Koranindopos.com, JAKARTA – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok mengumumkan komitmen investasi besar senilai lebih dari 1 miliar yuan atau sekitar Rp 2,2 triliun. Anggaran tersebut untuk subsidi pengeluaran terkait perjalanan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye promosi pariwisata besar-besaran Negeri Tirai Bambu yang akan berlangsung selama satu bulan penuh. Melansir CGTN, kampanye ini dipusatkan untuk menyambut Hari Pariwisata Tiongkok ke-16 yang jatuh pada 19 Mei mendatang, dan dijadwalkan berjalan hingga 31 Mei 2026.
Pemerintah Tiongkok tidak bergerak sendiri. Mereka berkolaborasi dengan lebih dari 70 organisasi mitra untuk menggulirkan lebih dari 9.000 langkah strategis yang dirancang demi keuntungan wisatawan di seluruh negeri.
Asosiasi Objek Wisata Tiongkok memperkirakan total nilai diskon dan konsesi secara nasional akan melebihi 210 juta yuan sepanjang tahun ini, yang menargetkan manfaat bagi lebih dari 60 juta kunjungan wisatawan.
Di Guangzhou (lokasi utama acara tahun ini), turis bisa menikmati kebijakan diskon berbasis “potongan tiket”. Pengunjung cukup menunjukkan bukti perjalanan seperti tiket pesawat, kereta cepat, atau tiket acara olahraga/pertunjukan untuk mendapatkan penawaran khusus di seluruh Provinsi Guangdong.
Demi menjamin pengalaman wisata yang menyenangkan, pemerintah juga memperketat pengawasan di lapangan. Li Xiaoyong, pejabat kementerian terkait, menyatakan pihaknya akan menindak tegas pelanggaran prosedur oleh pemandu wisata (tour guide).
Mereka juga memperkuat pencegahan risiko keamanan dan meningkatkan standar pelayanan di seluruh destinasi utama di Tiongkok. Subsidi besar itu diluncurkan di saat Tiongkok tengah mengalami lonjakan perjalanan domestik dan internasional yang signifikan.
Awal bulan ini, Tiongkok mencatat 135 juta perjalanan domestik (naik 6,8 persen dari tahun lalu) dengan perputaran uang mencapai 61,37 miliar yuan. Pada kuartal pertama 2026, tercatat ada 21,33 juta keluar-masuk perbatasan oleh warga negara asing. Lonjakan ini didorong oleh kebijakan perluasan bebas visa yang masif dari pemerintah Tiongkok. Menjelang libur lima hari Hari Buruh (Mei), otoritas memprediksi akan terjadi ledakan perjalanan atau travel boom yang jauh lebih besar. (CNNI/mmr)










