Minggu, 11 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Lutesha Gunakan Simulasi Kematian untuk Dalami Peran di Rest Area

Editor : Akula oleh Editor : Akula
24 September 2025
in Film dan Musik
A A
0
Lutesha Gunakan Simulasi Kematian untuk Dalami Peran di Rest Area
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Aktris muda Lutesha Shadewa menunjukkan sisi berbeda dalam karya terbarunya, Rest Area. Jika biasanya ia dikenal lewat peran-peran yang lebih natural dan tidak banyak bermain di ranah horor, kali ini ia menantang dirinya dengan cara yang tidak biasa: menjadikan pengalaman prosesi kematian sebagai sarana eksplorasi akting.

Film yang diproduksi Mahakarya Pictures ini bukan sekadar menampilkan teror hantu, melainkan juga menguji batas psikologis para pemainnya. Lutesha bahkan harus menjalani adegan ekstrem—dikafani, ditandu, hingga dimasukkan ke liang kubur—sebuah pengalaman yang ia gunakan untuk memahami rasa takut dari sudut pandang berbeda.

“Ini, jujur ini sungguh pertanyaan yang bagus. Soalnya bisa dibilang aku itu bukan tipe orang yang mudah takut, kalau misalnya melihat penampakan hantu ataupun creature yang lainnya, gitu. Gimana aku menimbulkan rasa takut itu? Ini kan salah satunya ada di trailer juga ada aku dikafanin, aku dioper-oper, lalu aku masuk liang kubur,” kata Lutesha ketika ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (23/9).

IMG 20250924 WA0014 - Lutesha Gunakan Simulasi Kematian untuk Dalami Peran di Rest Area

Artikel Terkait

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING

Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena

Alih-alih membayangkan sosok hantu, ia justru membangun rasa takut dari sesuatu yang nyata: kematian itu sendiri. “Itu salah satu menjadi metode aku yang aku kembangkan. Ya bisa dibayangin kayak, ‘Oh, jadi ini ya kalau misalnya aku entar mati someday, aku dikafanin, aku dimandiin, terus aku ditandu ke liang kubur,’ gitu. Jadi ini bisa dibilang aku mencoba untuk menimbulkan perasaan, ‘Wah, begini yang aku rasain kalau misalnya aku entar meninggal suatu saat,’ gitu,” jelasnya.

Metode tersebut membuat pengalamannya terasa lebih reflektif daripada sekadar akting biasa. Lutesha menyebut, justru dari pengalaman inilah ia menemukan cara untuk menampilkan ketakutan yang autentik di layar. “Dan ini suatu perasaan yang memang menyeramkan gitu. Kan kita meninggal sekali gitu seumur hidup, itu akhir hayat kita gitu. Dari situ sih aku berusaha untuk memunculkan perasaan itu, gitu,” tambahnya.

Selain simulasi kematian, tantangan lain datang dari adegan teknis di mana ia harus ditarik ke dalam toilet. Bagi Lutesha, adegan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga menguji imajinasinya dalam menempatkan diri pada situasi yang tidak mungkin dialami dalam kehidupan nyata. “Kalau misalnya masuk ke toilet, jujur itu takut sih. Soalnya secara teknis emang juga lumayan ribet. Kita bikin, toiletnya diakalin lah gitu. Terus aku harus masuk semacam barrel yang besar lah, gitu. Dan ya itu ketakutan yang aku coba untuk bangun adalah kayak, ‘Lu bayangin lu masuk ke dalam toilet terus ditarik sama orang.’ Itu kejadian yang enggak akan pernah kejadian sehari-hari, gitu,” ujarnya.

Dengan pendekatan unik itu, Rest Area menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dalam dari sekadar horor gaib. Kisah lima remaja kaya yang terjebak di rest area terpencil memang menampilkan teror Hantu Kresek—makhluk dengan kepala terbungkus plastik—tetapi yang membedakan film ini adalah cara rahasia dan konflik batin para tokoh perlahan terbuka seiring teror berlangsung.

Dibintangi Lutesha bersama Ajil Ditto, Chicco Kurniawan, Julian Jacob, Lania Fira, Haydar Salishz, dan Afrian Arisandy, film ini menempatkan karakter-karakternya dalam pusaran ketakutan yang bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga psikologis. Perpecahan, saling curiga, hingga rasa putus asa mewarnai perjalanan mereka ketika jalan keluar selalu tertutup misteri. (Brg/Kul)

 

Topik: LuteshaRest area

TerkaitBerita

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting
Film dan Musik

Yasamin Jasem Kuras Tenaga demi Perankan Hantu Cerewet di Film Ghosting

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING
Film dan Musik

Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah yang Dihantui Arwah Influencer di Film GHOSTHING

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena
Film dan Musik

Terungkap di Sidang, Richard Lee Disebut Tak Punya Kuasa atas Operasional Athena

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026
Film Dokumenter NAZA Ajak Penonton Indonesia Melihat Tragedi Gaza dari Dekat
Film dan Musik

Film Dokumenter NAZA Ajak Penonton Indonesia Melihat Tragedi Gaza dari Dekat

oleh Editor : Akula
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

The Founding of YouTube A Short History

11 Oktober 2026

The Founding of YouTube A Short History

11 Oktober 2026

The Founding of YouTube A Short History

11 Oktober 2026

The Founding of YouTube A Short History

11 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4980 shares
    Share 1992 Tweet 1245
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya