Minggu, 8 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Kemenag Siapkan Materi Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Madrasah dan Pesantren

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 November 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Kemenag Siapkan Materi Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Madrasah dan Pesantren

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan pembaruan kurikulum pendidikan madrasah dan pondok pesantren dengan mengintegrasikan materi mitigasi bencana. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan para santri dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di Indonesia.

Selain memperkuat edukasi kebencanaan, pembaruan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kemenag menghapus pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum dalam sistem pendidikan keagamaan.

Artikel Terkait

Eropa dan Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi melalui EHEF 2026 dan Kemitraan Akademik dengan 10 Universitas Lokal

Pemerintah Berencana Buka Seleksi CPNS November 2026: Gantikan Pegawai Pensiun dan Dukung Program Prioritas

Seleksi Masuk PTN Bebas Biaya: Simak Syarat, Ketentuan Prodi, dan Prediksi Jadwal SNBP 2027

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, kimia, biologi, hingga geologi kebencanaan merupakan bagian penting dari pendidikan Islam.

Menurutnya, ilmu pengetahuan umum tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari pendidikan agama. Sebab, mempelajari berbagai fenomena alam dan kehidupan juga menjadi bagian dari upaya manusia memahami ciptaan Tuhan.

Ia menginginkan tidak ada lagi sekat antara ilmu agama dan ilmu umum di lingkungan madrasah maupun pesantren. Dengan demikian, para santri dapat memperoleh pendidikan yang lebih menyeluruh dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa pendidikan keagamaan perlu memiliki perspektif yang lebih luas. Menurutnya, seluruh bidang ilmu memiliki keterkaitan dengan kehidupan manusia dan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan Islam.

“Jangan lagi ada sekat, ‘Ini ilmu umum, ini ilmu agama’. Kimia, biologi, matematika, maupun sains kebencanaan hakikatnya adalah bagian dari pendidikan agama. Santri yang sedang mendalami ilmu apa pun sesungguhnya tengah menjalankan proses pendidikan Islam,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari Antara.

Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Kemenag untuk mendorong integrasi berbagai disiplin ilmu dalam pembelajaran di madrasah dan pesantren.

Melalui pendekatan ini, santri tidak hanya dibekali pemahaman keagamaan, tetapi juga kemampuan memahami fenomena alam, perkembangan teknologi, serta berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam pembaruan kurikulum tersebut adalah literasi dan mitigasi bencana.

Kemenag menilai pemahaman mengenai kebencanaan perlu diberikan sejak dini agar peserta didik memiliki pengetahuan dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

Materi tersebut tidak hanya mencakup teori mengenai jenis-jenis bencana, tetapi juga langkah-langkah penyelamatan diri, pemahaman terhadap kondisi lingkungan, serta kemampuan membantu orang lain ketika terjadi keadaan darurat.

Romo Muhammad Syafi’i menekankan bahwa santri harus memiliki kesiapsiagaan ketika menghadapi bencana. Dengan demikian, mereka tidak hanya memahami materi pembelajaran secara akademis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” ujarnya.

Integrasi materi mitigasi bencana dinilai relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

Posisi geografis tersebut membuat Indonesia memiliki berbagai potensi ancaman bencana alam, mulai dari gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, tanah longsor, hingga banjir.

Kondisi ini membuat pemahaman mengenai kebencanaan menjadi kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik di lingkungan pendidikan keagamaan.

Menurut Romo Muhammad Syafi’i, pemahaman lingkungan, kesiapsiagaan, serta keterampilan menyelamatkan diri perlu ditanamkan sejak usia dini melalui lembaga pendidikan.

Madrasah dan pondok pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan serta kebiasaan tanggap bencana di kalangan generasi muda.

Melalui pembelajaran tersebut, para santri diharapkan dapat mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, memahami prosedur evakuasi, dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.

Kemenag menyebut integrasi kurikulum kebencanaan sebagai langkah penting dan mendesak untuk memperkuat kesiapan lembaga pendidikan keagamaan dalam menghadapi situasi darurat.

Romo Muhammad Syafi’i menjelaskan bahwa pembaruan kurikulum dirancang agar madrasah dan pesantren memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi serta menanggulangi bencana.

“Kita rancang integrasi kurikulum ini agar madrasah dan pesantren punya kesiapan yang baik dalam menanggulangi bencana. Ini sejalan dengan agenda kita di kementerian untuk terus memperkuat edukasi keselamatan bagi anak-anak didik,” ujarnya.

Penguatan pendidikan kebencanaan juga diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang kelas. Para peserta didik perlu mendapatkan pemahaman praktis melalui kegiatan edukasi, simulasi evakuasi, serta latihan kesiapsiagaan sesuai kebutuhan dan kondisi lingkungan masing-masing.

Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal nyata ketika santri menghadapi keadaan darurat.

Upaya penguatan mitigasi bencana di lingkungan pendidikan keagamaan juga berkaitan dengan pembentukan tim koordinasi penanganan darurat bernama Kemenag Peduli.

Tim tersebut tidak hanya bertugas mendukung respons cepat ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong langkah-langkah pencegahan dan edukasi di lingkungan satuan pendidikan agama.

Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa keberadaan tim tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penanganan kebencanaan secara menyeluruh.

Dengan adanya koordinasi tersebut, Kemenag berharap lingkungan madrasah dan pesantren memiliki dukungan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, baik melalui kegiatan preventif maupun penanganan ketika kondisi darurat terjadi.(dhil/dtk)

Topik: Kemenag

TerkaitBerita

Eropa dan Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi melalui EHEF 2026 dan Kemitraan Akademik dengan 10 Universitas Lokal
Edukatif & Inspiratif

Eropa dan Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi melalui EHEF 2026 dan Kemitraan Akademik dengan 10 Universitas Lokal

oleh Editor : Affandy
7 November 2026
Pemerintah Berencana Buka Seleksi CPNS November 2026: Gantikan Pegawai Pensiun dan Dukung Program Prioritas
Edukatif & Inspiratif

Pemerintah Berencana Buka Seleksi CPNS November 2026: Gantikan Pegawai Pensiun dan Dukung Program Prioritas

oleh Editor : Affandy
6 November 2026
Seleksi Masuk PTN Bebas Biaya: Simak Syarat, Ketentuan Prodi, dan Prediksi Jadwal SNBP 2027
Edukatif & Inspiratif

Seleksi Masuk PTN Bebas Biaya: Simak Syarat, Ketentuan Prodi, dan Prediksi Jadwal SNBP 2027

oleh Editor : Affandy
4 November 2026
Persiapan SNBP 2027: Cek 17 Jurusan Universitas Indonesia dengan Daya Tampung Terbanyak
Edukatif & Inspiratif

Persiapan SNBP 2027: Cek 17 Jurusan Universitas Indonesia dengan Daya Tampung Terbanyak

oleh Editor : Affandy
3 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya