Tidak hanya bergantung pada satu sumber, pemerintah juga mengupayakan tambahan pasokan energi dari Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan bilateral melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah ditandatangani oleh Prabowo Subianto dan Donald Trump pada awal tahun 2026.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menyampaikan bahwa proses pengadaan minyak mentah dan LPG ini dipercayakan kepada PT Pertamina (Persero). Perusahaan pelat merah tersebut saat ini tengah bergerak aktif untuk merealisasikan rencana impor tersebut.
Menurut Yuliot, tim Pertamina bahkan telah berada di Amerika Serikat guna melakukan negosiasi bisnis dengan sejumlah perusahaan energi. Tujuannya adalah mempercepat proses pengiriman pasokan minyak ke Indonesia agar kebutuhan domestik tetap terpenuhi.
Langkah diversifikasi sumber impor ini dinilai penting, terutama di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global. Dengan mengamankan pasokan dari berbagai negara, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mengendalikan harga di dalam negeri.
Selain itu, kerja sama ini juga mencerminkan upaya Indonesia dalam memperkuat hubungan dagang internasional sekaligus memastikan keberlanjutan energi nasional di masa mendatang.(dhil)










