Koranindopos.com, JAKARTA – Setelah lebih dari satu dekade, akhirnya Jose Mourinho dan Diego Simeone akan bertemu di Metropolitano Stadium pada Minggu (20/9/2026) malam. Laga tersebut mempertemukan derby Atletico Madrid dan Real Madrid.
Mourinho dan Simeone terakhir kali bertemu pada 2014 ketika Mourinho masih menangani Chelsea. Saat itu, Atletico Madrid menyingkirkan Chelsea dari Liga Champions setelah meraih kemenangan di Stamford Bridge. Namun, rivalitas keduanya sebagai pelatih sudah dimulai lebih awal. Simeone pernah membawa Atletico Madrid menjamu Real Madrid asuhan Mourinho di Vicente Calderon pada 2012, tetapi Mourinho membawa pulang kemenangan 4-1.
“Ini adalah derby. Derby selalu terasa lebih spesial karena sejarah, budaya pertandingan dan gairah para suporter,” kata Mourinho. Namun, ia menegaskan tiga poin tetap menjadi hal terpenting dalam pertandingan tersebut.
Mourinho memiliki catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari enam pertemuannya dengan Simeone. Salah satu kekalahan yang paling berkesan terjadi ketika Atletico Madrid menjuarai Copa del Rey 2013 dan mengakhiri penantian 14 tahun untuk meraih kemenangan dalam derby.
Kini, keduanya kembali bertemu dalam situasi yang berbeda. Mourinho baru kembali menangani Real Madrid pada musim panas ini, sedangkan Simeone sudah memimpin Atletico Madrid sejak 2011. Real Madrid menempati posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan 15 poin dari enam pertandingan. Atletico Madrid berada di peringkat keempat dengan 13 poin, sementara Barcelona memimpin dengan koleksi 21 poin.
Hasil derby juga bisa berdampak pada jarak Real Madrid dengan pemuncak klasemen. Kekalahan akan membuat Real Madrid tertinggal enam poin dari Barcelona setelah tujuh pertandingan. Real Madrid datang ke derby dengan modal kemenangan 3-2 atas Elche. Namun, kemenangan tersebut tidak didapat dengan mudah karena mereka sempat kehilangan keunggulan dua gol sebelum akhirnya mencetak gol penentu pada menit ke-91 melalui Carlos Espi.
Mourinho mengakui situasi tersebut menunjukkan masih ada aspek permainan yang perlu diperbaiki. Ia menilai Real Madrid belum mampu mengendalikan pertandingan sesuai standar yang diinginkannya. “Saya sadar kami masih bisa berkembang dan harus berkembang, tetapi saya juga melihat banyak hal positif secara kolektif maupun individu. Dalam tiga pertandingan ketika kami membutuhkan gol kemenangan pada menit-menit akhir, kami berhasil mendapatkannya,” ujar Mourinho.
Menurut Mourinho, perjalanan kompetisi masih panjang sehingga Real Madrid harus siap menghadapi berbagai kesulitan. “Liga adalah maraton dan tidak selalu berjalan lurus. Akan ada rintangan, tetapi kami akan berada di sana untuk mengatasinya,” katanya. (bnt/mmr)




