat tindakan Yosua.
Sebelumnya, video seorang pria tanpa busana yang mengamuk di Jalan Raya Lenteng Agung beredar di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @bimoo_saktii, terlihat seorang pria diduga mengamuk dan memukul pengendara sepeda motor. Salah satu pengendara ojek online bahkan terlihat terjatuh hingga tubuhnya terhimpit sepeda motor.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian warga dan berujung pada pengamanan Yosua oleh polisi.
Kepolisian masih mendalami kejadian tersebut sembari mencari korban dan mengumpulkan keterangan tambahan. Polisi juga akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan serta ada atau tidaknya laporan resmi dari korban dugaan penganiayaan.(dhil/kmps)




