Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Empat Anak Michael Bambang Hartono Dikabarkan Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
15 Agustus 2026
in Ekonomi
A A
0
Empat Anak Michael Bambang Hartono Dikabarkan Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

Foto: detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Empat anak mendiang Michael Bambang Hartono dikabarkan menerima pengalihan saham dengan nilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,36 triliun per orang. Nilai tersebut dihitung menggunakan asumsi kurs Rp17.872 per dolar AS.

Mengutip The Star, Kamis (13/8/2026), Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026 dalam usia 86 tahun. Semasa hidupnya, Michael bersama sang adik, Robert Budi Hartono, dikenal sebagai pemilik mayoritas saham Bank Central Asia (BCA) melalui perusahaan induk keluarga, PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA).

Berdasarkan dokumen pemerintah, sebanyak 49% kepemilikan Michael di PT DIA telah dibagikan secara merata kepada empat ahli warisnya. Jika dihitung berdasarkan nilai kepemilikan PT DIA di BCA, saham Michael dalam perusahaan induk tersebut memiliki nilai sedikitnya US$11,7 miliar atau sekitar Rp209,1 triliun per 11 Agustus 2026.

Dengan pembagian secara merata kepada empat ahli waris, nilai pengalihan tersebut setara dengan sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,36 triliun untuk masing-masing anak.

Artikel Terkait

Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, Masuk dalam Pos Pendidikan Rp820,9 Triliun

Pembelian Pertalite Berpotensi Dibatasi untuk Masyarakat Desil 9 dan 10, Ini Kriterianya

IHSG Menguat ke Level 6.337 Usai Pidato Kenegaraan Prabowo

Kekayaan yang diwariskan kepada anak-anak Michael Bambang Hartono tidak hanya berasal dari kepemilikan saham di sektor perbankan.

Keluarga Hartono diketahui memiliki kepentingan dalam berbagai lini bisnis. Kerajaan bisnis keluarga pemilik PT Djarum tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari industri rokok, pusat perbelanjaan, e-commerce hingga perkebunan.

Pengalihan kepemilikan tersebut pun menjadi salah satu proses transfer kekayaan terbesar di kawasan Asia dalam beberapa tahun terakhir.

Nilai warisan tersebut bahkan disebut melampaui kekayaan yang ditinggalkan mendiang pendiri United Overseas Bank Ltd. asal Singapura, Wee Cho Yaw. Warisan Wee Cho Yaw sebelumnya diperkirakan bernilai sekitar US$10 miliar atau Rp178,72 triliun.

Perubahan kepemilikan keluarga Hartono juga telah tercermin dalam keterbukaan informasi PT Bank Central Asia Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

BCA menjelaskan bahwa Michael Bambang Hartono sebelumnya merupakan salah satu pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan, yang juga berstatus sebagai pemegang saham pengendali terakhir BCA.

“Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yang merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA) yang juga merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali PT DIA,” tulis BCA dalam keterbukaan informasi kepada BEI.

Setelah Michael meninggal dunia, kepemilikan PT DIA yang sebelumnya dikendalikan oleh Michael dan Robert Budi Hartono mengalami perubahan dari sisi pengendalian. Robert Budi Hartono kini menjadi satu-satunya pengendali PT DIA dengan kepemilikan tetap sebesar 51% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan tersebut.

Dengan perubahan tersebut, Robert Budi Hartono juga menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.

BCA menyatakan telah menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan struktur kepemilikan akhir perseroan.

Surat OJK No. SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 tersebut diterima BCA pada 30 Juli 2026. Surat itu pada pokoknya menginformasikan bahwa perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK.

“Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono,” jelas BCA dalam keterbukaan informasi tersebut.

Perubahan tersebut terjadi setelah meninggalnya Michael Bambang Hartono dan proses pengalihan kepemilikan sahamnya kepada empat ahli waris.

Dengan nilai kepemilikan yang mencapai miliaran dolar AS, proses tersebut menjadi salah satu transfer kekayaan keluarga terbesar di kawasan Asia dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, perubahan struktur pengendalian PT DIA turut menegaskan posisi Robert Budi Hartono sebagai pengendali terakhir BCA.(dhil/dtk)

Topik: michael bambang hartonowarisan

TerkaitBerita

Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, Masuk dalam Pos Pendidikan Rp820,9 Triliun
Bisnis

Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, Masuk dalam Pos Pendidikan Rp820,9 Triliun

oleh Editor : Affandy
15 Agustus 2026
Pembelian Pertalite Berpotensi Dibatasi untuk Masyarakat Desil 9 dan 10, Ini Kriterianya
Bisnis

Pembelian Pertalite Berpotensi Dibatasi untuk Masyarakat Desil 9 dan 10, Ini Kriterianya

oleh Editor : Affandy
14 Agustus 2026
IHSG Menguat ke Level 6.337 Usai Pidato Kenegaraan Prabowo
Ekonomi

IHSG Menguat ke Level 6.337 Usai Pidato Kenegaraan Prabowo

oleh Editor : Affandy
14 Agustus 2026
Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan
Bisnis

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

oleh Editor : Anggoro
13 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya