Kamis, 8 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Langkahi Pasar Ekspor demi Nusantara: Sarung Asaatid Unjuk Gigi di INACRAFT 2026 Membawa Slogan Kemewahan Sejati

Editor : Akula oleh Editor : Akula
8 Oktober 2026
in Ekonomi, Bisnis
A A
0
Langkahi Pasar Ekspor demi Nusantara: Sarung Asaatid Unjuk Gigi di INACRAFT 2026 Membawa Slogan Kemewahan Sejati

Sarung Asaatid hadir di INACRAFT 2026 membawa identitas baru 'Kemewahan Sejati'.(Foto. Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Pasar sandang dan tekstil tradisional nusantara kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Merek sarung tenun berkualitas premium, Sarung Asaatid, resmi tampil memukau pada ajang pameran kerajinan terbesar INACRAFT Vol. 5 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) mulai Rabu (7/10) hingga Minggu (11/10). Kehadiran produsen tenun asal Pekalongan ini sekaligus mempertegas eksistensi produk lokal dalam persaingan industri tekstil global.

Ajang pameran ini menjadi momen krusial bagi jenama di bawah naungan PT Bama Prima Textile tersebut. Pasalnya, partisipasi kali ini menandai transformasi besar perusahaan setelah melakukan peremajaan identitas merek. Merek yang diproduksi di sentra tekstil Pekalongan—bersandingan dengan jenama ternama seperti Sarung Gadjah Duduk dan Sarung Mangga—siap memperluas jangkauan pasarnya ke seluruh pelosok tanah air dari Aceh hingga Papua.

Marketing Manager PT Bama Prima Textile, Herman Kurniawan, menegaskan nilai strategis dari keikutsertaan mereka dalam pameran internasional tersebut. “Ini adalah kali keempat kami ikut INACRAFT. Namun, tahun ini merupakan panggung internasional pertama kami setelah rebranding logo baru dan slogan ‘Kemewahan Sejati’,” ujar Herman Kurniawan saat ditemui di lokasi pameran.

Perjalanan Sarung Asaatid di industri tekstil sebenarnya telah merentang selama lebih dari satu dekade. Memulai kiprah sejak periode 2012–2013, produsen ini pada awalnya fokus menggarap ceruk pasar luar negeri menggunakan merek ekspor seperti Gajah Kursi di Malaysia serta Dahrin di kawasan Afrika. Negara-negara seperti Malaysia, Somalia, Ethiopia, Yaman, Dubai, hingga Oman telah lama menjadi tujuan distribusi utama produk tenun mereka.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh Rp25 Ribu, Jadi Rp2,565 Juta per Gram

BPIH Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Bipih Jemaah Rp54,65 Juta

Pameran ALLPrint Indonesia 2026 Diikuti 400 Peserta Dari 10 Negara

Langkah penetrasi ke pasar domestik secara masif baru dimulai beberapa tahun lalu menjelang pandemi Covid-19 dengan mengusung nama Sarung Asaatid. Strategi ini terbukti efektif melihat tingginya respons konsumen lokal. Hingga menjelang akhir tahun ini, catatan penjualan grup manufaktur tekstil tersebut telah hampir menyentuh angka 100.000 kodi untuk memenuhi permintaan pasar ekspor maupun grosir domestik.

Keunggulan utama dari produk ini terletak pada pemilihan bahan baku serta penguasaan teknik pembuatan motif. Untuk seri super premium seperti varian Elegan, manufaktur menggunakan bahan double rayon pilihan yang dirancang khusus agar memiliki karakteristik sehalus dan selemas sarung goyor. Fleksibilitas bahan rayon ini membuat sarung tetap nyaman dipakai karena terasa sejuk saat cuaca panas dan memberikan rasa hangat ketika suhu dingin.

Tidak hanya mengandalkan kenyamanan bahan, proses manufaktur juga memadukan tiga teknik tenun sekaligus, yaitu dobby (sulam luar), printing (motif batik), dan songket. Perpaduan teknik modern berbasis mesin ini mampu menghasilkan visual motif rumit menyerupai Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) namun tetap ditawarkan dengan kisaran harga yang rasional, mulai dari Rp70 ribu hingga Rp400 ribuan.

Respons positif juga datang dari kalangan tokoh agama dan pimpinan lembaga pendidikan Islam. Pada berbagai perhelatan besar seperti Muktamar NU, tercatat banyak tokoh dan pengasuh pesantren yang memesan khusus belasan hingga puluhan kodi sarung untuk kebutuhan institusi mereka. Hal ini membuktikan bahwa kualitas bahan dan motif yang ditawarkan mampu memenuhi standar kebutuhan masyarakat luas.

Melihat tingginya minat masyarakat di ajang INACRAFT, pihak pengelola menyiapkan penawaran khusus dan beragam aktivitas interaktif bagi para pengunjung. “Di event ini, kami mengajak para pengunjung melihat langsung kemewahan sarung kualitas ekspor namun harga bersahabat mulai dari 100ribu hingga koleksi super premium kami yang hanya 400 ribuan saja,” tambah Herman.

Guna menambah keseruan, booth pameran juga dilengkapi dengan tantangan hiburan berhadiah produk secara langsung. “Cuman di event ini kami mengajak para pengunjung main game menguji ketangkasan menghentikan timer tepat angka 10:00, yang berhasil bisa langsung bawa pulang Sarung gratis!” seru Herman yang juga memperagakan cara bermain game tersebut.

Menatap arah tren masa depan, PT Bama Prima Textile terus melakukan riset dan pengembangan (R&D) produk berbasis kain sarung untuk menggaet minat generasi muda. Perusahaan berencana meluncurkan lini busana kasual kekinian pada tahun 2027 mendatang, seperti celana model kargo berbasis kain sarung. Langkah inovatif ini diharapkan dapat mengubah persepsi sarung dari sekadar pakaian ibadah menjadi bagian dari gaya hidup busana harian. (RIS/Hend)

 

 

Topik: Herman KurniawanINACRAFT 2026Industri Tekstil IndonesiaPT Bama Prima TextileSarung AsaatidSarung EksporSarung GoyorSarung PremiumSarung Tenun PekalonganTren Busana Muslim

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh Rp25 Ribu, Jadi Rp2,565 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Jatuh Rp25 Ribu, Jadi Rp2,565 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
8 Oktober 2026
BPIH Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Bipih Jemaah Rp54,65 Juta
Ekonomi

BPIH Haji 2027 Ditetapkan Rp98,46 Juta, Bipih Jemaah Rp54,65 Juta

oleh Editor : Affandy
8 Oktober 2026
AJANG INTERNASIONAL: Sejumlah pengunjung berada di gerai-gerai peserta pameran internasional percetakan dan teknologi grafika ALLPrint Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Rabu (7/10/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

Pameran ALLPrint Indonesia 2026 Diikuti 400 Peserta Dari 10 Negara

oleh Editor : Memoarto
7 Oktober 2026
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market
Ekonomi

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Incar Pasar Dunia, Pengusaha F&B Siap Unjuk Gigi di SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Incar Pasar Dunia, Pengusaha F&B Siap Unjuk Gigi di SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

8 Oktober 2026
BULOG Terus Percepat Penyaluran SPHP Jagung Pakan, Pastikan Stok Nasional Mencukupi

BULOG Terus Percepat Penyaluran SPHP Jagung Pakan, Pastikan Stok Nasional Mencukupi

8 Oktober 2026
Pre-Order iPhone 18 Pro Diserbu, Antrean Tembus 3.046 Orang di Indonesia

Pre-Order iPhone 18 Pro Diserbu, Antrean Tembus 3.046 Orang di Indonesia

8 Oktober 2026
Penjualan Toyota Crown Tertekan, Camry Terbaru Diduga Jadi Penyebabnya

Penjualan Toyota Crown Tertekan, Camry Terbaru Diduga Jadi Penyebabnya

8 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4929 shares
    Share 1972 Tweet 1232
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya