Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

STIKES UMMI Gandeng BP2MI Salurkan Tenaga Kesehatan Ke Luar Negeri

Editor : Hana oleh Editor : Hana
6 Juni 2022
in Nasional
A A
0
STIKES UMMI Gandeng BP2MI Salurkan Tenaga Kesehatan Ke Luar Negeri
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, koranindopos.com – Terobosan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) UMMI Bogor dalam menyalurkan tenaga lulusan keperawatan tidak hanya slogan semata. Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia yang membawahi STIKES UMMI menjajaki perampungan kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dalam penyaluran tenaga kesehatan ke luar negeri, mulai dari kawasan Asia, Afrika, Amerika, Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah.

Ketua Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia, dr. Andi Tatat, MKM mengatakan, dengan pertemuan lanjutan dengan BP2MI diharapkan STIKES UMMI mengetahui persyaratan dan aturan main yang diminta oleh negara tujuan.

“Seperti kita ketahui, negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah memiliki persyaratan-persayaratan yang berbeda dalam menerima nakes perawat kita. Dengan pemaparan dari BP2MI Alhamdulillah kita bisa lebih dini dalam mempersiapkan lulusan kita sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” ujar dr. Andi Tatat, Sabtu (04/06/2022) di RS UMMI Bogor.

Dikatakannya, kebutuhan dunia atas Tenaga Kesehatan Perawat sendiri diketahui mengalami defisit. Dimana kawasan Asia Tenggara sendiri menurut data yang dikeluarkan oleh WHO mencapai 1,9 juta lebih perawat dan bidan.

Artikel Terkait

Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas

“Yayasan melihat kebutuhan itu sebagai peluang yang menjanjikan untuk para lulusan nakes kami dalam mengembangkan karir mereka di masa depan. Kami tidak hanya menyediakan pendidikannya, namun juga sekaligus menyiapkan penyerapannya. Pilihan nantinya ada pada mereka, bila memilih berkarir di dalam negeri kami juga telah menjalin kerjasama dan mempunyai jejaring rumah sakit dan klinik yang siap menyerap para lulusan,” terang Direktur Utama RS UMMI Bogor.

Sementara itu, Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa & Timur Tengah (Ertim) BP2MI dr. Nova Novianti Nasution menjawab, untuk sepanjang periode 2020 – 2025 saja setidaknya ada ratusan ribu permintaan tenaga perawat asal Indonesia.

“Kami mencatat potensi permintaan tenaga kerja perawat sepanjang periode tahun 2020- 2025 luar negeri ada 183.181 orang. Permintaan terbesar dari Negara Jepang sebanyak 60.000, Taiwan 10.000, Timur Tengah 7.000 permintaan, belum lagi Australia 1.000 orang, serta Amerika 64.681 permintaan. Itu belum termasuk negara lainnya,” ungkap dr. Nova.

Lebih lanjut dikatakannya, BP2MI telah menjembatani penyaluran tenaga kerja kesehatan dengan negara tujuan dengan beberapa skema seperti Private to Private (P to P), Government to Private s(G to P), dan Government to Government (G to G).

“BP2MI selalu berkoordinasi intra Kementrian dengan Kemkes, Kemnaker, dan Kemlu seputar kebijakan yang dikeluarkan. Dengan begitu BP2MI tak hanya menyalurkan nakes namun lebih ke perlindungan para pekerja migran nantinya,” tegas Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Ertim BP2MI.

Dengan adanya peluang permintaan yang besar tenaga perawat dari negara-negara luar, dirinya berharap Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia dapat menangkap peluang ini dan mempersiapkan lulusan terbaiknya.

“Kita telah memiliki kerjasama G to G dengan Pemerintah Jepang. Berdasarkan pengalaman yang ada, para nakes kita langsung dikontrak selama 3 Tahun dengan gaji berkisar antara 100 ribu – 200 ribu Yen (setara 11 juta – 22 juta rupiah) diluar uang lembur, tunjangan, bonus dan aneka fasilitas menjanjikan. Selain itu, kami juga memiliki Program Triple Win G to G dengan Pemerintah Jerman. Dengan posisi Asisten Perawat saja nakes kita sudah bisa mendapat penghasilan di kisaran 26 juta rupiah, sedangkan posisi Nurse mendapatkan gaji 31 juta rupiah sudah dipotong pajak,” papar dr. Nova.

Diakhir, dirinya mengungkap saat ini BP2MI tengah menggodok perjanjian kerjasama G to G antara RI dengan Kuwait, Arab Saudi, Belanda, UEA, dan Qatar.

“Salah satu penjajakan yang kami sedang godok yakni dengan Negara Belanda. Di draft kerjasama para nakes perawat kita bisa mendapat penghasilan antara 2.000 – 3.500 euro perbulan (31 – 54 juta rupiah), diluar tunjangan lembur, hari libur yang dibayar, liburan yang dibayar (8 % dari gaji tahunan), tunjangan transportasi, dana pensiun, dan kesempatan karir ke jenjang lebih tinggi,” tukas dr. Nova sambil mengatakan banyak sekali keuntungan bekerja di sektor Keperawatan.(yan)

Topik: BP2MISTIKES UMMITenaga Kesehatan

TerkaitBerita

IPO
Nasional

Purbaya Unggul dalam Survei Kinerja Menteri, MBG Perlu Dilanjutkan

oleh Editor : Hairul
8 Agustus 2026
KERJA SAMA: Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja (kanan) secara resmi telah meneken kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Pendidikan

Dua Universitas Jalin Kerja Sama Untuk Standardisasi Fakultas Kedokteran

oleh Editor : Memoarto
8 Agustus 2026
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas
Peristiwa

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta, Kertas Diduga Dokumen Berhamburan dari Lantai Atas

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026
BGN Akan Pasang Label Batas Waktu Konsumsi pada Ompreng MBG, Upaya Cegah Kasus Keracunan
Nasional

BGN Akan Pasang Label Batas Waktu Konsumsi pada Ompreng MBG, Upaya Cegah Kasus Keracunan

oleh Editor : Affandy
8 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya