Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
22 Oktober 2026
in Internasional
A A
0
KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)

KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Pemerintah Singapura terus mengusut sejumlah perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang berdampak kabut asap ke negara tersebut. Mereka mencatat ada tujuh, yakni Golden Agri Resources, Bumitama Agri, First Resources, Wilmar International Limited, Kencana Agri, Indofood Agri, dan TSH Resources. Bahkan, Singapura mengancam akan menutup izin usaha mereka di Negeri Singa tersebut.

Keseriusan mereka disampaikan Menteri Senior Singapura K Shanmugam. Dia memperingatkan perusahaan-perusahaan agar tidak meremehkan ketegasan pemerintahannya. “Terlepas dari apakah mereka memiliki kehadiran di Singapura atau tidak, kami akan menggunakan setiap instrumen hukum dan regulasi yang tersedia untuk menekan mereka pada aspek yang paling berdampak,” kata Shanmugam dilansir dari Mothership pada Senin (19/10/2026).

Shanmugam bahkan menegaskan, upaya penindakan perusahaan tidak akan berhenti hanya ketika kabut asap sudah menghilang. Dia memperingatkan perusahaan-perusahaan agar tidak menganggap Singapura akan kesulitan mengumpulkan bukti atau membiarkan lolos dari pengawasan. Menurutnya, pemerintah Singapura akan menggunakan berbagai instrumen hukum dan regulasi untuk menekan perusahaan pada aspek yang berdampak besar terhadap mereka.

Shanmugam menegaskan, perusahaan tidak bisa sekadar menunggu situasi mereda sebelum kembali menjalankan bisnis seperti biasa. “Jika diperlukan, kami akan mengubah undang-undang yang berlaku atau segera memperkenalkan undang-undang baru untuk memastikan kerja sama lebih lanjut,” ujar Shanmugam.

Artikel Terkait

Kericuhan di Prancis Terus Meluas Jelang Pemilihan Presiden

Singapura Bongkar Investigasi Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

Dua WNI Terdampak Serangan Milisi Houthi di Bandara Arab Saudi

Menurutnya, perusahaan tidak dapat menghindari tanggung jawab dengan menyembunyikan struktur korporasi atau beralasan bahwa kegiatan mereka berlangsung lintas negara. Jika perusahaan dinilai tidak bekerja sama, pemerintah Singapura akan menelusuri pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan mereka, baik di dalam negeri maupun secara internasional, untuk mempertimbangkan tindakan lanjutan.

“Kita lihat saja. Jika kami menilai perusahaan-perusahaan tersebut tidak bekerja sama, kami akan melihat pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan mereka, baik di Singapura maupun secara internasional, kemudian mempertimbangkan tindakan lanjutan yang dapat kami ambil,” kata Shanmugam.

Selain ketujuh perusahaan tersebut, pemerintah Singapura akan menyelidiki Asia Pulp and Paper (APP), perusahaan yang didirikan di Singapura. Pemerintah juga akan meminta penjelasan dari First Borneo Plantations, yang memiliki hubungan kepemilikan dengan perusahaan-perusahaan yang didirikan di Singapura. APP merupakan bagian dari konglomerasi Indonesia Sinar Mas dan didirikan di Singapura pada 1994. Meski demikian, dugaan keterkaitan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. “Kami akan meminta penjelasan lebih lanjut dari perusahaan-perusahaan ini,” kata Shanmugam. (kmp/mmr)

 

Topik: KARHUTLA

TerkaitBerita

KERICUHAN DI PRANCIS: Demonstran menerobos balai kota Marseille dan kantor Wali Kota Lille. Sementara kantor pariwisata di Lyon dibakar dalam demo biaya hidup di Prancis. (Foto: AFP/KIRAN RIDLEY)
Internasional

Kericuhan di Prancis Terus Meluas Jelang Pemilihan Presiden

oleh Editor : Memoarto
18 Oktober 2026
KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Internasional

Singapura Bongkar Investigasi Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

oleh Editor : Memoarto
17 Oktober 2026
SERANGAN MILISI: Pasukan koalisi Saudi membeberkan bahwa milisi Houthi di Yaman menyerang gardu listrik di Masjid Nabawi di Madinah pada Kamis (1/10/2026). (REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)
Internasional

Dua WNI Terdampak Serangan Milisi Houthi di Bandara Arab Saudi

oleh Editor : Memoarto
15 Oktober 2026
KELOMPOK MILISI: Pasukan Houthi di Yaman. (Foto Ilustrasi: dok./ REUTERS/Khaled Abdullah)
Internasional

Milisi Houthi Tak Akan Sentuh Bandara di Makkah dan Madinah

oleh Editor : Memoarto
14 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PERLUAS PASAR: KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok./medifly.ai)

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

22 Oktober 2026
PERKUAT TIM: Gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo, dan pelatih Michael Carrick usai laga melawan Liverpool di Old Trafford pada 3 Mei 2026. (Foto Ilustrasi: (c) AP Photo/Dave Thompson)

MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

22 Oktober 2026
Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

21 Oktober 2026
Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

21 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5014 shares
    Share 2006 Tweet 1254
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya