Selasa, 13 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
12 Oktober 2026
in Bisnis
A A
0
Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto saat membuka acara Media Gathering di Yogyakarta, Senin (12/10).

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, YOGYAKARTA — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan serta mempercepat proses penyaluran dana pembiayaan bagi mitra koperasi di seluruh Indonesia. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah penerapan teknologi innovative credit scoring untuk mentransformasi sistem pemrosesan akuisisi pembiayaan yang selama ini cenderung manual.

Langkah ini diambil untuk memangkas birokrasi dan meminimalisasi subjektivitas dalam penilaian kelayakan pembiayaan. Melalui adopsi teknologi berbasis data terintegrasi, proses analisis rasio dan profil risiko koperasi yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat dirampungkan secara cepat dan akurat.

“Kita akan gunakan teknologi untuk melakukan credit scoring supaya bisa mempercepat proses, menghilangkan sisi subjektif kemanusiaan tujuannya supaya pelayanan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto saat membuka acara Media Gathering di Yogyakarta, Senin (12/10).

LPDB - Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring
Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Deva Rachman, menyampaikan pemaparan di depan awak media tentang pentingnya peran koperasi bagi masyarakat.

Implementasi teknologi pembiayaan ini menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya mempercepat durasi evaluasi akuisisi pembiayaan dari semula manual menjadi hitungan menit, menghilangkan sistem antrean (queuing), serta menyediakan data analitis yang jauh lebih kompleks dan komprehensif bagi manajemen dalam mengambil keputusan.

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Senin 12 Oktober 2026 Naik Rp 2.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,592 Juta per Gram pada 10 Oktober 2026

Bank Jakarta Bidik Ekspansi Global, Modal Dasar Diusulkan Naik Jadi Rp26 Triliun

Kendati demikian, LPDB menyadari adanya tantangan dalam pengembangan sistem ini. Proses pembangunannya memerlukan kajian mendalam serta pengujian kriteria yang matang mengingat dana yang disalurkan bersumber dari APBN yang harus benar-benar dipertanggungjawabkan namun juga harus bisa lebih banyak melayani koperasi.

Untuk itu LPDB berkomitmen menjaga keseimbangan agar sistem credit scoring tidak terlalu kaku sehingga tidak menyebabkan tingginya angka penolakan (reject) pada pengajuan pembiayaan koperasi.

Target penyempurnaan dan penerapan penuh teknologi ini dijadwalkan dapat diimplementasikan pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang presisi, responsif, serta menjangkau lebih banyak koperasi secara merata.

“Mohon doanya kalau ini bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, 2027 kita siap implementasikan sehingga koperasi terlayani dengan cepat dengan akurasi tinggi,” tutur Krisdianto.

Penguatan teknologi ini turut mendukung realisasi portofolio pembiayaan LPDB. Sejak tahun 2008 hingga saat ini (kumulatif), LPDB tercatat telah menyalurkan dana pembiayaan sebesar Rp22,9 triliun yang tersebar di 36 provinsi dengan jumlah mitra 3.929 koperasi dan jumlah end user 537.678 penerima manfaat. Khusus pada tahun 2026 berjalan, nilai pembiayaan yang berhasil terealisasi telah menembus Rp1,6 triliun dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,1 triliun di 22 provinsi dengan 115 mitra koperasi dan end user 8.268.

Krisdianto menyatakan bahwa realisasi penyaluran khusus di tahun 2026 hingga periode Oktober 2026 mencatat rekor tertinggi karena melampaui angka Rp2 triliun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini tantangan yang tidak ringan di tengah situasi ekonomi yang challenging dan koperasi yang mengalami tekanan dampak ekonomi bergejolak, kami di khususnya ke koperasi maka LPDB harus bisa selektif tetap prudent tapi bisa melayani koperasi,” jelasnya.

Memasuki tahun 2027, LPDB bersiap menghadapi kebutuhan pembiayaan koperasi yang diprediksi kian meningkat. Meski penetapan pagu belum ditetapkan namun manajemen optimistis penetapan target pembiayaan mendatang akan lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan penguatan alokasi pembiayaan untuk program prioritas pemerintah, seperti hilirisasi sawit, perumahan rakyat, ketahanan pakan, beras, tebu, sektor perikanan, hingga ekosistem KDKMP (Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih).

Guna memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan pembiayaan, LPDB konsisten menerapkan prinsip “Trisukses Kinerja”, yakni Sukses Penyaluran (meningkatkan jumlah dana dan koperasi penerima), Sukses Pemanfaatan (memastikan dana bergulir digunakan untuk kegiatan produktif dan sejalan dengan program strategis pemerintah), serta Sukses Pengembalian (menjaga rasio Non-Performing Loan atau NPL tetap rendah melalui pendampingan serta restrukturisasi).

“Semakin kita bisa tekan NPL (non performing loan) semakin rendah, menandakan bahwa koperasi yang kita bantu itu tepat sasaran, kemudian koperasinya bagus, dan bisa menjaga kepercayaan yang diberikan LPDB,” tegas Krisdianto.

Di samping pembenahan internal dan operasional, LPDB juga menaruh perhatian besar pada upaya peningkatan brand awareness di masyarakat umum dan pelaku koperasi. Hingga kini, masih banyak pihak yang belum mengenali LPDB secara utuh atau bahkan keliru membedakannya dengan lembaga lain seperti LPDP, meskipun kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) rutin digelar di berbagai daerah.

Oleh karena itu, LPDB mendorong kolaborasi erat dengan media massa sebagai mitra strategis untuk menyebarluaskan informasi serta mendekatkan layanan pembiayaan bergulir kepada para pelaku koperasi di pelosok tanah air.

“LPDB sangat membutuhkan kolaborasi dengan teman media, tanpa media LPDB bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Dengan keterlibatan media akan jauh bagi kami untuk memperkenalkan kami lebih baik supaya teman-teman koperasi bisa akses pembiayaan,” pungkas Krisdianto.
Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, Deva Rachman, menilai koperasi dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan lapangan kerja hingga tingginya ketergantungan terhadap pinjaman online (pinjol).

Menurut Deva, koperasi memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan, terutama bagi generasi muda seperti Gen Z dan milenial. Karena itu, LPDB mendorong semakin banyak anak muda terlibat aktif dalam pengembangan koperasi yang produktif dan berkelanjutan.

“Koperasi jadi solusi bagi Indonesia yang saat ini membutuhkan tenaga kerja. Bagaimana koperasi menjadi solusi lapangan kerja bagi anak muda Gen Z dan milenial. Kami harap koperasi yang melibatkan anak muda bisa terus berkembang,” kata Deva.

Ia menjelaskan, koperasi yang menjalankan bisnis secara sehat akan menghasilkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dapat dinikmati para anggotanya. Melalui mekanisme tersebut, koperasi dinilai mampu menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada pinjaman online untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Kita melihat koperasi bisa menjadi solusi supaya tidak terlibat pinjol. Kami harap dengan berkoperasi bisa tercipta bisnis yang menguntungkan dan makin banyak masyarakat yang terbebaskan dari pinjol,” ujarnya.

Deva mengatakan skema pembiayaan LPDB menawarkan bunga yang lebih rendah dibandingkan perbankan, yakni sekitar 6 persen per tahun, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kelompok usaha, pekerja lepas (freelance), sektor kreatif, hingga sektor olahraga untuk mengembangkan bisnis melalui wadah koperasi.

Sementara itu Ketua Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) Arief Indra mengapresiasi pelaksanaan Media Gathering yang difasilitasi oleh LPDB Koperasi. Ia berharap dengan pelaksanaan agenda media gathering dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara LPDB Koperasi dengan Insan media terutama dalam hal pemberitaan positif terkait dengan koperasi-koperasi di Indonesia.

“Kami berharap interaksi antara LPDB dengan Forwakop dapat semakin erat dengan ketersediaan presroom di LPDB. Kami siap memberikan dukungan dalam hal pemberitaan yang positif terkait koperasi agar koperasi di Indonesia bisa naik kelas,” kata Arief. (Bis/Riz)

Topik: Dana BergulirKDKMPKoperasiLPDB

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Senin 12 Oktober 2026 Naik Rp 2.000, Simak Daftar Lengkapnya
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Senin 12 Oktober 2026 Naik Rp 2.000, Simak Daftar Lengkapnya

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,592 Juta per Gram pada 10 Oktober 2026
Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,592 Juta per Gram pada 10 Oktober 2026

oleh Editor : Affandy
11 Oktober 2026
Bank Jakarta Bidik Ekspansi Global, Modal Dasar Diusulkan Naik Jadi Rp26 Triliun
Ekonomi

Bank Jakarta Bidik Ekspansi Global, Modal Dasar Diusulkan Naik Jadi Rp26 Triliun

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Sabtu 10 Oktober 2026 Tembus Rp2,592 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

SERANGAN MILISI: Pasukan koalisi Saudi membeberkan bahwa milisi Houthi di Yaman menyerang gardu listrik di Masjid Nabawi di Madinah pada Kamis (1/10/2026). (REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)

Pasca Houthi Bombardir Bandara King Halid, Sejumlah Negara Larang Warganya Ke Arab Saudi

13 Oktober 2026

Winmega Casino Mobile Ervaring: Snelle Spins en Slimme Sessiebeheer

13 Oktober 2026

test123123

13 Oktober 2026
KEMENANGAN TELAK: Mohamed Salah merayakan golnya saat menjamu Qarabag pada matchday 8 league phase Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Liverpool, United Kingdom, Kamis (29/1/2026) dini hari. (Foto Ilustrasi: ESPN)

Ini Prediksi Jelang Matchday 2 LASK Linz vs Liverpool

13 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1038 shares
    Share 415 Tweet 260
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya