Koranindopos.com – JAKARTA – Operasi pencarian aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor berinisial B (36) yang diduga hanyut di Sungai Cisadane resmi dihentikan pada hari ketujuh, Rabu (19/8/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan B selama tujuh hari pencarian.
“Untuk hari ini, hari ketujuh, tadi sekira pukul 16.30 WIB, untuk Posko SAR, untuk Posko Operasi SAR pencarian Saudara B di Kelurahan Cipaku sudah dibubarkan,” kata Dimas kepada wartawan di lokasi, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Dimas menambahkan, penyisiran yang dilakukan pada hari terakhir juga belum membuahkan hasil.
“Jadi secara umum, hasil pencarian hari ini memang masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan dari Saudara B,” ujarnya.
Selama tujuh hari operasi berlangsung, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Cisadane hingga wilayah Gunung Batu serta sejumlah tepian sungai.
Petugas juga melakukan berbagai upaya untuk memperluas jangkauan pencarian, salah satunya dengan menyebarkan pamflet yang memuat informasi mengenai B.
Meski operasi resmi dihentikan, Dimas mengatakan masih terdapat harapan apabila nantinya muncul informasi baru mengenai keberadaan B.
“Tetap masih ada kita harapan, ya siapa tahu mungkin di tepian ini ditemukan atau seperti apa. Namun memang sampai dengan tadi operasi ditutup, ini belum menemukan titik-titik ataupun tanda-tanda,” tutur Dimas.
Penghentian operasi SAR bukan berarti seluruh upaya pencarian tertutup sepenuhnya. Menurut Dimas, operasi masih dapat dibuka kembali apabila terdapat informasi atau temuan baru yang dapat membantu mengarahkan pencarian.
Informasi tersebut dapat berupa laporan visual, temuan di sekitar aliran sungai, maupun petunjuk lain yang kemudian dianalisis oleh tim.
“Namun ketika memang nantinya ditemukan sebuah informasi atau bahan yang memang bisa kita analisa bersama, ini tidak menutup bahwa operasi SAR ini bisa dibuka kembali,” jelasnya.
Dengan demikian, pihak terkait masih membuka kemungkinan melakukan pencarian kembali apabila terdapat petunjuk baru yang dinilai relevan.
B diketahui merupakan ASN yang bertugas di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor.
Ia diduga jatuh dan hanyut di aliran Sungai Cisadane ketika dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di kawasan Pamoyanan. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah B mengikuti rapat internal pada Kamis malam.
Sejak laporan mengenai dugaan B hanyut diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif di sepanjang jalur yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Namun, hingga pencarian memasuki hari ketujuh, keberadaan B masih belum diketahui.
Penghentian operasi SAR dilakukan setelah seluruh upaya pencarian selama tujuh hari belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Meski demikian, peluang dibukanya kembali operasi tetap tersedia apabila muncul informasi atau petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.(dhil/kmps)










