JAKARTA, koranindopos.com – Kemarahan Presiden Jokowi di depan para menteri dan kepala daerah soal masih minimnya penggunaan produk dalam negeri beberapa hari lalu direspons serius para pejabat. Salah satunya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Dia meminta jajarannya berkomitmen dalam optimalisasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).
Arahan tersebut disampaikan Menag kepada Staf Khusus Menag, pejabat eselon II, III, dan jajaran UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa). “Ini harus menjadi pegangan kita semua. Saya ingin kita kembali berkomitmen atas Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) setelah kemarin Jumat di Bali, Presiden memberikan arahan secara khusus terkait ini,” tegas dia seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (29/3).
Menteri yang akrab disapa Gus Yaqut itu menyatakan, meski secara ranking optimalisasi P3DN Kemenag tidak disentil Presiden Jokowi dibanding kementerian/lembaga lainnya, komitmen itu tetap dia minta dipercepat dan maksimal April sudah selesai. Menurutnya, komitmen optimalisasi P3DN sangat penting. Sebab, dunia sekarang ini mengalami banyak ketidakpastian karena pandemi Covid-19, disrupsi teknologi, dan perang Rusia-Ukraina. “Kondisi ini sangat mengganggu, bukan hanya soal stabilitas keamanan, tetapi juga kualitas ekonomi,” ujar dia.
Menurut Gus Yaqut, Indonesia tidak boleh menjadi korban, dan salah satu caranya membuat APBN menjadi trigger atas pertumbuhan ekonomi. Dia mengingatkan agar APBN yang dibelanjakan Kemenag mengoptimalkan pembelian produk-produk dalam negeri. “Hindari impor, misalnya CCTV, komputer, ATK, dan produk lainnya. Presiden sudah perintahkan berbagai lembaga untuk mengawasi di masing-masing kementerian/lembaga,” tegasnya.
Politisi PKB itu minta UKPBJ untuk segera bergerak dan fokus dalam melakukan proses belanja barang dan jasa sesuai ketentuan agar tidak ada masalah di belakang hari. UKPBJ juga perlu koordinasi dengan LKPP agar mengetahui barang yang dikategorikan produk dalam negeri dan informasi lainnya. “Saya minta Staf Khusus Wibowo Prasetyo menjadi dirigen pemanfaatan teknologi dalam pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan produk dan barang dalam negeri,” tandas Gus Yaqut.(hai)










