Koranindopos.com, JAKARTA – Michael Carrick berada dalam tekanan besar setelah Manchester United kembali menelan kekalahan di Premier League 2026/27. Setan Merah takluk 0-2 dari Chelsea dalam pertandingan pekan kesembilan di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026).
Hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi. Rentetan buruk itu menjadi yang terpanjang bagi klub sejak 1988, sebelum era Premier League dimulai.
Meski demikian, manajemen klub dikabarkan belum mengambil keputusan untuk memecat Carrick. Masih ada batas waktu untuknya. Menurut laporan The Athletic, pelatih asal Inggris tersebut mendapat kesempatan hingga jeda internasional November untuk memperbaiki keadaan sebelum klub mengambil tindakan.
Posisi Carrick sebenarnya sudah berada dalam ancaman setelah Manchester United kalah telak 0-3 dari Bournemouth pada pekan sebelumnya. Kekalahan itu memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi delapan pertandingan, tetapi manajemen masih mempertahankannya.
Harapan untuk mengakhiri tren negatif juga gagal terwujud ketika menghadapi Chelsea. Situasi semakin sulit setelah Lisandro Martinez menerima kartu merah tidak lama setelah pertandingan melewati menit ke-60.
Laporan The Athletic mengungkapkan bahwa Manchester United berupaya mempertahankan Carrick hingga jeda internasional November sebelum mengambil keputusan mengenai masa depannya. Sikap tersebut sejalan dengan keyakinan sang pelatih yang menyatakan akan tetap memimpin tim ketika menjamu AS Roma di Liga Champions pada Selasa mendatang.
Manchester United masih memiliki dua pertandingan sebelum jeda internasional November. Pertama, mereka akan menjamu AS Roma di Old Trafford dalam lanjutan Liga Champions. Namun, lawan yang dihadapi sedang berada dalam performa menjanjikan. Roma tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir dan mampu mencetak 18 gol sepanjang periode tersebut.
Setelah itu, Manchester United akan menghadapi Aston Villa di Premier League pada 8 November. Carrick membutuhkan hasil positif seperti ketika membawa timnya menang 3-1 atas Villa pada Maret lalu saat masih berstatus pelatih interim. Tugas tersebut tidak mudah karena Villa baru saja mengalahkan Manchester City. Meski demikian, tim asuhan Unai Emery juga pernah kehilangan poin ketika menghadapi Bournemouth di Carabao Cup dan Fulham. (bnt/mmr)




