Koranindopos.com, Jakarta – TM Seasons City kembali menyulap sudut Jakarta Barat menjadi replika mini Kota Seribu Kelenteng melalui gelaran “Little Singkawang” pada Minggu, 8 Maret 2026. Memasuki usia penyelenggaraan yang ke-11, perayaan Cap Go Meh ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah panggung besar yang mempertemukan tradisi leluhur dengan modernitas ibu kota. Ribuan pasang mata tumpah ruah untuk menyaksikan atraksi ikonik yang menjadi ruh dari acara ini, yakni pertunjukan Tatung yang sarat akan nilai spiritual dan keberanian.
Sejak pagi hari, atmosfer khas perayaan di Kalimantan Barat sudah terasa kental di area pusat perbelanjaan tersebut. Konsistensi dalam mengusung konsep Little Singkawang terbukti ampuh menarik minat wisatawan domestik yang merindukan nuansa autentik Cap Go Meh tanpa harus terbang jauh ke Singkawang. Selain atraksi Tatung, pawai budaya lintas etnis yang melibatkan berbagai komunitas lokal turut memeriahkan suasana, menegaskan bahwa acara ini adalah milik semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Momentum tahun ini terasa jauh lebih emosional bagi para pengunjung. Pasalnya, perayaan Cap Go Meh 2026 jatuh pada bulan yang sama dengan penyambutan bulan suci Ramadan. Pertemuan dua garis besar perayaan keagamaan ini menciptakan getaran toleransi yang sangat kuat di tengah hiruk pikuk Jakarta. Fenomena langka ini menjadikan tagline “Harmoni Nusantara” bukan sekadar slogan di atas kertas, melainkan kenyataan yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang hadir.
Center Director TM Seasons City, Mualim Wijoyo, menegaskan bahwa misi utama dari acara ini adalah merawat keberagaman di tengah masyarakat perkotaan. Ia memandang bahwa pusat perbelanjaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif dan edukatif secara budaya. Dengan mempertahankan tradisi ini selama lebih dari satu dekade, pihaknya berharap identitas Jakarta sebagai kota multikultural tetap terjaga dan semakin kokoh di masa depan.

“Cap Go Meh tahun ini memiliki makna yang sangat kuat karena hadir dalam bulan yang sama dengan Imlek dan Ramadan. Ini menjadi simbol nyata Harmoni Nusantara, di mana keberagaman bukan hanya dirayakan tetapi juga dirangkul bersama. TM Seasons City ingin menjadi ruang temu budaya yang inklusif bagi seluruh masyarakat,” kata Mualim Wijoyo.
Keberhasilan mempertahankan animo masyarakat selama 11 tahun berturut-turut tentu bukan perkara mudah. Panitia penyelenggara terus berupaya menjaga kualitas konten acara agar tetap relevan dan menarik. Ketua Panitia, T.J. Jollyman, S.H., mengungkapkan bahwa alasan utama tetap dipertahankannya konsep Little Singkawang adalah karena besarnya apresiasi dan respons positif yang diterima dari pengunjung pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami menghadirkan kembali atraksi Tatung yang autentik, pawai budaya yang melibatkan berbagai komunitas, serta sajian kuliner khas Tionghoa yang menjadi daya tarik utama. Harapannya, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga merasakan atmosfer budaya yang kental,” jelas T.J. Jollyman, S.H.
Sektor ekonomi kreatif juga mendapatkan panggung tersendiri dalam perayaan kali ini. Selain tontonan visual, pengunjung dimanjakan dengan deretan stan kuliner khas Tionghoa yang autentik. Keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas budaya menjadi strategi panitia untuk memastikan acara ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa festival budaya mampu berjalan beriringan dengan pemberdayaan usaha lokal.
“Kami ingin Cap Go Meh di TM Seasons City menjadi ruang kolaborasi, bukan hanya perayaan seremonial. Keterlibatan komunitas dan pelaku usaha lokal menjadi bagian penting dalam menciptakan perayaan yang hidup dan berdampak,” papar Yupiter, S.Kom., selaku Sekretaris Jenderal Panitia.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Little Singkawang sukses memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata budaya yang unggul. Koordinasi yang apik antara penyelenggara dan komunitas memastikan bahwa setiap elemen acara, mulai dari tata gerak pawai hingga penyajian kuliner, tetap menjaga pakem tradisi aslinya. Hal ini menjadi magnet tersendiri bagi generasi muda untuk lebih mengenal kekayaan budaya Nusantara melalui cara yang menyenangkan.
Perayaan yang berakhir dengan kemeriahan ini ditutup dengan harapan besar agar semangat persatuan tetap terjaga sepanjang tahun. Little Singkawang 2026 di TM Seasons City telah membuktikan bahwa di bawah naungan harmoni, perbedaan justru menjadi kekuatan yang memperindah wajah Jakarta. Tradisi ini pun diharapkan akan terus berlanjut sebagai warisan budaya yang tak lekang oleh waktu bagi warga Jakarta dan sekitarnya. (RIS/Hend)










