Koranindopos.com – Jakarta. Sepanjang 2024, Bank DKI menunjukkan performa yang stabil dengan strategi ekspansi yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Dengan menitikberatkan pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta inovasi digital, bank ini terus berupaya memperkuat fundamental bisnisnya di tengah dinamika industri keuangan.
Laporan keuangan terbaru mencatat total kredit dan pembiayaan Bank DKI mencapai Rp53,18 triliun, meningkat dari Rp52,00 triliun pada tahun sebelumnya. Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah sektor UMKM yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 15,47% hingga mencapai Rp2,22 triliun. Bank DKI terus berkomitmen mendukung pelaku usaha kecil agar lebih berkembang dan berdaya saing.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menyoroti bagaimana strategi mitigasi risiko yang diterapkan telah membantu meningkatkan kinerja perusahaan. “Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi Bank DKI dalam membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh. Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, kami terus mengakselerasi pertumbuhan kredit dan pembiayaan, terutama di sektor UKM, yang memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah. Kami optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif ini di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Di luar sektor UMKM, pembiayaan konsumer juga mengalami kenaikan 5,85%, mencapai Rp23,39 triliun. Dalam hal pengelolaan risiko, Bank DKI berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali, dengan NPL Gross di angka 2,54% dan NPL Nett sebesar 1,06%. Langkah strategis lainnya adalah memperkuat cadangan kerugian dengan rasio CKPN mencapai 173,20%, guna menghadapi potensi risiko ke depan.
Bank DKI terus mempertahankan kepercayaan nasabah dengan mencatat total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp64,08 triliun. Dalam upaya meningkatkan efisiensi biaya dana, bank ini berhasil menjaga rasio CASA di level 43,70%. Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 82,99% menunjukkan fleksibilitas yang cukup untuk memperluas penyaluran kredit tanpa mengganggu likuiditas.
Arah Bisnis 2025: Digitalisasi dan Efisiensi
Memasuki 2025, Bank DKI menyiapkan strategi baru yang berfokus pada peningkatan layanan berbasis digital dan optimalisasi operasional. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bank di tengah perubahan cepat di industri keuangan.
Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto, menjelaskan bahwa langkah-langkah yang telah dijalankan sepanjang 2024 akan menjadi pijakan bagi pertumbuhan yang lebih agresif. “Kami telah mengambil langkah-langkah strategis sepanjang tahun 2024 untuk memperkuat fundamental bisnis, dan ini akan menjadi landasan bagi pertumbuhan yang lebih agresif di tahun 2025. Inovasi layanan, ekspansi ekosistem bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional akan menjadi prioritas kami untuk mempercepat akselerasi bisnis Bank DKI,” katanya.
Dengan capaian laba bersih Rp779 miliar, Bank DKI semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan 2025. Lewat penguatan fundamental dan inovasi yang berkelanjutan, bank ini optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi sektor keuangan dan perekonomian daerah.




