Koranindopos.com, JAKARTA – Arsenal sempat membuat Mikel Arteta frustrasi setelah kalah 0-3 dari Brighton sebelum jeda internasional. Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengaku sampai merasa “matanya sakit” melihat permainan timnya.
Kembali ke Emirates Stadium, situasi awalnya tidak banyak berubah. Arsenal kesulitan membongkar pertahanan Leeds United dan tertinggal melalui gol James Justin pada babak kedua. Namun, respons cepat setelah kebobolan mengubah jalannya pertandingan. Dalam rentang singkat, Arsenal menunjukkan tiga kualitas penting yang membantu mereka membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.
Selama satu jam pertama, Arsenal tampil lamban. Mereka bahkan mencatat lebih banyak offside daripada tembakan dan pantas tertinggal setelah kesalahan kolektif membuat Justin mendapatkan ruang untuk melepaskan tendangan keras.
Gol Leeds menjadi pemicu perubahan. Martin Odegaard langsung bersiap melakukan kick-off cepat setelah bola kembali ke tengah lapangan. Energi Arsenal meningkat, sementara para pemain mulai bermain dengan intensitas yang sebelumnya hilang.
Tujuh menit setelah gol Leeds, Noni Madueke bergerak agresif dari sisi lapangan dan mengirim bola ke kotak penalti. Serangan tersebut berujung pada gol penyama kedudukan Riccardo Calafiori. Perubahan sikap inilah yang membuat Arsenal kembali menemukan kendali pertandingan.
Leeds tampil disiplin dan membuat Arsenal kesulitan menciptakan ruang. Struktur permainan yang kaku memang menjadi salah satu kekuatan Arteta, terutama dalam menjaga pertahanan, tetapi bisa mengurangi variasi ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat. Calafiori kemudian menjadi pemecah kebuntuan. Bek kiri tersebut menunjukkan naluri menyerang dengan berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola hasil sundulan Ben White dan mencetak gol penyama.
Pergerakannya juga berperan dalam gol kemenangan. Calafiori melakukan penetrasi yang menarik perhatian Nico Elvedi sehingga ruang bagi Declan Rice terbuka. Rice kemudian memberikan umpan cerdik kepada Bruno Guimaraes yang menuntaskannya ke sudut bawah gawang. (bnt/mmr)






