Minggu, 18 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Wabah Muntaber 145 Warga Serpong Lagoon, Epidemiolog Soroti Lemahnya Pengawasan Sumber Air Ilegal

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
18 Oktober 2026
in Megapolitan
A A
0
Wabah Muntaber 145 Warga Serpong Lagoon, Epidemiolog Soroti Lemahnya Pengawasan Sumber Air Ilegal

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com– JAKARTA – Wabah muntaber massal yang menjangkiti sedikitnya 145 warga di Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan (Tangsel), menuai sorotan tajam dari pakar kesehatan masyarakat. Epidemiolog Dicky Budiman menilai, pengoperasian instalasi pengolahan sumber air atau Water Treatment Plant (WTP) tanpa izin yang berlangsung lama mengindikasikan adanya celah serius dalam sistem pengawasan sanitasi dan kesehatan lingkungan di tingkat daerah.

Menurut Dicky, beroperasinya WTP ilegal selama bertahun-tahun di lingkungan pemukiman mencerminkan kelemahan struktural, sistemik, hingga personal dalam pemantauan (surveilans) kesehatan lingkungan oleh pihak berwenang.

“Jadi, mengapa WTP ilegal bisa lolos bertahun-tahun ya? Ya tentunya ini karena kelemahan struktural, sistemik, personal, finansial ya, dari pemantauan atau surveilans kesehatan, sanitasi setempat gitu. Karena artinya kan itu tidak ada izin tetapi beroperasi dan bertahun-tahun atau dalam waktu yang cukup lama,” tegas Dicky saat dihubungi, Sabtu (17/10/2026).

Selain masalah perizinan, Dicky menyoroti rentang waktu berharga yang terlewat antara laporan awal pencemaran air dan munculnya gejala klinis pada warga.

Laporan mengenai kondisi air keruh di Perumahan Serpong Lagoon sebenarnya telah diterima oleh kader kesehatan setempat sejak 16 September 2026. Namun, laporan kasus muntaber baru mulai mengemuka pada 7 Oktober 2026.

Artikel Terkait

Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, BPBD Imbau Kelompok Rentan Meningkatkan Kewaspadaan

Viral Video Pria Dicambuk Berulang Kali di Kantor KPPG Bogor, Kepala KPPG Buka Suara

IPW Desak Kapolri Suyudi Bongkar Bandar Besar Narkoba, Bukan Sekadar Gerebek Kampung

“Nah, kedua ini adalah sekali lagi tingkat kelalaian pemerintah, ya. Indikasi pencemaran sudah ada sejak September, katanya puskesmas juga menerima laporan. Jadi ada gejala muncul juga 7 Oktober, jadi ada jeda sekitar tiga minggu yang terlewat,” papar Dicky.

Ia menilai mekanisme inspeksi air minum daerah perlu dievaluasi total agar tidak hanya bergantung pada objek atau sarana yang terdaftar secara resmi saja.

Guna mengusut tuntas penyebab serta dugaan pembiaran dalam kasus ini, Dicky meminta dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan fasilitas air bersih.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pengerjaan investigasi independen oleh lembaga pengawas.

“Ini kegagalan sekali lagi sistemik karena perizinan, pengawasan, dan respons dini yang lemah,” ucapnya.

Dicky mendesak pihak Inspektorat, Ombudsman, hingga aparat penegak hukum turun tangan menelusuri dugaan kelalaian perizinan maupun lambannya respons terhadap keluhan masyarakat.

Mengenai sumber air baku yang berasal dari danau bekas galian pasir—yang belakangan terpantau dipenuhi sampah dan diduga mendapat aliran buangan dari luar area perumahan—Dicky menegaskan perlunya uji laboratorium mendalam.

Meskipun keandalan indikator Escherichia coli (E. coli) sering mengarah pada kontaminasi tinja atau feses, kepastian hubungan kausal antara kualitas air baku WTP tersebut dan wabah muntaber massal ini memerlukan hasil uji laboratorium serta penyelidikan epidemiologi yang valid dan komprehensif.(dhil/kmps)

Gry o natychmiastowej wygranej tworza osobna kategorie, miedzy automatem a prostym zakladem. Crash, minki i kosci gra sie w kilka sekund, czesto z jedna decyzja na runde. Ich urok tkwi w tempie i natychmiastowej czytelnosci wyniku.

Format gier o natychmiastowym wyniku

W grze crash mnoznik rosnie az do nieprzewidywalnego zatrzymania, a gracz musi zainkasowac wczesniej; w minkach kazde otwarte pole zwieksza potencjalna wygrana i ryzyko. Ciekawi tego formatu moga bissonn.pl i zobaczyc, ktorzy operatorzy je oferuja. Ogloszony wskaznik zwrotu bywa tu wysoki, ale liczba rund na minute rowniez.

ElementDlaczego wazny
Rundy na minuteZwielokrotniaja ekspozycje na ryzyko
Auto-inkasoUstala wyjscie z gory
  • Szybkie tempo zwieksza liczbe stawek na godzine
  • Automatyczne inkaso unika decyzji w pospiechu

Te gry sciskaja wiele decyzji w krotkim czasie i to ich glowny wplyw na budzet. Nawet przy wysokim wskazniku zwrotu marza kasyna dziala przy kazdej rundzie. Ustal liczbe rund lub czas przed startem, a nie w trakcie partii.

Topik: serpong lagoonwabah muntaber

TerkaitBerita

Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, BPBD Imbau Kelompok Rentan Meningkatkan Kewaspadaan
Megapolitan

Asap Karhutla Terdeteksi di Atmosfer Jakarta, BPBD Imbau Kelompok Rentan Meningkatkan Kewaspadaan

oleh Editor : Affandy
17 Oktober 2026
Viral Video Pria Dicambuk Berulang Kali di Kantor KPPG Bogor, Kepala KPPG Buka Suara
Megapolitan

Viral Video Pria Dicambuk Berulang Kali di Kantor KPPG Bogor, Kepala KPPG Buka Suara

oleh Editor : Affandy
16 Oktober 2026
IPW Desak Kapolri Suyudi Bongkar Bandar Besar Narkoba, Bukan Sekadar Gerebek Kampung
Megapolitan

IPW Desak Kapolri Suyudi Bongkar Bandar Besar Narkoba, Bukan Sekadar Gerebek Kampung

oleh Editor : Affandy
15 Oktober 2026
KOLABORASI AKTIF: Direktur Utama PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) Persero Hamim (kiri) menyambut Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin saat peluncuran mesin pengolahan sampah organik yang dinamai Somya. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Megapolitan

Somya Diklaim Mampu Ubah Sampah Organik Menjadi Kompos Hanya 8 Jam

oleh Editor : Memoarto
14 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya