Koranindopos.com – JAKARTA – Seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang mengalami momen dramatis saat terjebak dalam kebakaran Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Di tengah kepungan asap hitam yang terus membumbung ke lantai atas gedung setinggi 25 lantai tersebut, pria itu berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju area rooftop untuk mencari udara terbuka.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Syarifudin membenarkan aksi penyelamatan tersebut. WNA Jepang itu bahkan menjadi orang terakhir yang berhasil dievakuasi petugas dalam rangkaian operasi penyelamatan.
“Tadi dia lari ke atas, ke rooftop, lalu sempat memberikan isyarat. Tadi terakhir dia WNA Jepang itu yang dievakuasi,” ujar Syarifudin saat ditemui di lokasi, Jumat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, WNA asal Jepang tersebut awalnya berada di lantai tujuh Apartemen Pavilion.
Situasi berubah ketika asap hitam tebal mulai memenuhi lorong dan tangga darurat dari lantai bawah. Kondisi tersebut membuatnya memilih bergerak ke lantai yang lebih tinggi hingga akhirnya mencapai rooftop.
Sesampainya di area atap, pria tersebut kemudian memberikan isyarat kepada petugas menggunakan kain berwarna putih. Isyarat itu dilakukan agar keberadaannya diketahui petugas pemadam kebakaran yang berada di bawah.
Petugas kemudian berhasil menemukan posisi WNA tersebut dan melakukan evakuasi dari rooftop.
Evakuasi WNA Jepang itu sekaligus menjadi penutup operasi penyelamatan di Apartemen Pavilion yang berlangsung selama berjam-jam.
Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 11.23 WIB. Setelah melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lantai, petugas akhirnya menyelesaikan operasi penyelamatan sekitar pukul 17.00 WIB.
Syarifudin mengatakan, total terdapat 34 orang yang berhasil dievakuasi dari apartemen tersebut.
“Iya jadi ada tambahan, total jadi 34 yang kita evakuasi, terakhir tadi orang Jepang itu di atas,” kata Syarifudin.
Dari total 34 orang yang dievakuasi, tiga di antaranya merupakan WNA.
Seluruh penghuni yang dievakuasi berhasil dibawa keluar dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara menjelaskan, penyebaran asap ke lantai atas berkaitan dengan posisi shaft kabel yang membentang secara vertikal di dalam gedung.
Instalasi tersebut membuat asap dapat bergerak dari satu lantai ke lantai lainnya layaknya sebuah cerobong.
“Ini kan seperti cerobong ya, shaft itu kan kabel itu kan seperti cerobong. Jadi dari mulai lantai atas ke bawah itu kan connect ya, jadi asapnya juga tebal,” terang Bayu.
Akibat kondisi tersebut, asap tidak hanya memenuhi area sekitar sumber kebakaran, tetapi juga membumbung hingga lantai-lantai atas dan masuk ke lorong serta sejumlah unit apartemen hingga lantai 25.
Situasi ini membuat proses evakuasi penghuni menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam kebakaran.
Kebakaran Apartemen Pavilion diduga kuat dipicu korsleting listrik pada instalasi shaft kabel yang berada di sekitar lantai empat.
Api dan asap kemudian menyebar melalui jalur vertikal tersebut sehingga membuat kepulan asap memenuhi bagian dalam gedung.
Petugas Gulkarmat harus melakukan pencarian dan evakuasi penghuni di tengah kondisi gedung yang dipenuhi asap.
Meski menghadapi situasi yang cukup berbahaya, seluruh rangkaian operasi penyelamatan akhirnya berhasil diselesaikan tanpa korban jiwa.
WNA asal Jepang yang sempat berlari hingga rooftop untuk mencari udara terbuka pun berhasil dievakuasi dengan selamat dan menjadi penghuni terakhir yang dibawa turun oleh petugas.(Dhil/kmps)




