Selasa, 30 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Edukatif & Inspiratif

Sengkarut SPMB 2026 Kembali Terulang, Pengamat Soroti Pentingnya Jaminan Bangku Sekolah bagi Seluruh Anak

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
30 Juni 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Sengkarut SPMB 2026 Kembali Terulang, Pengamat Soroti Pentingnya Jaminan Bangku Sekolah bagi Seluruh Anak

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali diwarnai berbagai persoalan di sejumlah daerah. Mulai dari gangguan sistem pendaftaran, hilangnya data peserta, perubahan nilai seleksi, hingga dugaan kecurangan menjadi keluhan yang mencuat selama proses penerimaan siswa baru tahun ini.

Salah satu daerah yang menjadi sorotan adalah Jawa Barat. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat berbagai kendala dalam pelaksanaan SPMB di provinsi tersebut. Bahkan, sejumlah persoalan itu turut diakui oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Selain masalah teknis, sejumlah orang tua juga menyampaikan protes setelah mendapati nilai atau skor seleksi anak mereka berubah tanpa penjelasan yang memadai. Kondisi tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengapa persoalan serupa terus berulang hampir setiap tahun.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji, menilai akar persoalan SPMB tidak hanya terletak pada sistem pendaftaran atau mekanisme seleksi, tetapi juga pada belum adanya jaminan bahwa setiap anak usia sekolah memperoleh tempat belajar.

Artikel Terkait

Hari Terakhir! Kementerian Komdigi Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Sejumlah Posisi Terbuka bagi Semua Jurusan

Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land Gelar NextGen Digital Impact Competition 2026

LSF RI Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Semester 5 ke Atas Bisa Daftar

Menurutnya, selama daya tampung sekolah, khususnya sekolah negeri, masih terbatas sementara jumlah calon peserta didik terus meningkat, persaingan memperebutkan bangku sekolah akan tetap terjadi.

“Supaya SPMB ini tidak terus ricuh, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus menjamin bahwa semua anak mendapatkan bangku sekolah,” ujar Ubaid.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan akibat keterbatasan daya tampung.

Ubaid berpendapat pemerintah daerah seharusnya tidak hanya menyelenggarakan proses seleksi, tetapi juga berperan aktif mencarikan sekolah bagi peserta didik yang belum diterima.

Dengan pendekatan tersebut, orang tua tidak lagi dipaksa bersaing memperebutkan kursi sekolah setiap tahun, sementara pemerintah hadir memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan sesuai amanat program wajib belajar.

“SPMB seharusnya tidak lagi menjadi ajang rebutan kursi sekolah. Kalau semua anak sudah dipastikan mendapat sekolah, orang tua juga akan merasa lebih tenang,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu memandang pendidikan sebagai hak asasi anak, sehingga penempatan peserta didik menjadi tanggung jawab negara, bukan sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.

Setiap musim penerimaan siswa baru, banyak orang tua harus menghadapi ketidakpastian mengenai sekolah yang akan menerima anak mereka.

Kondisi tersebut semakin berat bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas. Ketika tidak berhasil memperoleh bangku di sekolah negeri, mereka dihadapkan pada pilihan menyekolahkan anak ke sekolah swasta yang umumnya memerlukan biaya lebih besar.

Situasi ini dinilai dapat memperlebar kesenjangan akses pendidikan apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang mampu menjamin seluruh anak tetap memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Berbagai persoalan yang kembali muncul pada pelaksanaan SPMB 2026 menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan peserta didik baru.

Selain pembenahan aspek teknis, seperti peningkatan kapasitas sistem digital, transparansi proses seleksi, dan penguatan pengawasan, pemerintah juga dinilai perlu memperhatikan persoalan mendasar berupa pemerataan daya tampung sekolah.

Dengan tersedianya kapasitas pendidikan yang memadai dan jaminan setiap anak memperoleh bangku sekolah, polemik tahunan yang selalu mengiringi pelaksanaan SPMB diharapkan dapat diminimalkan.

Para pengamat menilai bahwa keberhasilan sistem penerimaan murid baru bukan hanya diukur dari kelancaran proses seleksi, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan haknya untuk mengakses pendidikan secara adil, merata, dan tanpa diskriminasi.(dhil/kmps)

Topik: spmb 2026

TerkaitBerita

Hari Terakhir! Kementerian Komdigi Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Sejumlah Posisi Terbuka bagi Semua Jurusan
Edukatif & Inspiratif

Hari Terakhir! Kementerian Komdigi Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Sejumlah Posisi Terbuka bagi Semua Jurusan

oleh Editor : Affandy
29 Juni 2026
Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land Gelar NextGen Digital Impact Competition 2026
Edukatif & Inspiratif

Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land Gelar NextGen Digital Impact Competition 2026

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026
LSF RI Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Semester 5 ke Atas Bisa Daftar
Edukatif & Inspiratif

LSF RI Buka Program Magang 2026, Mahasiswa Semester 5 ke Atas Bisa Daftar

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
Sandiana Soemarko Pilih Turun Langsung ke Aksi Sosial, Dari Rumah Ibadah hingga Bantuan Bencana
Edukatif & Inspiratif

Sandiana Soemarko Pilih Turun Langsung ke Aksi Sosial, Dari Rumah Ibadah hingga Bantuan Bencana

oleh Editor : Akula
21 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Rekomendasi AC Harga Mulai Rp2 Jutaan di 2026, Simak Tips Memilih Pendingin Ruangan yang Tepat

Rekomendasi AC Harga Mulai Rp2 Jutaan di 2026, Simak Tips Memilih Pendingin Ruangan yang Tepat

30 Juni 2026
Leapmotor D99 Siap Ramaikan Segmen MPV Listrik Premium, Tawarkan Kabin Mewah dan Teknologi Modern

Leapmotor D99 Siap Ramaikan Segmen MPV Listrik Premium, Tawarkan Kabin Mewah dan Teknologi Modern

30 Juni 2026
Polisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Pelemparan Bom Molotov di Jakarta Utara, Satu Pelaku Masih Buron

Polisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Pelemparan Bom Molotov di Jakarta Utara, Satu Pelaku Masih Buron

30 Juni 2026
Menkes Terkejut Lihat Kondisi Lapas Nusakambangan, Sebut Lebih Bersih dari yang Dibayangkan

Menkes Terkejut Lihat Kondisi Lapas Nusakambangan, Sebut Lebih Bersih dari yang Dibayangkan

30 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3636 shares
    Share 1454 Tweet 909
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    463 shares
    Share 185 Tweet 116
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup dan Mati

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya