Koranindopos.com, Jakarta – Turnamen padel persahabatan mempertemukan dua komunitas berbeda digelar di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (13/2/2026). Bertempat di Kinesis Padel, ajang ini mempertemukan Juicy Padel melawan Venom Fighter dalam suasana kompetitif namun santai.
Duel ini menarik perhatian karena melibatkan kakak beradik yang sama-sama memimpin perusahaan di bidang berbeda. Irwan Kusuma, Komisaris sekaligus Direktur Utama Venom Indonesia, turun memperkuat tim Venom Fighter. Sementara Ifan Kusuma, Komisaris sekaligus Direktur Utama Oxone, memimpin Juicy Padel.
Pertemuan tersebut disebut sebagai “duel kakak-adik secara brand”. Venom dikenal sebagai merek otomotif khususnya sistem audio kendaraan, sedangkan Oxone bergerak di sektor peralatan rumah tangga. Melalui olahraga padel, keduanya sepakat membangun silaturahmi antarkomunitas sekaligus mempererat relasi bisnis dalam suasana yang berbeda.
Sebanyak 25 peserta dari masing-masing komunitas terlibat dalam kegiatan ini. Format pertandingan dibagi ke dalam lima pasangan untuk saling berhadapan secara bergantian selama dua jam penuh.

Komposisi pemain terdiri dari dua pasangan laki-laki, dua pasangan perempuan, dan satu pasangan laki-laki tambahan di setiap tim.
Irwan Kusuma menjelaskan, turnamen ini bersifat persahabatan sehingga tidak ada hadiah berupa uang tunai. Para pemenang mendapatkan produk dari masing-masing brand sebagai bentuk apresiasi.
Menurutnya, semangat utama kegiatan ini adalah kebersamaan, bukan sekadar hasil akhir pertandingan.
“Ini pertandingan persahabatan. Hadiahnya produk dari kami. Yang penting semua senang dan bisa kumpul,” ujar Irwan di sela acara.
Pemilihan cabang olahraga padel bukan tanpa alasan. Irwan menilai olahraga ini tengah berkembang pesat di berbagai negara. Ia melihat tren peningkatan jumlah peminat padel yang dinilai inklusif karena bisa dimainkan lintas usia.
Secara karakter permainan, padel merupakan kombinasi antara tenis dan bulu tangkis. Dengan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki basis penggemar bulu tangkis yang besar, ia optimistis padel dapat diterima luas oleh masyarakat.
“Secara global peminat padel sangat cepat bertambah. Semua umur bisa main. Saya yakin olahraga ini bisa panjang,” katanya.
Lokasi Kinesis Padel dipilih karena fasilitasnya yang masih baru dan dinilai nyaman. Lapangan yang berada di lantai dua membuat sirkulasi udara lebih baik serta pencahayaan terasa lebih terang. Faktor kebersihan dan suasana yang tidak terlalu panas juga menjadi pertimbangan utama.
Irwan menambahkan, kegiatan ini masih bersifat percobaan dengan melibatkan dua komunitas, yakni komunitas perabotan rumah tangga dan komunitas otomotif khususnya audio sistem. Jika respons peserta positif, turnamen serupa direncanakan akan digelar kembali dengan skala lebih besar.
Kedua komunitas diketahui rutin bermain padel setidaknya satu kali dalam sepekan. Melalui turnamen ini, mereka berharap olahraga dapat menjadi jembatan kolaborasi lintas industri sekaligus memperkuat jejaring bisnis dalam suasana yang lebih santai dan sehat. (BRG/Kul)










