koranindopos.com, JAKARTA – PT Etos Kreatif Indonesia melalui brand Etawalin secara resmi mengumumkan Maia Estianty sebagai Brand Ambassador Etawalin dalam kelanjutan kampanye “Lebih Kuat Kejar Sehat” yang telah berjalan sejak 2025. Penunjukan ini menegaskan komitmen Etawalin dalam menghadirkan solusi kesehatan alami berbasis susu kambing Etawa berpadu dengan bahan herbal, sebagai pendamping gaya hidup aktif masyarakat Indonesia.
Kehadiran Maia Estianty diharapkan mampu memperkuat pesan Etawalin mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot secara preventif, khususnya bagi masyarakat produktif hingga memasuki fase usia emas (golden age).

Peran Strategis Brand Ambassador dalam Perjalanan Etawalin
Direktur Operasi dan Komersial PT Etos Kreatif Indonesia, Andik Duana Putra, menjelaskan bahwa Brand Ambassador memegang peranan strategis dalam menyampaikan pesan kesehatan yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Bagi Etawalin, Brand Ambassador bukan sekadar wajah kampanye, melainkan representasi nilai dan perjalanan hidup yang sejalan dengan pesan brand. Maia Estianty merepresentasikan sosok perempuan yang diratukan, strong women, tetap aktif, dan produktif di usia 50-an. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa usia emas bukan fase melambat, melainkan fase pembuktian untuk semakin sadar menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot secara konsisten,” ujar Andik.
Melalui figur Maia, Etawalin ingin menanamkan kepercayaan bahwa menjaga kesehatan secara preventif dapat dimulai sejak usia produktif hingga usia emas.
Maia Estianty sebagai Ikon “RATU SEJAGAT (SEndi terJAGA kuaT)”
Dalam kolaborasi ini, Maia Estianty diposisikan sebagai ikon perempuan kuat dengan persona “RATU SEJAGAT (SEndi terJAGA kuaT)”. Persona ini menggambarkan perempuan Indonesia yang tetap kuat bergerak, produktif, dan konsisten mengejar hidup sehat di setiap fase kehidupan.
“Menjaga penampilan saja tidak cukup. Kekuatan tubuh adalah investasi jangka panjang. Saat tulang, sendi, dan otot terjaga, kita bisa beraktivitas dengan nyaman tanpa hambatan akibat pegal linu atau nyeri sendi,” ungkap Maia.
Etawalin, Bagian dari Ekosistem Herbal Ethos
Direktur Utama PT Etos Kreatif Indonesia, Lucky Hatreztyo, menegaskan bahwa Etawalin tumbuh sebagai bagian dari ekosistem herbal Ethos, bukan sekadar sebuah produk.
“Ethos kami bangun sebagai ekosistem yang melibatkan petani, peternak lokal, UMKM, pabrik, hingga mitra distribusi. Etawalin kami kembangkan secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin sadar akan kualitas hidup,” jelas Lucky.
Selain varian original, Etawalin juga menghadirkan beragam lini produk seperti Etawalin Delicate (rendah gula), Etawalin sachet untuk mobilitas tinggi, serta Etawalin Sereal sebagai solusi nutrisi harian.
Manfaat Susu Kambing Etawalin untuk Tulang dan Sendi
Etawalin memanfaatkan susu kambing Etawa yang dipadukan dengan lima bahan herbal lokal berkualitas—jahe, temulawak, kayu manis, sereh, dan daun salam—yang diformulasikan secara modern dan aman dikonsumsi jangka panjang.
Menurut dr. Nadia Bunga Anggraini, M.Si, dokter herbal dan anggota PDPOTJI, susu kambing Etawa memiliki keunggulan nutrisi yang mendukung kesehatan tulang, sendi, dan otot.
“Susu kambing Etawa mengandung trigliserida medium, whey protein untuk pembentukan massa otot, mineral kalsium, vitamin D dan E untuk kepadatan tulang, serta protein CSN1S2 yang berperan dalam menjaga struktur kolagen dan fosfor tulang,” jelasnya.
Kombinasi herbal di dalam Etawalin juga memberikan manfaat sinergis. Temulawak bersifat antiinflamasi dan membantu mencegah osteoporosis, jahe efektif meredakan nyeri sendi, kayu manis membantu mengurangi pembengkakan, sementara sereh dan daun salam membantu meredakan nyeri otot serta meningkatkan fleksibilitas.
Melalui kampanye “Lebih Kuat Kejar Sehat”, Etawalin mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan solusi alami sebagai bagian dari rutinitas kesehatan harian, agar tetap aktif dan produktif di setiap fase kehidupan.
Produk Etawalin kini tersedia secara online melalui Shopee, Lazada, Tokopedia, dan TikTok Shop, serta offline di jaringan apotek seperti Apotek K-24 dan retail modern seperti Alfamart dan Indomaret.
“Kami berharap Etawalin dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi sejak dini, bukan menunggu keluhan datang,” tutup Andik. (sh)










