koranindopos.com – Jakarta. Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran memperingatkan bahwa perang dengan Israel berpotensi pecah kembali sewaktu-waktu. Peringatan tersebut disampaikan oleh pejabat tinggi Iran di tengah konflik yang belum sepenuhnya reda di kawasan.
Menurut laporan media lokal, Iran menegaskan bahwa situasi regional masih rapuh dan bisa berubah drastis bila Israel terus melancarkan aksi militer maupun provokasi.
Pernyataan keras Iran muncul setelah meningkatnya eskalasi di beberapa titik perbatasan. Iran menuding Israel melakukan tindakan yang dapat memicu konflik terbuka. Pemerintah Iran juga menegaskan siap mengambil langkah militer apabila kepentingannya maupun sekutunya di kawasan terancam.
Seorang pejabat Iran menyebut, “Selama agresi Israel terus berlanjut, potensi perang baru selalu ada. Kami tidak akan ragu membela rakyat Palestina dan sekutu kami.”
Konflik Israel-Iran secara tidak langsung telah berlangsung bertahun-tahun, terutama melalui perang proksi di Suriah, Lebanon, hingga Gaza. Israel menilai kehadiran kelompok-kelompok yang didukung Iran sebagai ancaman serius bagi keamanannya.
Di sisi lain, Iran menganggap Israel sebagai sumber instabilitas utama di kawasan. Dukungan terbuka Iran terhadap kelompok perlawanan Palestina dan Hizbullah kerap membuat hubungan kedua negara semakin tegang.
Meningkatnya ketegangan ini kembali memunculkan kekhawatiran komunitas internasional. Sejumlah negara menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan menghindari langkah militer yang dapat memperburuk situasi di Timur Tengah.
PBB dan negara-negara besar sebelumnya juga telah mengingatkan bahwa konflik berskala besar antara Iran dan Israel akan berdampak luas, bukan hanya bagi kawasan tetapi juga terhadap stabilitas global, termasuk pasokan energi dunia.
Meski belum ada tanda-tanda perang besar dalam waktu dekat, analis menilai peringatan Iran menunjukkan bahwa risiko konflik terbuka tetap tinggi. Dengan kondisi regional yang penuh gejolak, setiap insiden kecil bisa menjadi pemicu pecahnya perang baru.(dhil)










