koranindopos.com – Jakarta. Sebuah peristiwa memilukan terjadi di atas kapal feri di perairan Sumatera Selatan. Seorang ibu nekat melompat dari kapal feri, meninggalkan anaknya yang merupakan penyandang autisme di dalam mobil. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam bagi banyak pihak.
Insiden bermula saat kapal feri tengah melakukan perjalanan rutin. Berdasarkan informasi dari saksi, sang ibu terlihat gelisah sebelum akhirnya melompat ke laut. Anak yang ditinggalkan, seorang penyandang autisme, ditemukan sendirian di dalam mobil yang diparkir di dek kendaraan kapal feri.
Pihak kapal segera menghentikan perjalanan untuk melakukan upaya pencarian. Tim SAR dikerahkan, tetapi hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan sang ibu.
Kejadian ini sontak menjadi perhatian luas. Banyak yang menyampaikan simpati atas situasi anak tersebut, yang kini menjadi yatim piatu secara tiba-tiba. Para aktivis hak anak dan penyandang autisme menyoroti perlunya dukungan lebih besar bagi keluarga yang menghadapi tantangan merawat anak berkebutuhan khusus.
“Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk memberikan perhatian lebih kepada keluarga yang menghadapi tekanan berat. Kita tidak tahu tekanan apa yang mungkin dialami sang ibu hingga mengambil keputusan tragis ini,” ujar seorang aktivis sosial.
Anak yang ditinggalkan kini dalam perawatan sementara pihak berwenang. Menurut laporan, anak tersebut tampak kebingungan tetapi tidak mengalami luka fisik. Langkah berikutnya adalah mencari anggota keluarga yang dapat memberikan perawatan dan dukungan yang dibutuhkan anak tersebut.
Peristiwa ini menggambarkan kebutuhan mendesak akan layanan dukungan psikososial bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Beban mental dan emosional yang dirasakan oleh orang tua sering kali tidak terlihat, tetapi dapat berdampak serius jika tidak ditangani.
“Harus ada lebih banyak dukungan bagi keluarga seperti ini, termasuk layanan konseling, bantuan finansial, dan komunitas pendukung. Kita harus mencegah tragedi seperti ini terjadi lagi,” ujar seorang psikolog klinis.(dhil)










