Minggu, 28 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

88,5 Persen Serangan Phishing Bidik Kredensial, Data Perbankan Dijual hingga Rp5 Jutaan di Dark Web

Kaspersky menemukan mayoritas kampanye phishing sepanjang Januari–September 2025 menyasar akses akun, bukan sekadar data sekali pakai.

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 Januari 2026
in Teknologi
A A
0
kasperky
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkapkan bahwa sebagian besar serangan phishing sepanjang Januari hingga September 2025 bertujuan mencuri kredensial akun daring. Dari hasil analisis terbaru mereka, sebanyak 88,5 persen serangan menargetkan login dan kata sandi berbagai layanan online.

Sementara itu, 9,5 persen kampanye phishing lainnya menyasar data pribadi seperti nama, alamat, hingga tanggal lahir, dan sekitar 2 persen berfokus mencuri detail kartu perbankan.

Dalam risetnya, Kaspersky menjelaskan bahwa mayoritas halaman phishing secara otomatis mengirimkan informasi curian melalui email, bot Telegram, atau panel yang dikendalikan penyerang. Setelah terkumpul, data tersebut kemudian masuk ke jalur penjualan kembali secara ilegal di pasar gelap daring atau dark web.

“Kredensial yang dicuri jarang digunakan sekali lalu dibuang. Data dari berbagai kampanye dikonsolidasikan menjadi satu kumpulan besar dan dijual kembali, bahkan dalam beberapa kasus hanya seharga 50 dolar AS per paket,” tulis Kaspersky dalam laporannya.

Artikel Terkait

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

Melalui layanan Kaspersky Digital Footprint Intelligence, terungkap bahwa sepanjang 2025 harga rata-rata data hasil phishing bervariasi tergantung jenis akses dan nilai akun, antara lain:

  • Portal internet global: sekitar US$0,90 per akun

  • Platform kripto: mencapai US$105

  • Akses perbankan online: bisa menembus US$350 per akun

  • Dokumen pribadi seperti paspor atau kartu identitas: rata-rata US$15, tergantung usia akun, saldo, metode pembayaran yang terhubung, dan pengaturan keamanan

Setelah diverifikasi oleh pembeli, data tersebut dapat dimanfaatkan ulang untuk berbagai layanan dan berpotensi digunakan dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Kaspersky juga menyoroti bahwa kumpulan data yang terus diperkaya memungkinkan pelaku kejahatan siber membangun profil digital mendetail. Profil ini kemudian digunakan untuk melancarkan serangan yang lebih spesifik, terutama terhadap eksekutif perusahaan, staf keuangan, administrator TI, hingga individu yang memiliki aset atau dokumen bernilai tinggi.

“Sebagian besar kampanye phishing saat ini dibangun di sekitar pencurian kredensial karena akses, bukan satu titik data, menciptakan nilai jangka panjang bagi penyerang,” ujar Olga Altukhova, analis konten web senior di Kaspersky.

Ia menambahkan, hampir 90 persen upaya phishing berfokus pada pengumpulan login, kata sandi, nomor telepon, serta detail pribadi. Data tersebut kemudian dikumpulkan, diverifikasi, dan diperjualbelikan kembali.

“Bahkan kredensial lama, jika digabungkan dengan informasi baru, masih dapat digunakan untuk pengambilalihan akun dan serangan tertarget terhadap individu maupun organisasi,” tutupnya. (ris)

Topik: Dark WebKaspersky

TerkaitBerita

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel
Teknologi

Anker Nano Jadi Primadona Power Bank Magnetik, Solusi Isi Daya Praktis Tanpa Kabel

oleh Editor : Affandy
28 Juni 2026
Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas
Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold6 Hadir dengan Galaxy AI, Smartphone Lipat Premium untuk Produktivitas dan Kreativitas

oleh Editor : Affandy
27 Juni 2026
MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global
Teknologi

MacBook Neo Jadi Sorotan di Tengah Kemerosotan Pasar PC Global

oleh Editor : Affandy
26 Juni 2026
Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama
Teknologi

Huawei Resmi Luncurkan HUAWEI MatePad Mini di Indonesia, Tablet Mini Premium dengan OLED PaperMatte Pertama

oleh Editor : Affandy
25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Perjuangan Single Parent, Alasan Andi Agum Serius dan Lamar DJ Una

Perjuangan Single Parent, Alasan Andi Agum Serius dan Lamar DJ Una

28 Juni 2026
Jaga Amanah 23 Juta Nasabah, PNM Sabet Penghargaan Indonesia Most Trusted Companies

Jaga Amanah 23 Juta Nasabah, PNM Sabet Penghargaan Indonesia Most Trusted Companies

28 Juni 2026
HASIL POSITIF: Raul Fernandez Menang Sprint Race MotoGP Belanda 2026, Trackhouse Dominasi Sirkuit Assen. (Foto: Dok./MotoGP)

Raul Fernandez Juara Sprint Race MotoGP Belanda

28 Juni 2026
ISTEK Widuri Luncurkan LKM, Perluas Akses Layanan Psikologi, Hukum, dan Pendampingan Masyarakat

ISTEK Widuri Luncurkan LKM, Perluas Akses Layanan Psikologi, Hukum, dan Pendampingan Masyarakat

28 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3610 shares
    Share 1444 Tweet 903
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya