Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Traveling

Studi: Masyarakat Tak Percaya Foto Liburan yang Terlalu Bagus

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
8 Agustus 2025
in Traveling
A A
0
liburan

Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/KavalenkavaVolha)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Belakangan, objek wisata atau akomodasi yang bagus dan menarik tersebar di dunia, tercermin dari foto menarik yang digunakan sebagai promosi. Tetapi sebuah studi menunjukkan bahwa wisatawan banyak yang skeptis saat melihat foto objek wisata atau akomodasi yang super bagus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Full Frame Insurance dikutip dari PetaPixel, Kamis (7/8/2025) mengungkapkan bahwa masyarakat kini semakin waspada terhadap foto perjalanan yang terlihat terlalu sempurna.

Penelitian tersebut melibatkan 1.000 warga Amerika Serikat dan membahas bagaimana gambar-gambar perjalanan memengaruhi perencanaan liburan, keputusan berbelanja, serta kepercayaan terhadap konten online.

Hasilnya cukup mengejutkan: tiga dari empat responden mengaku bahwa mereka merasa terdorong mengunjungi suatu destinasi setelah melihat foto-fotonya di media sosial. Namun, minat ini disertai rasa skeptis.

Artikel Terkait

Wisata Bromo Dibuka Lagi, Wisatawan Diminta Hati-Hati Dengan Sisa Kebakaran

Kejar Garis Finis Hyrox Jadi Tren Traveling Modern

Liburan Keluarga Jadi Asyik di Avery Hotel & Waterpark Surabaya

“Umpan media sosial dengan model berpenampilan sempurna dan latar yang ditata secara artistik memang menarik perhatian, tetapi sekaligus menimbulkan kecurigaan,” demikian isi laporan tersebut.

Bahkan, lebih dari 75% responden merasa ragu terhadap destinasi atau akomodasi yang hanya menampilkan konten yang terlihat sangat dipoles dan dikurasi. Dalam studi tersebut, Full Frame mencatat bahwa hampir dua dari tiga responden lebih memilih menelusuri foto-foto yang diambil oleh pengguna biasa melalui platform seperti Google Maps, Airbnb, Tripadvisor, hingga media sosial.

Tujuannya untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang tempat yang akan mereka kunjungi.

“Tempat yang terlihat terlalu sempurna kini justru menjadi tanda bahaya, bukan nilai jual,” tulis laporan tersebut.

Penelitian itu juga menemukan bahwa 39% responden atau sekitar dua dari lima orang mengaku pernah merasa kecewa karena tempat yang mereka kunjungi ternyata jauh berbeda dari foto yang mereka lihat sebelumnya.

“Dan bagi sebagian orang rasa kecewa tersebut tidak main-main, cukup besar hingga membuat mereka berpikir untuk mempersingkat liburan. Sebanyak 32 persen mempertimbangkan untuk pulang lebih awal dan 10 persen benar-benar melakukannya,” lanjut studi tersebut.

Generasi Z terlihat paling terpengaruh oleh fenomena tersebut. Sebanyak 53% dari mereka merasa pernah disesatkan oleh foto yang menyesatkan dan 18% benar-benar memutuskan untuk meninggalkan destinasi tersebut.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding generasi baby boomer, yang hanya 6% di antaranya melakukan hal serupa. Selain itu, lebih dari satu dari lima responden (22%) menyatakan bahwa mereka pernah memesan perjalanan berdasarkan foto-foto yang dilihat secara online, hanya untuk merasa tidak aman saat sampai di tujuan.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga turut memperbesar rasa tidak percaya terhadap konten visual perjalanan. Menurut penelitian, 83% responden merasa khawatir terhadap kehadiran teknologi ini, dan hanya 6% yang yakin bahwa AI akan membantu membuat foto perjalanan menjadi lebih dapat dipercaya. (detikTravel/sh)

Topik: Liburan

TerkaitBerita

DIBUKA KEMBALI: Destinasi wisata Bromo Kembali dibuka pasca beberapa Waktu lalu dilanda kebakaran hamparan vegetasi. (Foto Ilustrasi: pendiksrental.com)
Traveling

Wisata Bromo Dibuka Lagi, Wisatawan Diminta Hati-Hati Dengan Sisa Kebakaran

oleh Editor : Memoarto
20 September 2026
TREN BARU: Sejumlah peserta ajang fitness racing, Hyrox. (Foto Ilustrasi: Primafit.com)
Traveling

Kejar Garis Finis Hyrox Jadi Tren Traveling Modern

oleh Editor : Memoarto
13 September 2026
LIBURAN KELUARGA: Kamar anak di Avery Hotel & Waterpark Surabaya Tugu Pahlawan resmi beroperasi pada medio September 2026. Hotel tersebut  menawarkan konsep Smart Recreation dan Ultimate Urban Playground bagi keluarga.  (Foto: DOk./ WHHG)
Traveling

Liburan Keluarga Jadi Asyik di Avery Hotel & Waterpark Surabaya

oleh Editor : Memoarto
8 September 2026
MORAZEN Yogyakarta
Traveling

MORAZEN Yogyakarta Rayakan Hari Pelanggan Nasional dengan Berbagi Kue Sarang Semut kepada Tamu

oleh Editor : Hana
5 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

5 Oktober 2026
Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

5 Oktober 2026
Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

5 Oktober 2026
Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

3 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4886 shares
    Share 1954 Tweet 1222
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya