Koranindopos.com, Jakarta – Olahraga padel di Indonesia terus menunjukkan tren perkembangan yang sangat pesat serta mulai digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Guna memfasilitasi antusiasme publik yang masif tersebut sekaligus menjaring potensi atlet muda berbakat, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menginisiasi sebuah kompetisi tenis dinding bergengsi. Ajang olahraga yang dinantikan ini resmi digulirkan di Crown Padel, kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu, 4 Juli 2026, sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional.
Berbeda secara signifikan dari pelaksanaan kompetisi pada seri sebelumnya, seri kedua ini menghadirkan kategori pertandingan yang jauh lebih variatif dengan menyasar spektrum pemain yang lebih luas. Pihak panitia membuka kompetisi untuk kelas upper beginner, beginner, Bronze, lower bronze, hingga kelompok usia dini U-12. Penambahan kategori serta kualifikasi kelompok umur baru ini sengaja dilakukan untuk memperluas jangkauan keterlibatan peserta dan memberikan jam terbang kompetitif bagi para pencinta olahraga padel.
”Memang kalau dulu kan hanya beginner sama upper beginner ya. Kalau sekarang, ditambah ada lower bronze dan kelompok umur U-12. Jadi kualifikasinya lebih banyak,” kata Andre dalam pembukaan turnamen Rosiade Padel Tournament Series-2.
Tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya komunitas pencinta olahraga, turnamen ini mengusung misi besar strategis untuk masa depan olahraga nasional di panggung dunia. Penyelenggaraan kompetisi ini secara konsisten diarahkan untuk mendukung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) dalam menyiapkan sekaligus menyaring bibit-bitit atlet berprestasi. Para atlet muda potensial ini nantinya akan dipersiapkan secara matang untuk mewakili tanah air dalam ajang internasional bergengsi, yakni Asia Games yang akan berlangsung pada Agustus mendatang.
”Insya Allah Agustus, kami bekerja sama dengan PBPI akan melaksanakan Rosiade Padel Tournament lagi, tapi khusus junior. Turnamen Agustus nanti dipakai PBPI untuk seleksi akhir kelompok umur menuju pertandingan Asia-Pasifik,” tuturnya.

Rencana pelaksanaan seleksi akhir tersebut dijadwalkan berlangsung secara intensif selama dua hari penuh di Crown Padel dengan melibatkan kelompok umur yang sangat spesifik. Penjaringan atlet sejak usia dini hingga remaja ini diaplikasikan agar proses regenerasi atlet padel profesional di Indonesia dapat berjalan secara berkesinambungan dan terstruktur dengan baik.
”Dari U-10 mungkin. Kalau bisa U-8 kita bikin. Jadi U8, U10, U12, U14, U16, dan U18,” katanya.
Tingkat antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini terbukti meledak luar biasa dengan menembus angka 1.100 orang yang mendaftarkan diri secara daring. Namun, akibat keterbatasan slot lapangan serta durasi acara yang dipadatkan dalam satu hari, pihak panitia terpaksa membatasi dan hanya menerima total 260 peserta saja. Ketatnya tensi persaingan antarpemain membuat jadwal pertandingan yang semula ditargetkan selesai sore hari harus bergulir dinamis dan baru tuntas sepenuhnya sekitar pukul 21.00 WIB.
Istimewanya, pihak penyelenggara memanjakan para atlet yang bertanding dengan menyediakan berbagai fasilitas premium serta total bonus hadiah uang tunai bernilai fantastis. Seluruh layanan dan akomodasi komprehensif tersebut diberikan oleh panitia secara cuma-cuma demi merangsang motivasi bertanding para atlet dari berbagai daerah.
”Pendaftarannya gratis, free registration. Ada sarapan pagi gratis, makan siap gratis, MCU gratis dari EKA Hospital, voucher umroh, dan hadiah uang tunai. Juara 1 Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta, juara 3 Rp5 juta,” jelas Andre. (BRG/Hend)










