Koranindopos.com, JAKARTA — Prefektur Miyazaki, Jepang, membuka lowongan kerja untuk specified skilled worker (SSW). Itu sebagai komitmen pemerintah Jepang dalam memperkuat kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam hal pemenuhan pekerja migran.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, pekerja migran Indonesia (PMI) di Miyazaki saat ini menjadi yang terbesar dibandingkan negara pengirim tenaga kerja lain di Asia seperti Vietnam, Bangladesh, Filipina, dan negara lainnya. ”Hari ini Prefektur Miyazaki kembali memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pekerja migran di wilayah mereka beberapa tahun ke depan. Seluruh sektor yang dibuka merupakan sektor skill worker dengan skema SSW, artinya pekerja yang memiliki keterampilan khusus,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan pers, usai menerima kunjungan kerja Gubernur Prefektur Miyazaki, Jepang, Shunji Kōno, di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan pada Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama penempatan PMI sektor formal dan pekerja berketerampilan khusus atau SSW di Jepang. Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri P2MI menyebut Prefektur Miyazaki menjadi prefektur keempat di Jepang yang menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian P2MI untuk memperluas kerja sama penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga menandatangani hasil diskusi awal sebagai tahapan menuju penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian P2MI dan Pemerintah Prefektur Miyazaki. ”Kami baru saja menandatangani langkah awal atau tahapan pembahasan MoU. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi kita bisa menandatangani MoU bersama yang akan memperkuat posisi Indonesia, terutama dalam konteks perlindungan pekerja migran Indonesia di Miyazaki maupun rencana penempatan tenaga profesional formal ke depan,” katanya.
Mukhtarudin menjelaskan, Jepang saat ini menghadapi fenomena aging population dan penurunan jumlah penduduk yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja terampil di berbagai sektor formal di Jepang.
Politikus Golkar tersebut menambahkan, pemerintah akan terus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia, baik dari sisi kemampuan bahasa maupun kompetensi teknis, sesuai arahan Presiden RI agar penempatan PMI ke luar negeri semakin berkualitas dan terlindungi.
Selain Miyazaki, Kementerian P2MI juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan prefektur lain di Jepang, termasuk Prefektur Aichi yang direncanakan akan berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.
Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki Shunji Kōno menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Indonesia dan berharap semakin banyak warga Indonesia bekerja di wilayahnya. ”Jepang saat ini mengalami depopulasi atau penurunan jumlah penduduk. Di sisi lain, Indonesia memiliki populasi yang terus berkembang. Ini menjadi peluang kerja sama yang baik antara Jepang dan Indonesia,” ujar Kōno.
Kono mengatakan, Pemerintah Prefektur Miyazaki berharap semakin banyak perusahaan di wilayahnya merekrut tenaga kerja asal Indonesia, khususnya pekerja dengan keterampilan khusus. (hrs/mmr)










