Kamis, 13 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

88,5 Persen Serangan Phishing Bidik Kredensial, Data Perbankan Dijual hingga Rp5 Jutaan di Dark Web

Kaspersky menemukan mayoritas kampanye phishing sepanjang Januari–September 2025 menyasar akses akun, bukan sekadar data sekali pakai.

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 Januari 2026
in Teknologi
A A
0
kasperky
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkapkan bahwa sebagian besar serangan phishing sepanjang Januari hingga September 2025 bertujuan mencuri kredensial akun daring. Dari hasil analisis terbaru mereka, sebanyak 88,5 persen serangan menargetkan login dan kata sandi berbagai layanan online.

Sementara itu, 9,5 persen kampanye phishing lainnya menyasar data pribadi seperti nama, alamat, hingga tanggal lahir, dan sekitar 2 persen berfokus mencuri detail kartu perbankan.

Dalam risetnya, Kaspersky menjelaskan bahwa mayoritas halaman phishing secara otomatis mengirimkan informasi curian melalui email, bot Telegram, atau panel yang dikendalikan penyerang. Setelah terkumpul, data tersebut kemudian masuk ke jalur penjualan kembali secara ilegal di pasar gelap daring atau dark web.

“Kredensial yang dicuri jarang digunakan sekali lalu dibuang. Data dari berbagai kampanye dikonsolidasikan menjadi satu kumpulan besar dan dijual kembali, bahkan dalam beberapa kasus hanya seharga 50 dolar AS per paket,” tulis Kaspersky dalam laporannya.

Artikel Terkait

Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit Global, Inovasi Printer Tangki Tinta Berawal dari Indonesia

Galaxy S26 FE Bocor, Bawa Exynos 2500 3nm dan Kamera 50MP OIS

Galaxy Z8 Series Bikin Galaxy AI Makin Dekat dengan Aktivitas Harian Gen Z

Melalui layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence, terungkap bahwa sepanjang 2025 harga rata-rata data hasil phishing bervariasi tergantung jenis akses dan nilai akun, antara lain:

  • Portal internet global: sekitar US$0,90 per akun

  • Platform kripto: mencapai US$105

  • Akses perbankan online: bisa menembus US$350 per akun

  • Dokumen pribadi seperti paspor atau kartu identitas: rata-rata US$15, tergantung usia akun, saldo, metode pembayaran yang terhubung, dan pengaturan keamanan

Setelah diverifikasi oleh pembeli, data tersebut dapat dimanfaatkan ulang untuk berbagai layanan dan berpotensi digunakan dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Kaspersky juga menyoroti bahwa kumpulan data yang terus diperkaya memungkinkan pelaku kejahatan siber membangun profil digital mendetail. Profil ini kemudian digunakan untuk melancarkan serangan yang lebih spesifik, terutama terhadap eksekutif perusahaan, staf keuangan, administrator TI, hingga individu yang memiliki aset atau dokumen bernilai tinggi.

“Sebagian besar kampanye phishing saat ini dibangun di sekitar pencurian kredensial karena akses, bukan satu titik data, menciptakan nilai jangka panjang bagi penyerang,” ujar Olga Altukhova, analis konten web senior di Kaspersky.

Ia menambahkan, hampir 90 persen upaya phishing berfokus pada pengumpulan login, kata sandi, nomor telepon, serta detail pribadi. Data tersebut kemudian dikumpulkan, diverifikasi, dan diperjualbelikan kembali.

“Bahkan kredensial lama, jika digabungkan dengan informasi baru, masih dapat digunakan untuk pengambilalihan akun dan serangan tertarget terhadap individu maupun organisasi,” tutupnya. (ris)

Topik: Dark WebKaspersky

TerkaitBerita

Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit Global, Inovasi Printer Tangki Tinta Berawal dari Indonesia
Elektronik

Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit Global, Inovasi Printer Tangki Tinta Berawal dari Indonesia

oleh Editor : Doe
13 Agustus 2026
Galaxy S26 FE Bocor, Bawa Exynos 2500 3nm dan Kamera 50MP OIS
Teknologi

Galaxy S26 FE Bocor, Bawa Exynos 2500 3nm dan Kamera 50MP OIS

oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026
Galaxy Z8 Series Bikin Galaxy AI Makin Dekat dengan Aktivitas Harian Gen Z
Teknologi

Galaxy Z8 Series Bikin Galaxy AI Makin Dekat dengan Aktivitas Harian Gen Z

oleh Editor : Affandy
12 Agustus 2026
5 Aktivitas yang Terasa Lebih Nyaman dengan Layar Besar Galaxy Z Fold8
Teknologi

5 Aktivitas yang Terasa Lebih Nyaman dengan Layar Besar Galaxy Z Fold8

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

13 Agustus 2026
Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

13 Agustus 2026
Diagnosis Usus Buntu Bisa Berbeda Saat Diperiksa Lagi, Ini Penjelasan Dokter

Diagnosis Usus Buntu Bisa Berbeda Saat Diperiksa Lagi, Ini Penjelasan Dokter

13 Agustus 2026
MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia dari Indeks Global, Berlaku Akhir Agustus 2026

MSCI Keluarkan 10 Saham Indonesia dari Indeks Global, Berlaku Akhir Agustus 2026

13 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4327 shares
    Share 1731 Tweet 1082
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Truk Polisi Bawa Siswa dan Guru SMAN 79 Kecelakaan di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya