Koranindopos.com, Jakarta – Upaya penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat Indonesia memasuki babak baru melalui sinergi strategis antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, secara resmi menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Jupnas Gizi Indonesia di Gedung Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Forum Jupnas Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, S.H., beserta jajaran pengurus pusat. Agenda utama audiensi ini adalah melaporkan perkembangan organisasi yang telah bergerak cepat sejak dideklarasikan pada 21 November 2025 lalu. Fokus utama mereka adalah mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan dipahami luas oleh masyarakat.
Dalam laporannya, Rival Achmad Labbaika memaparkan bahwa Forum Jupnas Gizi Indonesia telah membangun infrastruktur komunikasi yang masif melalui peluncuran MBG TV. Media ini dirancang khusus sebagai saluran televisi edukatif nasional yang berfokus pada penyiaran informasi seputar gizi, sosialisasi kebijakan pemerintah, dan edukasi publik terkait pola makan sehat demi mencetak generasi unggul.

Hingga saat ini, penetrasi MBG TV telah mencapai skala yang signifikan dengan menggandeng 15 jaringan televisi terestrial. Siaran edukasi ini kini dapat dinikmati masyarakat di 13 provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Tercatat, sebanyak 98 kabupaten/kota di seluruh penjuru Indonesia kini berada dalam jangkauan siaran yang informatif tersebut.
Tidak hanya mengandalkan siaran konvensional, Forum Jupnas Gizi Indonesia juga mengadopsi teknologi digital untuk memperluas akses informasi. Masyarakat di wilayah yang belum terjangkau sinyal terestrial dapat mengakses konten edukasi gizi secara nasional melalui layanan live streaming di portal resmi JupnasGizi.com. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan literasi kesehatan.
Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewyk Pusung, memberikan apresiasi yang tinggi. Beliau menilai keberadaan MBG TV dan gerakan Jupnas Gizi merupakan katalisator penting bagi kesuksesan program pemerintah. Pusung menegaskan bahwa tanpa pemahaman masyarakat yang baik, program distribusi pangan bergizi tidak akan mencapai hasil maksimal bagi pembangunan sumber daya manusia.
“Saya berterima kasih dan bangga atas inisiatif dan kerja nyata dari Forum Jupnas Gizi Indonesia. Organisasi yang berperan aktif seperti ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Pusung.
Lebih lanjut, Lodewyk Pusung menekankan bahwa edukasi publik adalah pilar utama dalam membangun fondasi manusia Indonesia. Ia berpendapat bahwa gizi berkualitas bukan sekadar masalah perut, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia. Dukungan media seperti MBG TV dianggap sangat relevan dalam menyebarkan kesadaran kolektif tentang pentingnya asupan nutrisi yang benar sejak dini.
Pertemuan di ruang kerja Wakil Kepala Badan Gizi Nasional ini juga dihadiri oleh struktur lengkap pengurus DPN Forum Jupnas Gizi Indonesia, termasuk para Sekretaris Jenderal dari wilayah Barat, Tengah, hingga Timur. Kehadiran para pimpinan wilayah ini menunjukkan kesolidan organisasi dalam mengawal program gizi dari Sabang sampai Merauke secara terintegrasi dan profesional. (BRG/Hend)




