Kamis, 10 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

Foto: dok. wikipedia

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Letusan Gunung Toba di Sumatera Utara sekitar 74.000 tahun lalu selama ini dikenal sebagai salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah Bumi. Peristiwa tersebut bahkan kerap dikaitkan dengan perubahan iklim global dan berbagai dampak terhadap kehidupan manusia pada masa itu.

Namun, penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan asal Jerman memberikan gambaran berbeda mengenai dampak letusan Toba, khususnya di wilayah Afrika Timur.

Peneliti dari Johannes Gutenberg University Mainz, Jerman, Jinheum Park dan timnya menemukan bahwa gangguan iklim akibat letusan Toba di Afrika Timur kemungkinan berlangsung jauh lebih singkat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Berdasarkan analisis mereka, dampak iklim tersebut hanya berlangsung sekitar 1,5 tahun.

Artikel Terkait

Beasiswa Cendekia Baznas 2026 Dibuka, Mahasiswa D4/S1 Bisa Dapat Bantuan hingga Rp7 Juta per Semester

Aero Astra Akademia Buka Angkatan XII, Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Industri Perhotelan

J&T Express Dorong Ekonomi Sirkular, 663 Seragam Bekas Berubah Jadi Pouch hingga Reusable Bag

Letusan Toba diperkirakan terjadi sekitar 74.000 tahun lalu dan disebut mencapai level 8 dalam Volcanic Explosivity Index (VEI).

Letusan tersebut diperkirakan memuntahkan sedikitnya 2.800 kilometer kubik material vulkanik ke atmosfer. Abu dan material hasil erupsi kemudian tersebar hingga wilayah yang sangat jauh dari lokasi kaldera.

Jejak material vulkanik Toba diketahui ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk India, Samudra Hindia, Laut China Selatan, hingga Afrika Selatan.

Besarnya material yang dilepaskan ke atmosfer kemudian memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar perubahan iklim yang ditimbulkan.

Selama bertahun-tahun, sejumlah penelitian mengaitkan letusan Toba dengan pendinginan global yang berlangsung dalam waktu cukup lama. Bahkan, terdapat hipotesis bahwa perubahan lingkungan tersebut memberikan tekanan besar terhadap populasi manusia dan sejumlah spesies.

Namun, penelitian Park dan timnya memberikan perspektif berbeda.

Untuk mengetahui dampak letusan secara lebih akurat, para peneliti menganalisis sampel sedimen dari Danau Chala, sebuah danau kawah yang berada di perbatasan Kenya dan Tanzania.

Danau tersebut memiliki karakteristik unik karena lapisan sedimennya terbentuk secara tahunan. Pola tersebut memungkinkan peneliti merekonstruksi perubahan lingkungan dan iklim dari tahun ke tahun, serupa dengan cara ilmuwan membaca pola pertumbuhan pada cincin pohon.

Melalui analisis arsip iklim tersebut, Park dan timnya memperkirakan gangguan iklim akibat letusan Toba di Afrika Timur berlangsung sekitar satu tahun enam bulan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak letusan di kawasan tersebut kemungkinan jauh lebih pendek dibandingkan sejumlah skenario sebelumnya.

“Temuan kami menunjukkan bahwa dampak iklim dari letusan Toba di Afrika Timur relatif kecil dibandingkan dengan dinamika iklim alami lainnya,” ujar Park, dikutip dari Science Advances.

Penelitian tersebut juga memperkirakan bahwa pendinginan radiatif yang disebabkan oleh letusan Toba di Afrika Timur kemungkinan tidak lebih dari 1 derajat Celsius.

Bahkan, Park memperkirakan perubahan suhu yang terjadi mungkin hanya sekitar 0,5 derajat Celsius.

Besarnya perubahan tersebut dinilai tidak sampai memberikan dampak signifikan terhadap populasi manusia di Afrika pada saat itu.

“Dalam kasus letusan Toba sekitar 74.000 tahun yang lalu, analisis kami bertentangan dengan paradigma dampak tinggi yang telah lama ada,” tulis Park dalam studinya.

Menurut penelitian tersebut, letusan vulkanik terbesar yang terjadi selama keberadaan manusia modern kemungkinan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap populasi manusia kontemporer di Afrika.

Meski dampaknya relatif kecil di Afrika Timur, bukan berarti seluruh wilayah di dunia mengalami kondisi yang sama.

Di sejumlah kawasan, terutama lokasi yang menerima pengendapan abu Toba dalam jumlah besar seperti beberapa wilayah di India, dampak lingkungan dapat berbeda.

Park menjelaskan bahwa waktu terjadinya letusan, yang diperkirakan berlangsung pada musim dingin di Belahan Bumi Utara, kemungkinan turut memengaruhi fenologi atau siklus musiman tumbuhan di wilayah tertentu.

Perubahan tersebut berpotensi berdampak pada ketersediaan sumber daya pangan yang dimanfaatkan masyarakat setempat.

Karena itu, dampak letusan Toba tidak bisa disamaratakan untuk seluruh wilayah di dunia. Jarak dari sumber letusan, pola atmosfer, musim saat erupsi, serta kondisi lingkungan lokal menjadi faktor yang turut menentukan besarnya pengaruh.

“Dengan mengecualikan daerah-daerah tersebut, hasil kami menunjukkan bahwa di wilayah (sub-)tropis yang jauh dari kaldera Toba, erupsi Toba tidak menyebabkan gangguan iklim atau lingkungan yang substansial,” kata Park.

Temuan tersebut menjadi penting karena dapat membantu ilmuwan mengevaluasi kembali anggapan lama mengenai dampak global letusan Toba.

Jika dampak iklim ternyata sangat bervariasi berdasarkan lokasi, maka gambaran mengenai letusan Toba sebagai penyebab perubahan iklim global ekstrem yang berlangsung bertahun-tahun perlu ditinjau lebih lanjut.

Penelitian ini juga dapat membantu ilmuwan memperbaiki model sistem Bumi untuk memahami hubungan antara letusan gunung berapi besar, atmosfer, iklim, dan kehidupan manusia.

Meski demikian, Park mengakui penelitian tersebut masih memiliki keterbatasan. Analisis yang dilakukan terutama mengandalkan data dari satu danau, yakni Danau Chala.

Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan menggunakan arsip iklim dari lokasi lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak letusan Toba terhadap berbagai kawasan di dunia.

Dengan bukti terbaru tersebut, Gunung Toba tetap tercatat sebagai salah satu peristiwa vulkanik paling dahsyat dalam sejarah Bumi. Namun, dampak letusannya terhadap iklim dan manusia kemungkinan tidak seragam, bahkan di beberapa wilayah seperti Afrika Timur, pengaruhnya ternyata relatif singkat dan tidak sebesar yang selama ini diperkirakan.(dhil/dtk)

Topik: letusan gunungtoba

TerkaitBerita

Beasiswa Cendekia Baznas 2026 Dibuka, Mahasiswa D4/S1 Bisa Dapat Bantuan hingga Rp7 Juta per Semester
Edukatif & Inspiratif

Beasiswa Cendekia Baznas 2026 Dibuka, Mahasiswa D4/S1 Bisa Dapat Bantuan hingga Rp7 Juta per Semester

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Aero Astra Akademia Buka Angkatan XII, Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Industri Perhotelan
Edukatif & Inspiratif

Aero Astra Akademia Buka Angkatan XII, Siapkan Generasi Muda Siap Kerja di Industri Perhotelan

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
J&T Express Dorong Ekonomi Sirkular, 663 Seragam Bekas Berubah Jadi Pouch hingga Reusable Bag
Edukatif & Inspiratif

J&T Express Dorong Ekonomi Sirkular, 663 Seragam Bekas Berubah Jadi Pouch hingga Reusable Bag

oleh Editor : Doe
8 September 2026
Wamendiktisaintek Minta Kampus Mobilisasi Ahli untuk Mitigasi Erupsi Anak Krakatau
Edukatif & Inspiratif

Wamendiktisaintek Minta Kampus Mobilisasi Ahli untuk Mitigasi Erupsi Anak Krakatau

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

Putar Lagu Lingsir Wengi, Sekelompok Konten Kreator Malah Diburu Teror di Motel Malioboro

10 September 2026
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bawa Teror Rephaim hingga Ancam Satu Wilayah

10 September 2026
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus US$ 101 per Barel, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

10 September 2026
Wow…..Opie Kumis Ternyata Telah Menikah Sebanyak 31 Kali 

Wow…..Opie Kumis Ternyata Telah Menikah Sebanyak 31 Kali 

10 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4462 shares
    Share 1785 Tweet 1116
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya