Koranindopos.com , Kulon Progo – Keberangkatan jemaah haji dari YIA turut meningkatkan mobilitas masyarakat, khususnya keluarga yang mendampingi proses keberangkatan maupun penjemputan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan akomodasi yang dekat dengan bandara dan mudah diakses dalam durasi singkat.
MORAZEN Yogyakarta menjadi salah satu alternatif akomodasi bagi keluarga pengantar dan penjemput jemaah haji, seiring dimulainya embarkasi haji 2026 melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada 21 April.

Tidak melayani jemaah haji secara langsung, hotel ini berfokus pada penyediaan akomodasi bagi pengantar dan penjemput selama periode embarkasi dan debarkasi. Lokasinya yang relatif dekat dengan Bandara YIA didukung dengan layanan shuttle antar-jemput untuk membantu mobilitas tamu.
General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan bahwa aktivitas haji tidak hanya melibatkan jemaah, tetapi juga keluarga yang mengantar dan menjemput.
“Kami melihat adanya peningkatan kebutuhan akomodasi dari keluarga jemaah, terutama yang membutuhkan tempat menginap dengan akses yang praktis ke bandara. Ini menjadi bagian dari dinamika selama musim haji berlangsung,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak hotel menyesuaikan layanan dengan karakteristik kunjungan tamu yang cenderung singkat, baik saat keberangkatan maupun kepulangan jemaah.
Sebagai bagian dari layanan tersebut, MORAZEN Yogyakarta menyediakan paket menginap dengan harga mulai dari Rp598.500 per malam. Paket ini mencakup sarapan untuk dua orang, layanan shuttle antar-jemput dari dan ke Bandara YIA, serta akses ke fasilitas hotel seperti kolam renang dan pusat kebugaran.
Dengan pendekatan tersebut, MORAZEN Yogyakarta berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat selama periode haji, khususnya bagi pengantar dan penjemput jemaah di Yogyakarta. (Rik)










