Koranindopos.com – Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengoptimalkan pemberantasan narkoba untuk mengungkap bandar besar di balik peredaran barang terlarang tersebut. Upaya pemberantasan dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, tidak hanya melalui penggerebekan di sejumlah kampung narkoba.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, pemberantasan narkoba yang dilakukan secara serentak di seluruh jajaran kepolisian dapat membantu mendeteksi jaringan bandar besar sekaligus menghentikan atau setidaknya mengurangi arus masuk narkoba ke Indonesia.
“Ini kalau dilakukan secara konsisten akan berdampak besar bagi Indonesia dan bisa dideteksi apa bandar besarnya dan juga bisa menghentikan atau setidak-tidaknya mengurangi arus masuknya barang narkoba ke Indonesia,” kata Sugeng saat dihubungi Kompas.com melalui WhatsApp, Rabu (14/10/2026).
Menurut Sugeng, upaya tersebut harus melibatkan seluruh tingkatan kepolisian, mulai dari Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek. Dengan demikian, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi operasi sesaat, tetapi berlangsung secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Sugeng meyakini Kapolri Suyudi memahami persoalan narkoba karena pernah memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025 selama lebih dari setahun.
Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi modal untuk memahami bahaya narkoba bagi generasi muda, termasuk cara bandar berupaya memengaruhi dan menyusup ke lingkungan aparat penegak hukum agar dapat mendukung kepentingan jaringan mereka.
“Saya meyakini pemberantasan narkoba ini dilakukan oleh Jenderal Suyudi ya sebagai Kapolri akan dilakukan secara konsisten terus-menerus, tidak hanya melalui gebrakan di awal ini,” ujar Sugeng.
IPW mendukung langkah Suyudi yang mengintensifkan penggerebekan sarang dan kampung narkoba di sejumlah daerah. Namun, organisasi tersebut meminta kepolisian melanjutkan operasi dengan menyasar jaringan yang lebih luas, termasuk pihak yang menjadi pemasok dan pengendali peredaran narkoba.
IPW juga meminta Kapolri memerintahkan Kabareskrim dan para kapolda untuk melanjutkan operasi serupa di wilayah lain yang menjadi lokasi peredaran narkoba.
IPW mendorong agar penggerebekan kampung narkoba menjadi bagian dari program kerja 100 hari Kapolri Suyudi, selain pemberantasan premanisme.
Sugeng menilai, pelaksanaan program tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk mengevaluasi kinerja para kapolda dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut IPW, operasi pemberantasan narkoba perlu diikuti penindakan terhadap jaringan pengedar dan bandar besar agar hasilnya tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan.
Selain itu, IPW mendesak Suyudi mengambil tindakan tegas terhadap anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Anggota kepolisian yang terbukti terlibat diminta dipecat dari institusi Polri. IPW menilai penindakan tegas diperlukan untuk menjaga integritas aparat sekaligus mencegah jaringan narkoba memanfaatkan oknum penegak hukum.
Langkah tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membersihkan institusi kepolisian dari praktik yang dapat menghambat pemberantasan narkoba.
Desakan IPW disampaikan di tengah serangkaian penggerebekan kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di sejumlah daerah sejak Jumat (9/10/2026).
Di Jakarta Barat, polisi menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos pada Jumat. Dalam operasi tersebut, sebanyak 24 orang diamankan.
Rinciannya, 16 orang diamankan dari Kampung Ambon dan delapan orang lainnya dari Kampung Boncos.
Penggerebekan tersebut menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk menekan peredaran narkoba di kawasan yang menjadi sasaran operasi.
Namun, IPW menilai upaya pemberantasan perlu dilanjutkan dengan penelusuran jaringan yang berada di balik peredaran barang terlarang tersebut.
Dengan operasi yang konsisten, penindakan terhadap bandar besar, serta pengawasan internal terhadap anggota kepolisian, IPW berharap pemberantasan narkoba dapat memberikan dampak lebih luas dan berkelanjutan bagi Indonesia.(dhil/kmps)
Gry o natychmiastowej wygranej tworza osobna kategorie, miedzy automatem a prostym zakladem. Crash, minki i kosci gra sie w kilka sekund, czesto z jedna decyzja na runde. Ich urok tkwi w tempie i natychmiastowej czytelnosci wyniku.
Format gier o natychmiastowym wyniku
W grze crash mnoznik rosnie az do nieprzewidywalnego zatrzymania, a gracz musi zainkasowac wczesniej; w minkach kazde otwarte pole zwieksza potencjalna wygrana i ryzyko. Ciekawi tego formatu moga bissonn.pl i zobaczyc, ktorzy operatorzy je oferuja. Ogloszony wskaznik zwrotu bywa tu wysoki, ale liczba rund na minute rowniez.
| Element | Dlaczego wazny |
|---|---|
| Rundy na minute | Zwielokrotniaja ekspozycje na ryzyko |
| Auto-inkaso | Ustala wyjscie z gory |
- Szybkie tempo zwieksza liczbe stawek na godzine
- Automatyczne inkaso unika decyzji w pospiechu
Te gry sciskaja wiele decyzji w krotkim czasie i to ich glowny wplyw na budzet. Nawet przy wysokim wskazniku zwrotu marza kasyna dziala przy kazdej rundzie. Ustal liczbe rund lub czas przed startem, a nie w trakcie partii.










