Koranindopos.com, Jakarta – Kisah asmara Putri Una, atau yang lebih populer dikenal sebagai DJ Una, kini memasuki babak baru yang penuh haru. Keputusan sang kekasih, Andi Agum, untuk melamar perempuan multitalenta tersebut didasari oleh rasa kagum yang mendalam terhadap ketangguhan hidup sang DJ.
Di mata Agum, Una bukan sekadar pasangan, melainkan sosok perempuan mandiri yang luar biasa dalam berjuang membesarkan putra semata wayangnya, Kyree.
Agum secara terbuka mengakui bahwa ketegaran Una dalam menjalankan peran sebagai seorang ibu tunggal merupakan daya tarik utama yang berhasil meluluhkan hatinya.
”Sisi perjuangan dia. Seorang ibu, kerja demi perjuangkan anak. Itu sih yang paling saya salutin,” ujar Andi Agum di Kawasan Depok, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
Langkah serius ini diambil Agum dengan kesiapan penuh untuk menerima masa lalu dan masa depan Una secara utuh. Menikahi Una berarti berkomitmen penuh untuk menyayangi dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan Kyree. ”Yes, pastinya,” ucapnya singkat.
Demi mewujudkan komitmen tersebut, Agum membangun kedekatan emosional dengan Kyree lewat proses yang mengalir apa adanya. Pertemuan yang intens dan waktu yang dihabiskan bersama menjadi kunci utama keakraban mereka.
”Alhamdulillah sudah pendekatan,” kata Agum.
Melihat ketulusan sang kekasih, Una merasa sangat bersyukur dan tenang dengan cara Agum memperlakukan putranya. Sifat dasar Agum yang penyayang membuat proses adaptasi dengan sang anak berjalan tanpa hambatan berarti.
”Baik sih, karena Agumnya juga senang sama anak-anak. Jadi pendekatannya nggak perlu tahu trik-trik khusus buat deketin anak,” jelas Una.
Ternyata, bukan hanya kedekatan dengan Kyree yang membuat musisi cantik ini yakin untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Una juga sangat tersentuh melihat bagaimana cara Agum memperlakukan keluarga besarnya sendiri, terutama sang ibu.
”Luluhnya… dia juga tipe cowok yang sayang banget sama ibunya. Terus sama keluarganya juga dekat, sama kakak-adiknya. Jadi aku lihat juga latar belakangnya, keluarganya seperti apa,” ungkap Una.
Bagi Una, Agum adalah representasi pria ideal yang matang secara emosional serta mempunyai arah tujuan hidup yang mapan. Karakter kerja keras Agum dalam merintis masa depan membuat Una merasa aman dan terlindungi.
”Ya sosok yang dewasa, bertanggung jawab. Aku juga bisa lihat bagaimana kesehariannya dengan orang-orang di sekitarnya, dan bagaimana dia berjuang dalam kariernya,” tambah Una.
Suasana sakral dan penuh tangis bahagia pun menyelimuti momen lamaran yang dihadiri oleh keluarga inti dari kedua belah pihak. Di hadapan orang-orang tercinta, Agum menyelipkan doa mendalam agar ikatan suci ini menjadi pelabuhan terakhir dalam pencarian cintanya.
”Terharu aja. Melihat orang tua saya kan sudah nggak muda. Saya harap ini yang terakhir,” tandas Agum. (BRG/Hend)










