Koranindopos.com, Jakarta – Upaya menekan kesenjangan sosial kembali mendapatkan dukungan dari sektor swasta. PT Djarum memperluas jangkauan program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan menyasar Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara, membawa perubahan nyata bagi puluhan keluarga yang selama ini tinggal di hunian tidak layak.
Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan mendesak untuk perbaikan tempat tinggal.
Program yang dijalankan pada akhir November 2025 ini mencakup pembangunan ulang dan renovasi 10 unit rumah di Purbalingga serta 15 unit rumah di Banjarnegara. Total nilai investasi lebih dari Rp1,5 miliar digelontorkan untuk memastikan masyarakat dapat tinggal di tempat yang aman, nyaman, sehat, dan manusiawi. Penerima manfaat tersebar di Desa Cipawon dan Tlahab Lor untuk wilayah Purbalingga, sementara Banjarnegara mencakup Desa Jalatunda dan Kaliajir dengan alokasi anggaran sekitar Rp60 juta untuk rumah dua kamar dan Rp70 juta untuk rumah tiga kamar.

Bagi warga desa yang menjadi penerima bantuan, kehadiran program ini bukan sekadar renovasi bangunan, melainkan perubahan besar dalam kualitas hidup. Salah satunya dialami Sartiyah, ibu rumah tangga di Desa Tlahab Lor. Selama bertahun-tahun ia tinggal di rumah yang kerap bocor dan berlantai tanah, sehingga keluarganya kesulitan saat hujan deras. Kini, setelah rumahnya dibangun ulang, ia dapat beristirahat tanpa rasa khawatir terhadap cuaca.
“Dulu rumah saya lantainya masih tanah, dindingnya kayu, atapnya bocor. Kalau pas ujan nggak bisa buat tidur. Tapi sekarang perasaannya senang rumah sudah bagus, kalau hujan nggak bocor lagi nggak kedinginan. Terima kasih banyak PT Djarum sudah merenovasi rumah saya,” ungkap Sartiyah.
Kisah serupa dialami Evi Lestari, warga Desa Jalatunda yang sebelumnya tinggal di rumah yang hampir roboh dan tidak memiliki kamar mandi. Ia tak menyangka mendapatkan kesempatan untuk menempati hunian yang lebih layak. “Kemarin rumah saya mau ambruk. Alhamdulillah bersyukur banget terima kasih PT Djarum sekarang saya sudah punya rumah keramikan dan ada kamar mandi,” ujarnya dengan penuh syukur.
Program RSLH disambut baik oleh pemerintah daerah. Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Djarum dan PT Pralon dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia juga berharap agar dukungan ini dapat memperluas akses kehidupan yang lebih baik.
“Alhamdulillah pada tahun ini kita mendapat keberkahan dengan menerima program RSLH di 10 rumah dan juga air bersih… Harapan kami, para penerima manfaat dapat merasakan kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat,” tutur Dimas Prasetyahan saat seremoni peresmian program RSLH di Pendopo Kantor Bupati Purbalingga, Selasa (25/11).
Peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto dan jajaran instansi pemerintahan. Dalam kesempatan itu, Budiharto menjelaskan bahwa RSLH merupakan rangkaian program berkesinambungan sejak 2022 dan akan terus diperluas untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
“Kami ingin kehadiran program RSLH dapat membantu memperbaiki kualitas hidup penerima manfaat, terutama di daerah yang tengah mengakselerasi pengentasan kemiskinan ekstrem dan program 3 juta rumah,” ujarnya.
Selain fokus pada renovasi rumah, PT Djarum bersama PT Pralon juga membangun bak penampungan dan jaringan pipa HDPE sepanjang 2,8 kilometer dari sumber air Banyu Bacin ke Dukuh Pete yang selama ini mengalami krisis air bersih. Sebanyak 43 rumah atau 177 jiwa kini dapat menikmati akses air yang mengalir langsung ke rumah masing-masing, sehingga aktivitas harian masyarakat menjadi jauh lebih mudah.
Melalui pendekatan total intervensi, proses pembangunan dilakukan tanpa membebani penerima manfaat secara finansial. Budiharto menegaskan bahwa desain rumah dipersiapkan dengan standar memadai untuk keluarga kecil, mencakup ruangan serbaguna, dapur, sanitasi, serta ventilasi yang baik agar kesehatan warga semakin terjamin.
“Prinsip kami adalah total intervensi. Kami tidak ingin penerima bantuan terbebani biaya tambahan,” tambahnya.
Tahun 2025 menjadi momentum lanjutan dari perjalanan program RSLH yang diproyeksikan merenovasi sedikitnya 350 rumah di Kudus dan wilayah lainnya di Jawa Tengah. Jika dihitung sejak awal pelaksanaannya pada 2022, jumlah hunian yang telah dan akan diperbaiki mencapai 620 unit yang tersebar di sembilan kabupaten. Dengan keberlanjutan program ini, PT Djarum menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat terwujud melalui kerja kolaboratif antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat itu sendiri.
Dari wajah-wajah penuh senyum para penerima bantuan, tersirat pesan bahwa intervensi sosial tidak harus megah untuk bermakna. Selangkah demi selangkah, usaha nyata dalam menyediakan hunian layak telah membentuk pondasi baru bagi banyak keluarga, pondasi harapan untuk hidup yang lebih baik hari ini dan di masa depan. (Brg/Hend)










