Koranindopos.com, JAKARTA – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, menegaskan tidak terlibat langsung dalam proses gadai saham yang dilakukan tiga pemegang saham utamanya, yakni PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR).
Manajemen PGUN menjelaskan, transaksi tersebut dilakukan oleh perusahaan afiliasinya, PT Jhonlin Baratama, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perseroan juga menegaskan tidak terlibat dalam pembahasan maupun negosiasi fasilitas kredit yang menjadi dasar pengikatan jaminan saham tersebut.
Direktur PGUN Tamlikho menyampaikan bahwa proses pengajuan hingga persetujuan fasilitas kredit sepenuhnya dilakukan oleh Jhonlin Baratama sebagai debitur dan Bank Mandiri sebagai kreditur.
“Perseroan tidak terlibat penuh dalam proses pembahasan atau negosiasi fasilitas kredit, pengajuan fasilitas, persetujuan atau offering letter dari PT Bank Mandiri Tbk. Hal tersebut dikarenakan seluruh prosesnya dilakukan secara langsung antara PT Jhonlin Baratama dalam hal ini selaku debitur dan PT Bank Mandiri Tbk,” ungkap Tamlikho dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026).
Tamlikho menjelaskan, hubungan afiliasi antara AAL dan CAR dengan Jhonlin Baratama berkaitan dengan Jhony Saputra, putra Haji Isam. Jhony diketahui menjadi pemegang saham AAL dan CAR sekaligus menjabat sebagai komisaris Jhonlin Baratama.
Meski terdapat hubungan afiliasi tersebut, manajemen menegaskan PGUN tidak ikut memberikan jaminan perusahaan atau corporate guarantee, aset, maupun bentuk dukungan lainnya atas fasilitas kredit yang diterima Jhonlin Baratama.
PGUN juga menyatakan telah menerima informasi mengenai penggadaian saham yang dilakukan AAL, CAR, dan BCMP. Namun, perseroan menegaskan tidak menerima aliran dana dari fasilitas kredit tersebut.
“Tidak ada dana dari fasilitas kredit tersebut akan mengalir ke Perseroan, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha atau aksi korporasi Perseroan,” jelas Tamlikho.
Ia juga menyampaikan bahwa PGUN tidak mengetahui secara terperinci fasilitas kredit yang diterima Jhonlin Baratama dari Bank Mandiri.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, AAL, CAR, dan BCMP merupakan tiga pemegang saham utama PGUN. Ketiganya menggadaikan seluruh kepemilikan saham mereka kepada Bank Mandiri pada 28 September 2026 sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perusahaan afiliasi PGUN.
Berikut rincian saham PGUN yang dijadikan jaminan:
- PT Araya Agro Lestari (AAL): menggadaikan 2.205.667.896 lembar saham atau 100% dari kepemilikannya.
- PT Citra Agro Raya (CAR): menggadaikan 2.194.718.786 lembar saham atau 100% dari kepemilikannya.
- PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP): menggadaikan 900.000.250 lembar saham atau 100% dari kepemilikannya.
Dengan demikian, total saham PGUN yang dijaminkan oleh ketiga perusahaan tersebut mencapai 5.300.386.932 lembar.
Dalam keterbukaan informasi, penggadaian saham itu disebut dilakukan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perusahaan afiliasi PGUN.
Selain PGUN, penggadaian saham juga dilakukan pada emiten lain yang terafiliasi dengan Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).
Dalam transaksi tersebut, pengendali utama JARR, PT Eshan Agro Sentosa, menggadaikan seluruh kepemilikan sahamnya yang mencapai 7.997.556.204 lembar saham pada Rabu (30/9/2026).
Direktur Utama JARR Indra Irawan menjelaskan, pengikatan jaminan tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri.
“Penandatangan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,” tulis Indra Irawan dalam keterbukaan informasi pada Rabu (7/10/2026).
Berbeda dengan penggadaian saham PGUN yang dilakukan oleh tiga pemegang saham untuk menjamin fasilitas kredit Jhonlin Baratama, saham JARR dijaminkan untuk fasilitas kredit yang diperoleh JARR sendiri.
Manajemen PGUN menegaskan bahwa transaksi penggadaian saham oleh para pemegang sahamnya tidak melibatkan perseroan secara langsung. PGUN juga menyatakan tidak memberikan jaminan tambahan maupun menerima dana dari fasilitas kredit tersebut.(dhil/dtk)










