Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Politisi Senayan Soroti Keamanan Data

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Januari 2022
in Teknologi
A A
0
Politisi Senayan Soroti Keamanan Data
Share on FacebookShare on Twitter
kejahatan dunia maya - Politisi Senayan Soroti Keamanan Data
Ilustrasi

JAKARTA, koranindopos.com – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyoroti banyaknya kasus kebocoran data yang terjadi di Indonesia. Termasuk dialami sejumlah lembaga pemerintah seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Polri dan yang terbaru peretasan yang dialami Bank Indonesia (BI). Banyaknya kasus tersebut menunjukkan kondisi keamanan siber di Indonesia sudah pada tingkatan sangat mengkhawatirkan.

Sukamta menilai kasus kebocoran data sudah dalam kategori darurat, sehinhga perlu penanganan segera dan harus komprehesif. Selama ini sudah banyak ahli keamanan siber di Indonesia memberikan kritik dan masukan bahwa infrastruktur keamanan siber di lembaga pemerintah buruk, bahkan mudah dibobol oleh hacker pemula. “Jika bicara infrastruktur berarti ini menyangkut regulasi, perangkat keras, perangkat lunak, serta ketersediaan SDM,” tegas Sukamta dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari website resmi DPR RI, Senin (24/1).

Sukamta juga menyesalkan lambatnya respons pemerintah dalam mengatasi kebocoran data. Mengingat hingga saat ini banyak di antara kasus kebocoran data seakan dibiarkan tanpa jelas upaya tindak lanjutnya. Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu menduga pemerintah kebingungan dalam menempuh langkah hukum terkait kebocoran data, karena belum ada UU Pelindungan Data Pribadi. “Kita di DPR sudah mendesak berulang kali untuk segera diselesaikan RUU PDP, sudah 5 masa sidang RUU ini dibahas, tapi pihak pemerintah masih tarik ulur dalam beberapa pasal,” papar dia.

Artikel Terkait

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama

Padahal, lanjut Sukamta, jika pemerintah punya mau, RUU IKN bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 40 hari. Jika ditinjau dari tingkat kemendesakannya, persoalan perlindungan data pribadi lebih serius dibanding RUU Ibu Kota Negara (IKN) yang disahkan beberapa hari lalu menjadi UU. “Sudah ratusan juta data warga yang bocor tanpa jelas juntrungannya,” cetus dia. Dirinya berharap pemerintah segera benahi infrastuktur keamanan siber meski belum ada UU PDP. Mengingat masyarakat sudah mempercayakan data pribadinya di server-server lembaga pemerintah.

Menurutnya, di luar soal regulasi, pemerintah bisa segera benahi sistem proteksi, pembaharuan aplikasi, enkripsi data, backup data hingga tata kelola SDM pengelola keamanan siber. Dia yakin BSSN sudah punya catatan apa saja yang harus segera diatasi. Banyak ahli IT dan keamanan siber di Indonesia yang juga bisa diajak berkolaborasi. “Semoga kasus kebocoran data BI ini yang terakhir. Jangan sampai masyarakat dipaksa gunakan aplikasi milik pemerintah tanpa penjelasan dan jaminan keamanan,” tandas legislator dapil DI Yogyakarta itu.(hai)

Topik: DPR RIHackerKeamanan DataSiber

TerkaitBerita

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global
Teknologi

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026
Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama
Teknologi

Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)
Teknologi

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

oleh Editor : Memoarto
24 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

27 Juni 2026
Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

27 Juni 2026
Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

27 Juni 2026
Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

Judol Hayam Wuruk Gunakan Server Brasil, China hingga Vietnam demi Hindari Pelacakan Aparat

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3593 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya