Koranindopos.com, Jakarta, Industri film Indonesia kembali menghadirkan sebuah karya yang mencoba memadukan hiburan dengan renungan spiritual. Kali ini, Dee Company resmi meluncurkan trailer film terbaru mereka bertajuk Jembatan Shiratal Mustaqim, sebuah drama horor religi yang mengangkat isu korupsi dan konsekuensi beratnya di akhirat.
Film garapan sutradara Bounty Umbara tersebut menawarkan sesuatu yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia. Dengan proses pengerjaan CGI yang memakan waktu hingga satu tahun, film ini berusaha menghadirkan visualisasi neraka, suasana Padang Mahsyar, hingga jembatan Shiratal Mustaqim dengan detail sinematik yang belum pernah dicoba sebelumnya. Sang jembatan, menurut kepercayaan, adalah lintasan paling menakutkan di akhirat, yang hanya dapat dilewati manusia berkat amal saleh dan doa keluarga.
Produser Dheeraj Kalwani menjelaskan bahwa gagasan film ini lahir dari keprihatinannya melihat maraknya praktik korupsi di tanah air. Ia berharap film ini tidak sekadar menakuti, tetapi juga memberikan refleksi mendalam bagi para penontonnya.
“Korupsi merampas doa anak dan keluarga, hingga seseorang berjalan sendirian di Shiratal Mustaqim. Lewat film ini, penonton diajak untuk merefleksi bahwa amal saleh dan doa keluarga jauh lebih berharga daripada harta hasil korupsi,” ujar Dheeraj Kalwani saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (18/9/2025).
Untuk memperkuat pesan tersebut, Dheeraj secara khusus mengundang Angelina Sondakh, mantan politisi yang pernah terjerat kasus korupsi, agar turut menyaksikan trailer Jembatan Shiratal Mustaqim. Kehadirannya dinilai bukan sekadar gimmick, melainkan sebagai bentuk ajakan refleksi diri dari seseorang yang pernah menjalani langsung pahitnya konsekuensi perbuatan itu.
Angelina yang akrab disapa Angie tampak emosional saat diminta tanggapan usai menonton. “Jujur, menonton trailer ini membuat saya merinding. Saya pernah merasakan pahitnya kesalahan di dunia. Film ini mengingatkan bahwa di akhirat pertanggungjawaban itu jauh lebih berat. Saya berharap film ini bisa jadi pengingat bagi semua orang, termasuk saya sendiri, untuk terus memperbaiki diri,” jelas Angelina.
Nama Angelina Sondakh sempat ramai diberitakan pada 2011 lalu ketika dirinya terjerat kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games di Palembang. Sebagai istri mendiang aktor dan politisi Adjie Massaid, serta mantan Puteri Indonesia 2001, keterlibatan Angelina dalam kasus tersebut sempat menjadi sorotan besar. Ia divonis hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp500 juta, subsider enam bulan kurungan.
Kini setelah bebas, Angelina tidak menutup-nutupi masa lalunya. Ia bahkan berani mengaitkan pesan moral film ini dengan perjalanan hidup yang pernah ia alami. “Apapun yang kita lakukan akan berbalik ke kita. Di mata manusia mungkin bisa ditutupi, bisa pura-pura, bisa kamuflase. Tapi di hadapan Allah, semua akan terbongkar,” ungkap wanita berusia 47 tahun itu.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menambahkan, “Di akhirat nanti, tangan, kaki, bahkan mata kita akan bicara sendiri. Kalau di dunia, hanya mulut yang bersaksi, tapi di akhirat setiap anggota tubuh jadi saksi.”
Lebih jauh, Angelina menilai masyarakat Indonesia kini semakin permisif terhadap praktik korupsi. Menurutnya, budaya hedonisme dan glamor sering kali menutupi kesadaran spiritual bahwa setiap orang pada akhirnya harus melewati Shiratal Mustaqim. Ia mengaku sudah merasakan betapa beratnya azab koruptor, bahkan di dunia.
“Azab koruptor itu bukan cuma di akhirat. Saya sudah merasakannya di dunia. Dipisahkan dari anak, kehilangan waktu yang tak bisa diulang, itu sudah hukuman. Walaupun diberikan uang dan kekuasaan sebesar apa pun, saya tidak bisa mengembalikan Keanu jadi kecil lagi,” ucap Angelina dengan suara bergetar, merujuk pada putra semata wayangnya.
Ia menegaskan, korupsi hanya memberi kesenangan sesaat yang akhirnya berujung pada penyesalan mendalam. “Mudah-mudahan film ini bisa jadi ‘peledak’ agar orang sadar. Karena akhirnya, makan uang haram itu nggak enak juga kok. Apalagi kalau sampai diberikan ke anak. Astaghfirullahalazim,” tambahnya.
Jembatan Shiratal Mustaqim dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Oktober 2025. Film ini bercerita tentang Arya (diperankan Raihan Khan), seorang pemuda di daerah yang dilanda bencana tsunami. Tragedi tersebut ternyata menyimpan kasus besar berupa penggelapan dana bantuan.
Bersama ibunya (Imelda Therinne), Arya mencoba mengungkap kebenaran. Namun, usaha mereka tidak berjalan mulus karena selalu dihantui teror menakutkan berupa penglihatan tentang jembatan Shiratal Mustaqim. Setiap langkah yang mereka ambil membuat nyawa mereka kian terancam.
Film ini diharapkan bukan hanya menjadi tontonan horor dengan efek visual menegangkan, tetapi juga sebagai media refleksi tentang betapa besarnya konsekuensi dari korupsi, baik di dunia maupun di akhirat. (Brg/Hend)










