Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Megapolitan

Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
8 Mei 2026
in Megapolitan
A A
0
EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, KOTA BEKASI-Kota Bekasi mendadak viral. Itu setelah Satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen Earth Surface Mineral Dust Source Investigation (EMIT) milik NASA mengungkap fakta tentang tingginya emisi metana dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Kawasan tersebut menghasilkan sekitar 6,3 ton gas metana per jam. Fakta tersebut menempatkan Kota Patriot dan Kota Industri itu sebagai kota kedua penyumbang emisi beracun metana terbesar di dunia, persis di bawah Campo de Mayo di Argentina.

Perlu diketahui, dikutip dari earthdata.nasa.gov, EMIT adalah instrumen NASA Earth Venture (EVI-4) yang dipasang di bagian luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). EMIT merupakan instrumen pertama yang menggunakan teknologi spektroskopi pencitraan yang ditemukan NASA untuk mengukur secara komprehensif berbagai panjang gelombang cahaya yang dipancarkan oleh mineral di permukaan gurun dan sumber debu lainnya untuk menentukan komposisinya.

Temuan itu menunjukkan besarnya kontribusi sektor pengelolaan sampah terhadap emisi gas rumah kaca, terutama di kawasan seperti TPST Bantargebang yang menerima ribuan ton sampah setiap hari. Emisi metana tidak bisa dianggap sepele karena dalam jangka 20 tahun, efek pemanasannya jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida. Gas tersebut mempercepat pemanasan global, sekaligus berperan dalam pembentukan ozon troposfer yang berbahaya bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Artikel Terkait

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

BEM SI Tegaskan Gerakan Mahasiswa Harus Berdiri di Atas Integritas Moral dan Intelektual

Jamkrindo Gelar Donor Darah dan Berbagai Kegiatan Sosial dalam Rangka HUT ke-56

Sebelumnya, terkait kondisi TPST Bantargebang yang memperihatinkan itu, Pemprov DKI Jakarta selaku wilayah yang membuang sampah di TPST tersebut buka suara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, dirinya telah menyetujui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek itu akan mengolah sampah menjadi energi listrik. ”Yang pertama, saya sudah menyetujui untuk di sana segera dibangun untuk PLTSa pembangkit listrik tenaga sampah,” kata Pramono pada Kamis (7/5/2026).

Selain itu, skema pengolahan sampah menjadi bahan bakar (fuel) juga telah disiapkan di TPST Bantargebang. Pihaknya akan memfokuskan pada pengolahan sampah dengan metode refuse derived fuel (RDF). ”Sehingga dengan demikian nanti di sana ada tiga aktivitas, untuk RDF Bantargebang, yang kedua untuk fuel, yang ketiga untuk menjadi energi (PLTSa),” katanya. (kc/mmr)

Topik: BekasiKota BekasiSampah

TerkaitBerita

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan
Megapolitan

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
BEM SI Tegaskan Gerakan Mahasiswa Harus Berdiri di Atas Integritas Moral dan Intelektual
Megapolitan

BEM SI Tegaskan Gerakan Mahasiswa Harus Berdiri di Atas Integritas Moral dan Intelektual

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Jamkrindo Gelar Donor Darah dan Berbagai Kegiatan Sosial dalam Rangka HUT ke-56
Megapolitan

Jamkrindo Gelar Donor Darah dan Berbagai Kegiatan Sosial dalam Rangka HUT ke-56

oleh Editor : Anggoro
23 Juni 2026
Sempat Dikabarkan Tewas, Ojol Korban Tabrak Lari BMW di Jakarta Barat Dipastikan Selamat
Megapolitan

Sempat Dikabarkan Tewas, Ojol Korban Tabrak Lari BMW di Jakarta Barat Dipastikan Selamat

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

Nasib Pilu Komang Ani: Lansia yang Pertahankan Tanah Malah Dipenjara, Kini Terancam Kebutaan Permanen

24 Juni 2026
Sentuhan Magis Bebi Romeo dan Kisah Penyintas Kanker di Balik Mini Album “Suara Hati” Duo Antonia

Sentuhan Magis Bebi Romeo dan Kisah Penyintas Kanker di Balik Mini Album “Suara Hati” Duo Antonia

24 Juni 2026
RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

24 Juni 2026
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3554 shares
    Share 1422 Tweet 889
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    442 shares
    Share 177 Tweet 111
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya