Koranindopos.com, JAKARTA – Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, jadi sasaran rentetan serangan Houthi yang didukung Iran sepanjang pekan ini. Sejumlah negara mengimbau warga negaranya untuk tidak berpergian ke Arab Saudi buntut serangan tersebut.
Akhir pekan lalu, Houthi menggempur Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Imbas serangan ini, 21 orang tewas. Saudi mengecam insiden tersebut dan berjanji akan mengambil langkah tegas.
Buntut dari kondisi tersebut, sejumlah negara meminta warganya untuk menghindari bepergian ke Saudi, demikian dikutip Al Jazeera. Kementerian Luar Negeri Australia misalnya. Mereka menyatakan warga Australia sebaiknya menghindari bandara King Khalid di Riyadh dan “mempertimbangkan kembali” perjalanan ke bandara Saudi lain.
Sementara itu, Kemlu Selandia Baru mendesak warganya untuk tak melakukan perjalanan ke Najran, Jazan, dan Asir, dengan alasan apapun. Mereka juga mengimbau agar warga untuk menghindari perjalanan yang tak penting ke Saudi secara keseluruhan.
Sedangkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan merekomendasikan warganya di Saudi meninggalkan negara itu kecuali untuk urusan penting. Korsel turut menyarankan untuk membatalkan kunjungan ke Saudi jika berencana ke sana.
Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris pun mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jeddah dan Dammam, serta ke semua bandara selain Bandara Internasional Madinah, kecuali untuk alasan penting. (cnni/mmr)








