Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Traveling

Studi: Masyarakat Tak Percaya Foto Liburan yang Terlalu Bagus

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
8 Agustus 2025
in Traveling
A A
0
liburan

Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/KavalenkavaVolha)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Belakangan, objek wisata atau akomodasi yang bagus dan menarik tersebar di dunia, tercermin dari foto menarik yang digunakan sebagai promosi. Tetapi sebuah studi menunjukkan bahwa wisatawan banyak yang skeptis saat melihat foto objek wisata atau akomodasi yang super bagus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Full Frame Insurance dikutip dari PetaPixel, Kamis (7/8/2025) mengungkapkan bahwa masyarakat kini semakin waspada terhadap foto perjalanan yang terlihat terlalu sempurna.

Penelitian tersebut melibatkan 1.000 warga Amerika Serikat dan membahas bagaimana gambar-gambar perjalanan memengaruhi perencanaan liburan, keputusan berbelanja, serta kepercayaan terhadap konten online.

Hasilnya cukup mengejutkan: tiga dari empat responden mengaku bahwa mereka merasa terdorong mengunjungi suatu destinasi setelah melihat foto-fotonya di media sosial. Namun, minat ini disertai rasa skeptis.

Artikel Terkait

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka

ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

“Umpan media sosial dengan model berpenampilan sempurna dan latar yang ditata secara artistik memang menarik perhatian, tetapi sekaligus menimbulkan kecurigaan,” demikian isi laporan tersebut.

Bahkan, lebih dari 75% responden merasa ragu terhadap destinasi atau akomodasi yang hanya menampilkan konten yang terlihat sangat dipoles dan dikurasi. Dalam studi tersebut, Full Frame mencatat bahwa hampir dua dari tiga responden lebih memilih menelusuri foto-foto yang diambil oleh pengguna biasa melalui platform seperti Google Maps, Airbnb, Tripadvisor, hingga media sosial.

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang tempat yang akan mereka kunjungi.

“Tempat yang terlihat terlalu sempurna kini justru menjadi tanda bahaya, bukan nilai jual,” tulis laporan tersebut.

Penelitian itu juga menemukan bahwa 39% responden atau sekitar dua dari lima orang mengaku pernah merasa kecewa karena tempat yang mereka kunjungi ternyata jauh berbeda dari foto yang mereka lihat sebelumnya.

“Dan bagi sebagian orang rasa kecewa tersebut tidak main-main, cukup besar hingga membuat mereka berpikir untuk mempersingkat liburan. Sebanyak 32 persen mempertimbangkan untuk pulang lebih awal dan 10 persen benar-benar melakukannya,” lanjut studi tersebut.

Generasi Z terlihat paling terpengaruh oleh fenomena tersebut. Sebanyak 53% dari mereka merasa pernah disesatkan oleh foto yang menyesatkan dan 18% benar-benar memutuskan untuk meninggalkan destinasi tersebut.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding generasi baby boomer, yang hanya 6% di antaranya melakukan hal serupa. Selain itu, lebih dari satu dari lima responden (22%) menyatakan bahwa mereka pernah memesan perjalanan berdasarkan foto-foto yang dilihat secara online, hanya untuk merasa tidak aman saat sampai di tujuan.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga turut memperbesar rasa tidak percaya terhadap konten visual perjalanan. Menurut penelitian, 83% responden merasa khawatir terhadap kehadiran teknologi ini, dan hanya 6% yang yakin bahwa AI akan membantu membuat foto perjalanan menjadi lebih dapat dipercaya. (detikTravel/sh)

Topik: Liburan

TerkaitBerita

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka
Traveling

Pesawat Ringan Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas dan 13 Orang Terluka

oleh Editor : Affandy
28 Juni 2026
ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan
Traveling

ARYADUTA Suites Semanggi Hadirkan Paket “School Holiday Escape” untuk Liburan Sekolah yang Seru dan Berkesan

oleh Editor : Doe
19 Juni 2026
China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa
Traveling

China Bangga Indonesia Berhasil Merawat dan Mengembangbiakkan Panda Raksasa

oleh Editor : Affandy
14 Juni 2026
Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara
Traveling

Ulah Wisatawan Dinilai Meresahkan, Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede Ditutup Sementara

oleh Editor : Affandy
7 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Sasar Sektor UKM dan Otomotif, Chailease Finance Indonesia Buka Jaringan Layanan Baru di Kota Kembang

Sasar Sektor UKM dan Otomotif, Chailease Finance Indonesia Buka Jaringan Layanan Baru di Kota Kembang

28 Juni 2026
Dirut BULOG Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut BULOG Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

28 Juni 2026
ISTEK Widuri Teguhkan Komitmen Bangun SDM Unggul Melalui Integrasi Sosial dan Teknologi

ISTEK Widuri Teguhkan Komitmen Bangun SDM Unggul Melalui Integrasi Sosial dan Teknologi

28 Juni 2026
pendaftaran Pendidikan Profesi Guru

PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

28 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3615 shares
    Share 1446 Tweet 904
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya