Jumat, 17 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Traveling

Studi: Masyarakat Tak Percaya Foto Liburan yang Terlalu Bagus

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
8 Agustus 2025
in Traveling
0
liburan

Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/KavalenkavaVolha)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Belakangan, objek wisata atau akomodasi yang bagus dan menarik tersebar di dunia, tercermin dari foto menarik yang digunakan sebagai promosi. Tetapi sebuah studi menunjukkan bahwa wisatawan banyak yang skeptis saat melihat foto objek wisata atau akomodasi yang super bagus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Full Frame Insurance dikutip dari PetaPixel, Kamis (7/8/2025) mengungkapkan bahwa masyarakat kini semakin waspada terhadap foto perjalanan yang terlihat terlalu sempurna.

Penelitian tersebut melibatkan 1.000 warga Amerika Serikat dan membahas bagaimana gambar-gambar perjalanan memengaruhi perencanaan liburan, keputusan berbelanja, serta kepercayaan terhadap konten online.

Hasilnya cukup mengejutkan: tiga dari empat responden mengaku bahwa mereka merasa terdorong mengunjungi suatu destinasi setelah melihat foto-fotonya di media sosial. Namun, minat ini disertai rasa skeptis.

Artikel Terkait

Konflik Timur Tengah Tekan Pariwisata Nepal, Pendaki Everest Menurun

“Ascott Soirée” Rayakan World Art Day 2026

Aturan Bea Cukai Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Ini Ketentuan dan Tips Aman Bawa Barang dari Luar Negeri

“Umpan media sosial dengan model berpenampilan sempurna dan latar yang ditata secara artistik memang menarik perhatian, tetapi sekaligus menimbulkan kecurigaan,” demikian isi laporan tersebut.

Bahkan, lebih dari 75% responden merasa ragu terhadap destinasi atau akomodasi yang hanya menampilkan konten yang terlihat sangat dipoles dan dikurasi. Dalam studi tersebut, Full Frame mencatat bahwa hampir dua dari tiga responden lebih memilih menelusuri foto-foto yang diambil oleh pengguna biasa melalui platform seperti Google Maps, Airbnb, Tripadvisor, hingga media sosial.

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang tempat yang akan mereka kunjungi.

“Tempat yang terlihat terlalu sempurna kini justru menjadi tanda bahaya, bukan nilai jual,” tulis laporan tersebut.

Penelitian itu juga menemukan bahwa 39% responden atau sekitar dua dari lima orang mengaku pernah merasa kecewa karena tempat yang mereka kunjungi ternyata jauh berbeda dari foto yang mereka lihat sebelumnya.

“Dan bagi sebagian orang rasa kecewa tersebut tidak main-main, cukup besar hingga membuat mereka berpikir untuk mempersingkat liburan. Sebanyak 32 persen mempertimbangkan untuk pulang lebih awal dan 10 persen benar-benar melakukannya,” lanjut studi tersebut.

Generasi Z terlihat paling terpengaruh oleh fenomena tersebut. Sebanyak 53% dari mereka merasa pernah disesatkan oleh foto yang menyesatkan dan 18% benar-benar memutuskan untuk meninggalkan destinasi tersebut.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding generasi baby boomer, yang hanya 6% di antaranya melakukan hal serupa. Selain itu, lebih dari satu dari lima responden (22%) menyatakan bahwa mereka pernah memesan perjalanan berdasarkan foto-foto yang dilihat secara online, hanya untuk merasa tidak aman saat sampai di tujuan.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga turut memperbesar rasa tidak percaya terhadap konten visual perjalanan. Menurut penelitian, 83% responden merasa khawatir terhadap kehadiran teknologi ini, dan hanya 6% yang yakin bahwa AI akan membantu membuat foto perjalanan menjadi lebih dapat dipercaya. (detikTravel/sh)

Topik: Liburan

TerkaitBerita

Konflik Timur Tengah Tekan Pariwisata Nepal, Pendaki Everest Menurun
Traveling

Konflik Timur Tengah Tekan Pariwisata Nepal, Pendaki Everest Menurun

oleh Editor : Affandy
16 April 2026
“Ascott Soirée” Rayakan World Art Day 2026
Traveling

“Ascott Soirée” Rayakan World Art Day 2026

oleh Editor : Doe
15 April 2026
Aturan Bea Cukai Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Ini Ketentuan dan Tips Aman Bawa Barang dari Luar Negeri
Traveling

Aturan Bea Cukai Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Ini Ketentuan dan Tips Aman Bawa Barang dari Luar Negeri

oleh Editor : Affandy
14 April 2026
LIBURAN KELABU: Sebanyak 30 orang tewas dalam insiden desak-desakan di benteng bersejarah Citadelle Laferriere di Milot, Haiti pada Sabtu (11/4/2026). (Foto Ilustrasi: Reuters)
Traveling

30 Wisatawan Tewas di Benteng Citadelle Laferriere Haiti

oleh Editor : Memoarto
12 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kementerian P2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Berjalan Transparan dan Akuntabel

Kementerian P2MI Pastikan Penanganan Kendala Pengiriman Barang Almarhum Reza Valentino Simamora Berjalan Transparan dan Akuntabel

16 April 2026
TEKNOLOGI OTOMATISASI: Business Development Manager Indonesia Q-SYS Aldila Lukman saat peluncuran Q-SYS Experience Center di Melodia Experience Center, Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis (16/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Q-SYS Experience Center, Pelopor Pusat Edukasi Teknologi Terintegrasi 

16 April 2026
Dugaan Pelecehan di FH UI, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez Dorong Pendampingan Korban

Dugaan Pelecehan di FH UI, Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez Dorong Pendampingan Korban

16 April 2026
KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce

KP2MI Ubah Skema Penempatan PMI dari Non-Skill ke Skilled Workforce

16 April 2026

Terpopuler

  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2792 shares
    Share 1117 Tweet 698
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    621 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • “Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya