koranindopos.com – Jakarta. Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. Tragedi ini dinilai sebagai peringatan penting bagi seluruh elemen bangsa dalam menyikapi dinamika aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini.
Dalam keterangan pers, Jumat (29/8/2025), Pemuda Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Affan. Mereka menekankan bahwa demonstrasi sebagai hak konstitusional warga seharusnya dijalankan secara damai, bertanggung jawab, dan menghormati kepentingan publik.
“Massa aksi seyogyanya menyampaikan aspirasi dengan santun dan tidak mengganggu hak masyarakat lain, serta mematuhi setiap peraturan hukum yang berlaku. Begitu pula dengan para petugas, agar melakukan pengamanan dengan humanis,” tulis pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Sekretaris Jenderal Najih Prastiyo.
Pemuda Muhammadiyah menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antara masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan aparat yang bertugas menjaga keamanan.
Sebagai langkah konstruktif, Pemuda Muhammadiyah menyerukan dialog damai antara seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, aparat keamanan, maupun elemen masyarakat sipil. Dialog ini diharapkan mampu meredam ketegangan dan mencegah terulangnya insiden serupa.
“Tragedi yang menimpa almarhum Affan Kurniawan harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari menjadikan peristiwa ini momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dalam menjaga persatuan, kedamaian, dan rasa keadilan,” imbuh pernyataan tersebut.
Pemuda Muhammadiyah berharap situasi nasional dapat segera kembali kondusif agar stabilitas sosial dan ekonomi tidak terganggu. Mereka juga menegaskan bahwa penghormatan terhadap hak berdemonstrasi dan penegakan hukum yang berkeadilan adalah fondasi penting dalam menjaga demokrasi Indonesia.(Dhil)










