Koranindopos.com, Jakarta – Yayasan Kesehatan Sumber Waras yang menaungi Rumah Sakit Sumber Waras (RS Sumber Waras) memanfaatkan momentum peringatan ulang tahun ke-63 untuk menegaskan komitmennya dalam dunia kesehatan dan pendidikan. Kegiatan ini berbarengan dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Pengawas Yayasan Kesehatan Sumber Waras, Prof. Hasbullah Tabrani, mengungkapkan kebanggaannya atas kiprah yayasan yang disebutnya sebagai pionir di bidangnya.
“Ini adalah contoh bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi dalam dunia kesehatan dan pendidikan menyehatkan bangsa. Mudah-mudahan kita bisa menciptakan generasi sehat generasi emas 2045,” ujarnya di sela acara di pelataran Monas, Minggu (10/8/2025).
Senada dengan itu, Ketua Pembina Yayasan Kesehatan Sumber Waras, Surya Gupta, berharap kiprah yayasan dapat terus berkesinambungan. “Kita harapkan bisa berkesinambungan seterusnya sampai terakhir. Di akhir masa kita bisa selalu memberikan pengabdian maupun layanan yang terbaik dari rumah sakit, pendidikan dan mungkin yang telah kita punya juga training centre untuk kemajuan bangsa kita,” katanya.
Direktur Utama RS Sumber Waras, dr. Tri Hesty Widyastoeti, Sp.M., MPH, menargetkan agar rumah sakit yang dipimpinnya dapat dikenal secara lebih luas. “Selama ini kan lebih banyak dikenal wilayah Jakarta Barat dan sekitar-sekitarnya, tapi kami berharap dapat menerima rujukan tidak hanya dari wilayah DKI Jakarta, tapi dari wilayah-wilayah di luar DKI Jakarta dan provinsi lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan peremajaan alat medis, meningkatkan pelatihan tenaga medis, serta mengembangkan manajemen pelayanan. “Kami intinya adalah betul-betul berkomitmen, kita bertekad untuk Sumber Waras menjadi lebih baik dan menjadi pilihan masyarakat,” tuturnya.

Dr. Tri Hesty juga membeberkan rencana pengembangan layanan unggulan stroke dan jantung. Pada puncak perayaan 17 Agustus nanti, RS Sumber Waras akan melakukan soft launching CT scan terbaru 128 slice serta layanan HD eksekutif yang menerima pasien BPJS maupun non-BPJS.
Selain di bidang kesehatan, Yayasan Kesehatan Sumber Waras juga membawahi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sumber Waras. Ketua STIKES, DR. Nurharlinah, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan ini awalnya berdiri sebagai SPK, berkembang menjadi Akademi Keperawatan, dan kini telah menjadi sekolah tinggi dengan lima program studi.
“Mudah-mudahan ke depannya pendidikan di pendidikan kesehatan Sumber Waras ini semakin maju dan berkembang,” ucapnya.
Acara “Jalan sehat & Senam Bersama Keluarga Besar Sumber Waras” di Monas menjadi pembuka rangkaian perayaan. Ketua Yayasan Kesehatan Sumber Waras, Safzen Noerdin, S.IP, menyebut sekitar 650 peserta ikut berjalan dari Bundaran HI hingga Monas. “Alhamdulillah semuanya sampai di finish, walaupun diantaranya ada yang sudah termasuk veteran,” katanya.
Humas RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, mengatakan kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan antarpekerja dari berbagai divisi.
“Terus tujuannya untuk menciptakan kolaborasi yang harmonis antar pekerja. Momennya itu pas ulang tahun kita semua ini dari berbagai divisi yang berbeda, kita menjadi satu,” ujarnya.
Yayasan Kesehatan Sumber Waras berharap kiprah mereka dapat terus memberikan manfaat luas bagi kesehatan dan pendidikan Indonesia, sejalan dengan cita-cita bangsa menyongsong generasi emas 2045. (Brg/hend)










